Kriminal
Share this on:

Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi

  • Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi
  • Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi

PERAWATAN – Kepala Ruang Seruni RSUD RA Kartini Jepara Agus Supratiknyo berada di depan ruang tempat Kusnanto (46) dirawat, kemarin. (m. khoirul anwar/radar kudus)

JEPARA - Kusnanto (46), pelaku penganiayaan terhadap anaknya sendiri AN hingga meninggal dunia, masih menjalani perawatan di RSUD RA Kartini Jepara kemarin. Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa itu masih diisolasi di ruang perawatan psikiatrik Seruni, karena dia masih menunjukkan perilaku yang reaktif.

Pria yang juga warga RT 14 RW 3 Desa Sinanggul, Mlonggo, ini, menganiaya buah hatinya sendiri yang masih berusia dua tahun hingga tewas, Kamis (23/5) lalu. Kusnanto diduga memukul AN menggunakan dampar tempat menaruh Alquran.

Korban dilarikan kakaknya ke RSI Sultan Hadlirin, namun nyawanya tak tertolong. Sedangkan pelaku dibawa ke RSUD RA Kartini untuk menjalani perawatan jiwa.

Kepala Ruang Seruni RSUD RA Kartini Jepara Agus Supratiknyo didampingi dokter jaga Rines Harlen Theodora mengatakan, pihaknya tak bisa memberikan banyak keterangan terkait kondisi pasien. Hal itu untuk melindungi hak pasien kejiwaan dalam menerima perawatan.

”Saat ini pasien masih menjalani perawatan dari tim dokter. Pasien belum bisa ditemui. Kami sangat berhati-hati menjaga kondisi pasien agar stabil selama pemulihan,” paparnya.

Pihaknya berharap, dengan kejadian ini tidak memberikan stigma negatif pada pasien gangguan jiwa. Perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan dalam mengatasi pasien.

Munculnya diskriminasi dan stigma negatif membuat waktu pemulihan pasien semakin lama. Selain itu, pengawasan dan pendampingan keluarga juga diperlukan.

”Di tengah keterbatasan, pelayanan jiwa tidak bisa kami lakukan sendiri. Butuh dukungan semua pihak. Hak pasien kami jamin,” terangnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat dimintai konfirmasi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Jika memang pelaku mengalami gangguan jiwa, akan dikoordinasikan dengan kejaksaan dan pengadilan.

”Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari RSUD RA Kartini. Sekarang pasien masih dalam perawatan,” jelasnya. (war/lin/fat/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Lebih dari dua tahun, tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mangkrak tanpa ada kejelasan.


Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Hanya dua hari, Polres Pemalang berhasil meringkus lima pelaku perjudian togel yang meresahkan masyarakat.


Sabu 200 Kg Ternyata Diangkut Truk Muatan Kelapa

Sabu 200 Kg Ternyata Diangkut Truk Muatan Kelapa

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek dua tempat berbeda di Bekasi dan berhasil mengamankan sekitar 200 Kg narkoba jenis sabu-sabu, Minggu (12/5) dinihari


KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

Menjerat pelaku lain dalam perkara suap dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bukan hal gampang.


Dua Pensiunandi Brebes Ditahan di Lapas Kedungpane 20 Hari

Dua Pensiunandi Brebes Ditahan di Lapas Kedungpane 20 Hari

Dua Pensiunan PNS Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes MR dan MS, ditahan di Rutan Lapas Kelas 1A Kedungpane Semarang.


WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Sibu, Serawak, Malaysia, Rabu (8/5) kemarin, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada seorang pria asal Indonesia, Maxi Banfantri (30).


Suplai Sabu lewat Amrik, Dua WNA Tiongkok Ditangkap

Suplai Sabu lewat Amrik, Dua WNA Tiongkok Ditangkap

Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan penyelundupan 28 Kg sabu dari jaringan Internasional.


Dianggap Politis, Polisi Garap Bachtiar Nasir lewat Dua Alat Bukti

Dianggap Politis, Polisi Garap Bachtiar Nasir lewat Dua Alat Bukti

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan mantan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir sebagai tersangka.


Direktur WKE Dituntut Empat Tahun Penjara

Direktur WKE Dituntut Empat Tahun Penjara

Direktur Utama PT Wijaya Kusuma (WKE) Emindo Budi Suharto bersama-sama dengan istri, anak dan kerabatnya dituntut 4 tahun penjara


Teroris JAD Lampung Dicurigai Latihan di Papua

Teroris JAD Lampung Dicurigai Latihan di Papua

Polda Papua mencurigai dua daerah yang diduga menjadi lokasi latihan terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!