Kriminal
Share this on:

Bolongi Dinding, Enam Pengedar Narkoba Nyaris Kabur

  • Bolongi Dinding, Enam Pengedar Narkoba Nyaris Kabur
  • Bolongi Dinding, Enam Pengedar Narkoba Nyaris Kabur

Ilustrasi.

PALEMBANG - Masih ingat dua pengedar narkoba kelas kakap asal Jawa Timur bernama Oni dan Letto? Keduanya ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Selasa (10/4) dan Minggu (13/5) lalu.

Bersama empat rekannya, Andi, Chandra, Sanut, dan Trinil bikin ulah. Kemarin (17/7) sekitar pukul 03.00 dinihari WIB, mereka menjebol dinding tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, tempat mereka ditahan untuk pemeriksaan lanjutan.

Mereka mencoba untuk kabur. Caranya, dinding tahanan mereka bolongi dengan mata bor yang dipukul pakai keran air. Lubang yang sudah mereka buat berdiameter 20 cm. Namun, belum cukup untuk lolos.

Aksi mereka ketahuan petugas jaga sedari pukul 01.00 dinihari WIB, memang sudah curiga. "Untung penjaganya masih berbaik hati tidak menembak," ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, para tersangka mencuri mata bor dari tukang yang beberapa waktu lalu melakukan renovasi kamar mandi. Sedangkan kran air, diambil tersangka dari toilet. "Mereka mengambilnya saat pura-pura izin mau ke toilet," lanjutnya.

Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 ini menyebut, salah satu tersangka sempat menendang-nendang pinggiran lubang yang mereka jebol agar menjadi besar.

Bahkan, kaki kanan tersangka Trinil sempat terlihat keluar oleh petugas. Akibat jebolnya ruang tahanan tersebut, keenamnya dipindahkan kembali ke ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti).

Kapolda menegaskan, tidak ada unsur kelalaian dari petugas jaga. Justru, jenderal kelahiran Belitang Madang Raya, OKUT, 31 Oktober 1961 ini mengapresiasi karena petugas sigap dan cepat bereaksi.

"Saya justru berterima kasih dan mengapresiasi petugas. Usaha keenam tahanan untuk kabur, gagal total. Ke depan, penjagaan terus diperketat. Saya perintahkan, tindak tegas jika ada tahanan yang mau kabur lagi," pungkasnya.

Senada juga diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman. Awalnya, keenam tahanan tersebut memang ditahan di tahanan Dit Tahti. Namun, dibon dan dipindahkan ke tahanan Ditres Narkoba untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami lakukan pengembangan untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU)-nya. Makanya, kami bon dari Dit Tahti," ujar Farman.

Petugas jaga, lanjut pamen berpangkat melati tiga ini, memang sudah mendengar suara gesekan dari ruang tahanan. Namun, saat dicek keenam tahanan dalam kondisi tertidur.? Kemudian pada pukul 03.00 WIB, petugas mendengar suara dentuman dari ruang tahanan. "Saat dicek ternyata sudah ada lubang, ucapnya.

Farman menegaskan, ada 11 orang lagi komplotan tersangka yang masih mereka kejar. "Tunggu saja, mereka yang belum dapat, segera kami tangkap. Hidup atau mati," pungkasnya.

Diketahui, Oni adalah dedengkot narkoba yang ditangkap di Surabaya pada Selasa (10/4) lalu. Barang buktinya 6 kg sabu. Penangkapan Oni cs adalah tindak lanjut dari temuan 3,05 kg sabu dan 4.950 butir ekstasi warna biru logo ”R” dalam dua kardus cokelat bertuliskan Lenggok di kantor Asvec Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Kamis (22/3), pukul 09.00 WIB lalu.

Nah, dari hasil pengembangan, ada 5 tersangka lagi asal Jawa Timur, yang diciduk, Minggu (13/5) lalu. Mereka adalah Letto, Faiz, Wahono, Darsono, dan Wahyudi (26), warga Kabupaten Malang. Kelimanya kami tangkap di dua tempat berbeda, yaitu di Jakarta dan Malang.

Barang bukti yang diamankan dari Letto cs cukup banyak. Untuk BB mobil, ada 8 unit, yaitu Mitsubishi Outlander Sport warna putih L 1968 IJ, sedan Honda City warna silver BG 818 WL, Honda Jazz warna hitam B 1956 NKF, sedan Toyota Vios warna silver B 8211 IL, Suzuki APV warna hitam nopol D 1617, Toyota Avanza warna silver B 1728 BX, Toyota Yaris warna putih L 1934 PD, dan truk Mitsubishi Fuso 4x2L warna oranye B 9986 SDA.

Ada juga BB 7 unit motor Kawazaki Ninja. Masing-masing nopol L4881QX, W5298EU, L2606VB, W2014RF, B4401 FP, dan L3399HA.

BB lainnya, yaitu 28 KTP elektronik, 16 kartu SIM, 5 token, 11 buku tabungan, dan 21 unit HP berbagai merek. Dari buku tabungan, ada yang tertera nominal saldo sebesar Rp6,5 miliar milik tersangka Letto. Begitu juga dengan bukti tabungan tersangka lainnya, bernilai puluhan hingga ratusan juta. (vis/ion/ce3/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Empat Pejabat Target Sasaran Perusuh 22 Mei

Empat Pejabat Target Sasaran Perusuh 22 Mei

Polri mengungkapkan penangkapan enam tersangka yang merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei, Senin (27/5) kemarin.


Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dibakar narapidana narkotika.


80 Persen Narkoba Dikontrol dari Dalam Lapas

80 Persen Narkoba Dikontrol dari Dalam Lapas

Bisnis narkoba menjadi skandal buruknya wajah lembaga pemasyarakatan kita.


Sabu 200 Kg Ternyata Diangkut Truk Muatan Kelapa

Sabu 200 Kg Ternyata Diangkut Truk Muatan Kelapa

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek dua tempat berbeda di Bekasi dan berhasil mengamankan sekitar 200 Kg narkoba jenis sabu-sabu, Minggu (12/5) dinihari


Manfaatkan Jalur Laut,137 Kg Sabu Asal Malaysia Terendus

Manfaatkan Jalur Laut,137 Kg Sabu Asal Malaysia Terendus

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkapkan penangkapan 14 orang tersangka kasus narkotika yang memiliki 137 kg sabu.


Dimuat Truk Ekspedisi, Sabu 120 Kilogram Nyaris Lolos

Dimuat Truk Ekspedisi, Sabu 120 Kilogram Nyaris Lolos

Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menggagalkan penyelundupan 120 kilogram sabu-sabu yang diangkut truk ekspedisi via Tol Bakauheni, Lampung.


Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Kasus kebakaran enam kotak dan 1.818 lembar surat suara Pemilu 2019 di Jalan Sapi Nangoh, Pamol, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia 7 April lalu, belum terungkap.


Enam Kapal Berbendera Vietnam dan Malaysia Ditangkap

Enam Kapal Berbendera Vietnam dan Malaysia Ditangkap

Dua kapal Hiu Macan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap enam kapal berbendera asing yang tengah menangkap ikan secara ilegal (illegal fishi


Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Samsudin, sempat kabur ke wilayah Solo, Jawa Tengah setelah membunuh mantan istrinya Sudarti (45) warga Desa Kubangpari, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!