Kriminal
Share this on:

Buron Dua Tahun, Buronan Kejari Medan Ditangkap di Rumahnya

  • Buron Dua Tahun, Buronan Kejari Medan Ditangkap di Rumahnya
  • Buron Dua Tahun, Buronan Kejari Medan Ditangkap di Rumahnya

JAKARTA - Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) berhasil menangkap dan mengamankan buronan kasus tindak pidana umum Kejaksaan Negeri Medan atas nama Ernita Wati. Perempuan berumur 49 tahun itu diringkus di rumahnya, Jalan Eka Warni Komplek Rispa III, Medan Johor, Sumatera Utara, Senin (28/10).

"Ini merupakan buronan ke - 140 yang ditangkap di tahun 2019," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri, di Jakarta, Senin (28/10).

Dia menjelaskan Ernita Wati melarikan diri pada saat Jaksa Penuntut Umum akan melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Medan pada bulan Agustus 2017. Dia dinyatakan sebagai DPO oleh Kejaksaan Negeri Medan pada tahun 2017. "Terdakwa melarikan diri ke Singapura, kemudian ke Aceh," jelasnya.

Ernita Wati ditangkap dan diamankan Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara di rumahnya. Selanjutnya dilakukan serah terima terdakwa dari Kejati Sumatera Utara ke Kejari Medan untuk diproses administrasi. Selanjutnya, dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan. Ernita Wati bersama Robert Silalahi (berkas terpisah, Red), lanjut Mukri, melakukan perbuatan melawan hukum memasukkan keterangan palsu dalam akta jual beli sebidang tanah di Jalan Eka Warni Medan.

Setelah dilakukan penelitian terhadap surat-surat akta jual beli, ternyata suratnya juga palsu. Akhirnya, keinginan terdakwa menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas sebidang tanah tersebut tidak bisa terealisasi. Sebab, sudah diketahui oleh orang-orang yang dimasukkan dalam akta jual beli tandatangannya dipalsukan.

Penangkapan ini, membuktikan tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan. Program Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejaksaan .I. berhasil menangkap buronan ke- 347 sejak tahun 2018 hingga 28 Oktober 2019. "Program Tangkap Buron ini menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi (Kejati) minimal dapat menangkap satu orang buron setiap bulannya," tutupnya. (lan/zul/fin/rh)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Wisatawan Digulung Ombak, Dua Orang Belum Ditemukan

Tiga Wisatawan Digulung Ombak, Dua Orang Belum Ditemukan

Tiga wisatawan Pantai Bagedur digulung ombang saat berenang di pantai tersebut, Jumat (15/11) kemarin.


Lagi, WNI Meninggal saat Antre Buat Paspor

Lagi, WNI Meninggal saat Antre Buat Paspor

Kabar duka kembali menimpa salah satu warga negara Indonesia (WNI), Ngatiyai (57 tahun). Ia meninggal dunia saat mengurus penggantian paspor.


Dua Bos PTPN Digarap KPK

Dua Bos PTPN Digarap KPK

Pertama Direktur Utama (Dirut) PT PTPN X Dwi Satriyo Annugora. Sedangkan yang kedua Dirut PTPN XI Gede Meivera Utama Andjana Putra.


Tim Tabur 31.1 Harus Berani Tangkap Buronan Kakap

Tim Tabur 31.1 Harus Berani Tangkap Buronan Kakap

Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang mewajibkan setiap Kejaksaan Tinggi minimal harus menangkap satu buronan setiap tiga bulan, dinilai cukup efektif.


Kepala Diparta Lombok Barat Ditangkap Jaksa

Kepala Diparta Lombok Barat Ditangkap Jaksa

Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (12/11) kemarin.


KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak bisa menerka kasus korupsi yang pernah dilaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lembaga antirasuah.


Nelayan Indonesia Kembali Ditangkap di Australia

Nelayan Indonesia Kembali Ditangkap di Australia

Pihak berwenang Australia kembali menangkap sebuah perahu nelayan asal Indonesia di perairan negara bagian Northern Territory.


Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua warga negara (WN) Rumania diduga melakukan kejahatan perbankan dengan membobol 17 rekening. Salah satu pelaku ditembak mati polisi.


Pelaku Pembunuh WNI di Malaysia Ditangkap

Pelaku Pembunuh WNI di Malaysia Ditangkap

Kepolisian Malaysia menangkap salah seorang pria yang diduga memiliki keterkaitan atas temuan sesosok jasad wanita berkewarganegaraan Indonesia (WNI).


Markus Nari Pikir-pikir Ajukan Banding

Markus Nari Pikir-pikir Ajukan Banding

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis mantan anggota Komisi II DPR Markus Nari enam tahun penjara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!