Kriminal
Share this on:

Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

  • Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek
  • Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

JAKARTA - Nanang Fauzi, buronan kasus penipuan bilyet giro senilai Rp400 juta ditangkap tim intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Penangkapan dilakukan saat Nanang berada di tempat persembunyianya, Apotek Dahlia Mataram, Kamis (11/7), sekira pukul 09.00 WITA.

Penangkapan terhadap Nanang diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mukri. Dijelaskanya, penangkapan dilakukan setelah tim intelijen mengintai apotik tersebut selama tiga hari. "Sudah kita amankan hari ini tanpa perlawanan," katanya saat ditemui Fajar Indonesia Network (FIN) di Jakarta, kemarin.

Dua jam setelah penangkapan, Nanang Fauzi langsung digiring ke Kantor Kejati NTB , tim intelijen menjalankan putusan pidananya dengan mengeksekusi Nanang Fauzi ke Lapas Mataram. "Langsung hari ini dieksekusi ke Lapas Mataram untuk menjalani putusan kasasinya satu tahun penjara," ujarnya. "Ini merupakan buronan 92 yang berhasil ditangkap tim Tabur," sambungnya.

Saat dikonfirmasi, Kejati NTB Arif menjelaskan, Nanang tersangkut perkara pemalsuan dengan dakwaan alternatif, yaitu kesatu pasal 263 ayat (1) KUHP atau kedua pasal 263 ayat (2) KUHP. Pada tingkat pertama Pengadilan Negeri, terpidana diputus bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan sesuai pasal 263 ayat (2) KUHP dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum selama 2 tahun.

"Selanjutnya terpidana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi dan di tingkat banding tersebut menguatkan putusan PN. Namun terpidana tetap tidak terima atas putusan banding dari Pengadilan Tinggi," jelasnya.

Hingga akhirnya terpidana mengajukan upaya hukum Kasasi dan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 95/PID/2016 tanggal 21 Desember 2016 menyatakan terpidana tetap terbukti bersalah dengan penjara selama 1 (satu) tahun. "Setelah itu dia buron dan akhirnya bisa kita ringkus di apotek tadi," paparnya.

Kasus ini bermula dari kasus perdata lahan di kawasan Senteluk, Kabupaten Lombok Barat, dengan nilai pembelian Rp3,19 miliar. Nanang saat itu merupakan pihak tergugat, sementara sang penggugat adalah Hugeng Angkosodjojo.

Dalam sidang perdatanya, Nanang Fauzi mengajukan alat bukti berupa lembaran bilyet giro Bank BNI Syariah Cabang Mataram. Bilyet tersebut lalu menjadi bukti bahwa dia telah menyerahkan uang kepada sang pengugat.

Namun dalam fakta persidangannya, Nanang inyatakan tidak pernah memberikan dan menyerahkan bilyet giro tersebut. Hingga akhirnya kasus pidananya bergulir dan dinyatakan buron sejak Desember 2016. (lan/zul/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Tahun Buron, Pengusaha Asal Makassar Ditangkap

Dua Tahun Buron, Pengusaha Asal Makassar Ditangkap

Seseorang pengusaha asal Makassar yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dibekuk tim intelijen Kejaksaan Agung.


Delapan Diamankan saat OTT, Tiga Ditetapkan Tersangka

Delapan Diamankan saat OTT, Tiga Ditetapkan Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka kasus dari delapan orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan di Kalimantan Timur dan Jakart


KPK Sharing Modus Korupsi dengan Kejagung

KPK Sharing Modus Korupsi dengan Kejagung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Diklat Kejaksaan Agung RI dan USAID CEGAH menyelenggarakan kegiatan pelatihan tindak pidana korupsi


Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejaksaan Agung (Kejagung) tak lagi sekadar menunggu, tetapi terlibat sejak awal dalam proses pembangunan Ibu Kota baru.


Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Tim Investigasi Polri masih mendalami tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dan M Yusuf saat demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP di


Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Seorang juru parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Rabu (25/9) lalu.


Penembak Mahasiswa Demo di Kendari Mulai Terungkap

Penembak Mahasiswa Demo di Kendari Mulai Terungkap

Hasil investigasi Polri dalam mengungkap tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat demo di depan Gedung DPRD


Firli Kembali Disoal saat Sidang Perdana MK

Firli Kembali Disoal saat Sidang Perdana MK

Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menggelar sidang pendahuluan pertama uji materi revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi


Malaysia ketahui Identitas Tiga Nelayan WNI Diculik

Malaysia ketahui Identitas Tiga Nelayan WNI Diculik

Identitas tiga nelayan asal Indonesia yang diculik oleh kelompok bersenjata saat melaut di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada 23 September lalu sudah dik


Tiga Nelayan Indonesia Diculik Kelompok Abu Sayyaf

Tiga Nelayan Indonesia Diculik Kelompok Abu Sayyaf

Sedikitnya tiga nelayan asal Indonesia telah diculik oleh sekelompok orang bersenjata saat melaut di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!