Kriminal
Share this on:

Buronan Pajak Fiktif Disergap di Hotel

  • Buronan Pajak Fiktif Disergap di Hotel
  • Buronan Pajak Fiktif Disergap di Hotel

JAKARTA - Lukmanul Hakim (54) tak bisa berbuat banyak ketika tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) membekuknya. Buronan kasus faktur pajak fiktif yang merugikan negara Rp10 miliar itu diciduk di tempat persembunyianya di salah satu kamar Hotel 88 di Bilangan Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (13/6).

Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Yunan Harjaka menerangkan, atas perbuatanya yang tidak koorperatif, Lukmanul Hakim masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak pada Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Demi menghilangkan jejaknya, ia nekat bersembunyi di dalam hotel.

"Kami amankan di Hotel 88 Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat hari ini," kata Yunan kepada Fajar Indonesia Network (FIN) di Kejagung, Jakarta, kemarin.

Dijelaskanya, penangkapan buronan ini setelah ada permintaan dari Dirjen Pajak. Mendapatkan permintaan, lanjut Yunan, tim intelijen Kejagung bersama tim PPNS Ditgakum Kantor Pusat Ditjen Pajak dan berhasil mengungkap tempat persembunyianya.

"Lalu tanpa perlawanan tersangka yang masuk DPO Dirjen Pajak sejak Januari 2018 itu pun berhasil kami ringkus di hotel tersebut," jelasnya.

Disinggung soal posisi kasusnya, Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau menjelaskan, tersangka Lukmanul Hakim adalah orang yang menerbitkan Faktur Pajak tidak berdasarkan transaksi sebenarnya (faktur pajak fiktif).

Aksi ilegalnya dibantu oleh dua terpidana lainnya yakni Djoko Pranggono dan Herry Prabowo. Kawanan inu menggunakan sejumlah nama perusahaan. Seperti PT Virora Cipta Indonusa, PT Vitech Indoroki Utama, PT Sawitri Era Plasmasindo, PT Trispurna Indonesia, dan lain-lain dalam tahun pajak 2012 dan 2013.

Perbuatan tersangka melanggar Pasal 39 ayat 1 huruf b dan/atau Pasal 39A huruf a UU No 28 thn 2007 ttg perubahan ketiga UU No 6 thn 1983 ttg KUP sebagaimana telah bbrp kali diubah terakhir dengan UU No 16 thn 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun dan denda maksimal 4 kali pajak terutang.

"Tersangka Lukmanul Hakim merupakan buronan ke 66 yang berhasil ditangkap tim intelijen Kejagung yang menggelar program Tabur 311 tahun ini," ujarnya.

Program Tabur (tangkap buronan) 311 merupakan program Korps Adhyaksa yang menargetkan pada setiap bulannya berhasil menangkap satu buronan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana.

"Oleh karena itu tidak ada tempat yang aman bagi seorang buronan. Di lobang semut pun bersembunyi pasti kami tangkap," tutupnya.

Sementara, penangkapan buronan ini mendapat apresiasi dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. Menurutnya sejak Program Tangkap Buronan digalakkan Kejaksaan tidak sedikit buronan yang berstatus tersangka, terdakwa dan terpidana yang berhasil dibekuk.

"Program ini memang ada nilai positifnya, jika bicara jumlah buronan yang diamankan sangat banyak," katanya di Jakarta.

Namun, pria yang juga kuasa hukum mantan Ketua KPK Antasari Azhar ini etap mengkritisi terkait buronan kelas kakap yang hingga kini belum dibekuk. "Kan banyak buronan kakapnya kenapa engga ketangkep tangkep, selama ini kelas teri, kita tunggu saja apa mampu program Tabur ini tangkap buronan kelas kakap," tegasnya. (lan/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pidie, Aceh menangkap buronan H. Arifin bin Rahmad, Rabu (18/9) lalu.


Penunggak Pajak Bakal Ditangkap

Penunggak Pajak Bakal Ditangkap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengancam akan menangkap para penunggak pajak. Terlebih saat ini Pemperov DKI telah menggelar program keringanan pajak.


Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Tim Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melaksanakan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap Mathias Hubert Marie Echene (48), warga negara Perancis


Buronan Penipuan Rp14,5 Miliar Dibekuk di Komplek Kejagung

Buronan Penipuan Rp14,5 Miliar Dibekuk di Komplek Kejagung

Buronan terpidana kasus penipuan senilai Rp14,5 miliar di Yogyakarta dibekuk tim Intelijen Kejaksaan Agung di belakang kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.


DPO Penipuan CPNS Jambi Dibekuk Kejagung

DPO Penipuan CPNS Jambi Dibekuk Kejagung

Buronan terpidana penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 di Kabupaten Muara Bungo, Jambi dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi.


Buronan Kim Johanes Ditangkap di Hotel Mewah

Buronan Kim Johanes Ditangkap di Hotel Mewah

Terpidana Kim Johanes Mulia yang merupakan Direktur Utama PT. Detta Marina dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Agung di Hotel Arya Duta Semanggi Jakarta Selatan, Ra


Buronan Korupsi Dana Bantuan Madrasah Sulteng Dibekuk

Buronan Korupsi Dana Bantuan Madrasah Sulteng Dibekuk

Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Maros, Sulawesi Tengah menangkap buron terpidana Muh. Arasy.


KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Kejagung Ciduk Buronan ke-107

Kejagung Ciduk Buronan ke-107

Buronan terpidana kasus pengrusakan lahan milik PTPN VII diciduk Tim Intelijen Kejati Lampung dan Kejari Kotabumi di tempat persembunyianya, Desa Sukada ilir.


Buronan Suap Akhirnya Ditangkap Tim KPK

Buronan Suap Akhirnya Ditangkap Tim KPK

KPK berhasil menangkap seorang buronan bernama Umar Ritonga terkait kasus dugaan suap kepada mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!