Kriminal
Share this on:

Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus

  • Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus
  • Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus

KOTA TANGSEL - Kasus kekerasan pelajar berupa tawuran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terus memakan korban nampaknya tidak bisa ditolerir lagi. Kasus terbaru, tawuran antarpelajar SMK Sasmita Jaya, Pamulang dengan SMK Bhipuri, Serpong, terjadi di Jalan Puspiptek, Kecamatan Setu, Selasa sore (31/7).

Dalam kasus itu, satu siswa SMK Sasmita Jaya bernama Ahmad Fauzan, 18 mengalami luka parah setelah wajahnya dibacok menggunakan samurai dengan luka sepanjang 20 centimeter (cm). Saat ini, pelajar yang akrab disapa Fauzan itu masih dalam perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat.

Polisi yang menyelidiki kasus itu membentuk tim khusus guna memburu pelaku tawuran tersebut. Polres Tangsel dan Polda Metro Jaya menerjunkan tim khusus memburu pelaku tawuran yang hingga kini belum tertangkap tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan tim khusus berjumlah 18 personel itu kini tengah bekerja memburu pelaku tawuran. Dia menduga pelajar SMK Bhipuri yang terlibat pembacokan telah melarikan diri. Jadi guna mempersempit ruang gerak para pelajar brutal itu, katanya juga, pihaknya membutuhkan personel yang banyak.

”Kami dibantu polda mengejar pelaku,” terangnya kepada sejumlah wartawan termasuk INDOPOS, Jumat (3/8). Diakui Yurikho juga, identitas para pelaku penusukan siswa SMK Sasmita Jaya telah mereka kantongi. Identitas pelajar pembacok itu diketahui setelah jajarannya memeriksa 16 pelajar yang terlibat aksi tawuran tersebut.

Kata dia juga, pelaku penganiayaan berdarah terhadap Fauzan terdiri dari dua orang. ”Kami sudah datangi rumah pelaku, namun mereka tidak ada. Kami yakin, dua pelajar itu takut dan bersembunyi. Hingga kini, mereka belum pulang ke rumahnya. Guru dan Kepala SMK Bhipuri Serpong juga sudah kami mintai keterangan,” paparnya lagi.

Saat disinggung adanya pelajar SMK lain yang ikut terlibat tawuran berdarah tersebut? Yurikho mengaku tidak ada indikasinya. Dia memastikan, aksi tawuran brutal itu hanya melibatkan dua SMK swasta yakni SMK Sasmita Jaya melawan SMK Bhipuri.

”Kami akan tegas menindak para pelaku. Aksi tawuran itu sudah membuat warga resah. Kami tidak akan tebang pilih. Biar ada efek jera buat para pelajar lain. Mereka akan kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” cetusnya.

Seperti diketahui, aksi tawuran pelajar menggunakan senjata tajam antara dua SMK swasta di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu awal pekan lalu selain memakan korban juga membuat warga takut. Pasalnya, selain perang batu yang membuat kerusakan, pelajar yang tawuran itu juga saling serang dengan senjata tajam.

Karena kalah jumlah, puluhan pelajar SMK Sasmita Jaya mundur. Namun secara tiba-tiba tiga pelajar dari SMK Bhipuri mengejar menggunakan samurai. Akibatnya, Fauzan yang lari paling belakang menjadi korban sabetan senjata tajam di wajah dengan samurai masih menancap di pipi. Melihat lawannya tergeletak, para pelaku kabur.

Sedangkan korban yang terluka parah dilarikan ke IGD RS Hermina Serpong. Tapi karena luka korban yang parah, RS Hermina merujuk Fauzan ke RSCM. Setelah 20 jam menjalani operasi, samurai yang menancap di pipi pelajar kelas tiga itu berhasil dilepaskan. Kini, kondisi Fauzan mulai membaik.

Penelusuran koran ini, motif aksi tawuran itu dampak saling ejek antarpelajar dua SMK swasta di media sosial (medsos). Usai saling ejek, akhirnya puluhan dua pelajar sekolah swasta itu pun janjian untuk bertemu dan melakukan tawuran.

Sementara itu, Kepala SMK Bhipuri Sutrisno mengatakan akan menjatuhkan sanksi berat kepada siswa sekolahnya yang terlibat tawuran. Salah satunya, dikeluarkan dari sekolah. Tindakan itu dia lakukan guna menangkal terjadinya aksi tawuran kembali.

”Kami akan tegas, kalau terbukti maka akan kami keluarkan dari sekolah. Kami tidak mau masalah ini (tawuran, Red) terjadi lagi. Saya sama sekali tidak tahu kalau siswa kami melakukan tawuran,” tuturnya.

Ditambahkan Sutrisno juga, ancaman pemecatan siswa yang terlibat tawuran berdasarkan surat perjanjian antara sekolah dan orangtua siswa yang dibuat saat siswa mendaftar di sekolahnya. Selain tawuran, siswa yang memakai narkoba juga bisa dikeluarkan dari sekolah.

”Semua siswa kami tahu mengenai sanksi ini. Semua ini kami lakukan agar menertibkan pelajar nakal. Kami mengeluarkan siswa bermasalah tidak akan berdampak apa pun. Karena sanksi dikeluarkan dari sekolah itu sudah diketahui orangtua siswa juga,” cetusnya. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

DPO Curat Tewas Didor
DPO Curat Tewas Didor

Berita Sejenis

Gendeng, Tiga Tahun Ayah Cabuli Anak Angkatnya

Gendeng, Tiga Tahun Ayah Cabuli Anak Angkatnya

Malang nasib Bunga (bukan nama sebenarnya, red). Gadis berusia 16 tahun ini harus menjadi koran pencabulan. Pelaku tidak lain orangtua angkatnya sendiri.


10 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor Didor

10 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor Didor

Sepak terjang Andriyanto,31, dalam tindak criminal pencurian kendaraan bermotor (cunranmor) berhasil dihentikan polisi.


Gagal Rampas Tas, Dua ABG Dimassa

Gagal Rampas Tas, Dua ABG Dimassa

Aksi perampasan dengan melibatkan pelaku remaja kembali terjadi.


Dalang Tawuran yang Tewaskan Seorang ABG Diburu Polisi

Dalang Tawuran yang Tewaskan Seorang ABG Diburu Polisi

Tim Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Tegal Kota tengah memburu pelaku yang diduga sebagai dalang aksi tawuran.


Tujuh Jambret ABG Dibekuk Polisi

Tujuh Jambret ABG Dibekuk Polisi

Pelaku kejahatan memang tak mengenal usia. Terbukti, sebanyak tujuh anak baru gede (ABG) diringkus polisi.


Bawor Gasak Ratusan Botol Miras

Bawor Gasak Ratusan Botol Miras

Tim Bawor Satria Polres Banyumas kembali beraksi. Ratusan botol miras disita hasil razia akhir pekan lalu.


Baku Tembak, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak

Baku Tembak, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak

Angga Prasetyo (37), resedivis curanmor mobil yang sering beraksi di Tangerang Raya akhirnya tewas ditembak polisi.


Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Kesal Sering Dihina

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Kesal Sering Dihina

Polisi menetapkan Haris Simamora (HS), 23, sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Bekasi, Jawa Barat.


Begini Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Begini Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Senin 12 November 2018 sekira pukul 21.00, Haris Simamora (pelaku) mendatangi rumah korban dan menginap di rumah korban.


Tiga Anggota Komplotan Pelaku Curanmor Diringkus

Tiga Anggota Komplotan Pelaku Curanmor Diringkus

Satreskrim Polres Banyumas berhasil meringkus komplotan pelaku pencurian sepeda motor belum lama ini. Tiga pelaku berhasil diringkus dalam perkara ini.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!