Kriminal
Share this on:

Caleg Cabul Diciduk saat Menunggu Angkot

  • Caleg Cabul Diciduk saat Menunggu Angkot
  • Caleg Cabul Diciduk saat Menunggu Angkot

PASAMAN - Satreskrim Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat meringkus AH, calon legislatif (caleg) dari salah satu parpol peserta pemilu, setelah menjadi buron akibat tega mencabuli anak kandungnya, CA (17).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Imam Pribadi Santoso mengungkapkan, caleg cabul diringkus di tepi jalan wilayah Pauh, Sumatera Barat, pada Minggu (17/3) siang. Penangkapan ini selang tiga hari usai namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pada Kamis (14/3) lalu.

"Yang bersangkutan kami tangkap saat menunggu angkutan kota. Dan sampai kini, penyidik masih memeriksa intensif tersangka," kata Imam saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Senin (18/3).

Imam menjelaskan, tersangka dikenal licin. AH sempat kabur ke luar Sumatera Barat. Bahkan, pelariannya itu terdeteksi hingga Jakarta dan Depok, Jawa Barat.

"Tersangka kabur sampai kesana (Depok-red), setelah aksi cabulnya terkuak dan dilaporkan pihak keluarganya ke polisi, Kamis (7/3) pekan lalu," terang mantan Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota itu.

"Aksi kabur-kaburanya sangat licin. Anggota kami pernah terkecoh saat kami mengejar keJakarta. Sampai di sana, ternyata tersangka kemudian sudah di Depok," imbuhnya.

Diketahui, dia berhasil lolos dari kejaran polisi setelah kembali kabur ke Padang melalui jalur darat dengan menumpang angkutan bus ALS.

Imam menegaskan, atas perbuatannya tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis. Sebab tidak hanya melakukan aksi pencabulan terhadap sang anak, tapi dia juga kerap menyiksa buah hatinya.

"Kepada tersangka kita jerat dengan pasal berlapis, yakni UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, joucto Pasal 46 jo Pasal 8 huruf a UU No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga," tegasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pasaman BaratAKP Afrides Roema menambahkan, tersangka juga memotong rambutnya untuk mengelabui petugas. "Sebelum dipotong, agak gondrong. Saat kami tangkap, kepalanya nyaris dibotaki," terangnya.

Sebagai informasi, AH Caleg dari PKS nomor urut 4 untuk Daerah pemilihan (Dapil) Pasaman Barat III terungkap, setelah sang anak CA (17) mengadukan perbuatan cabul tersangka ke nenek. Kasusnya pun dilaporkan pihak keluarganya.

Dari pengakuan korban, kelakuan bejat ayahnya dilakukan sejak tujuh tahun saat dirinya berusia 10 tahun. Awalnya, AH diduga mengalami kelainan jiwa. Namun, setelah diperiksa, AH dinyatakan sehat jasmani maupun rohani.

Polisi pun menyebut, telah meminta keterangan sebanyak 5 orang saksi. Mereka di antaranya, korban, istri AH, nenek dan dua bidan dari rumah sakit.

Selain itu juga, polisi pun turut melibatkan ahli psikolog setempat guna penanganan kasus tersebut. Hasilnya,AH resmi ditetapkan oleh Polres Pasaman Barat menjadi tersangka, Kamis (14/3). (mhf/fin/tgr/zul)

Berita Sebelumnya

KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi
KPK Harus Kejar Orang Dekat Romi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Sedikitnya lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, dilaporkan hilang saat melaut di perairan dekat Pulau Diaoyutai, Taiwan.


Hendak Kabur saat Dikeler BNN, Napi Lapas Cipinang Ditembak Mati

Hendak Kabur saat Dikeler BNN, Napi Lapas Cipinang Ditembak Mati

Seorang narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur ditembak mati petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.


Seorang WNI Tewas saat Berkelahi di Malaysia

Seorang WNI Tewas saat Berkelahi di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 24 tahun, ditemukan tewas di sebuah lokasi proyek di Malaysia.


Ideologi Tak Sejalan, FPI Bisa Dilarang

Ideologi Tak Sejalan, FPI Bisa Dilarang

Hingga saat ini, proses pengajuan perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam (FPI) belum beres.


Kejagung Ciduk Buronan ke-107

Kejagung Ciduk Buronan ke-107

Buronan terpidana kasus pengrusakan lahan milik PTPN VII diciduk Tim Intelijen Kejati Lampung dan Kejari Kotabumi di tempat persembunyianya, Desa Sukada ilir.


Kejagung Tunggu Putusan Amnesti Baiq Nuril

Kejagung Tunggu Putusan Amnesti Baiq Nuril

Jaksa Agung HM Prasetyo tinggal menunggu hasil formal dari keputusan amnesti kepada Baiq Nuril dari Presiden Joko Widodo.


Minta Fee Proyek, Dua Oknum PNS Diciduk

Minta Fee Proyek, Dua Oknum PNS Diciduk

Budaya minta jatah seperti fee proyek ternyata bukan bancakan baru di tingkat kepala daerah yang tertangkap KPK.


Pemasok Sabu ternyata Teman Lama Nunung saat di Solo

Pemasok Sabu ternyata Teman Lama Nunung saat di Solo

Jaringan narkotika yang menyuplai sabu ke komedian Tri Retno alias Nunung dan suami belum selesai diusut jajaran Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.


58 Permohonan Gugatan Caleg Kandas di MK

58 Permohonan Gugatan Caleg Kandas di MK

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) calon legislatif tak semuanya dilanjutkan Mahkamah Konstitusi (MK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!