Kriminal
Share this on:

Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang

  • Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang
  • Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang

BEIJING - Pemerintah Cina mengklaim, sudah membebaskan sebagian besar orang dari kamp-kamp di Xinjiang, di mana sejumlah kelompok minoritas Muslim dilaporkan ditahan dan didoktrin ajaran komunisme.

"Sebagian besar orang yang sudah menerima pelatihan edukasi telah kembali ke masyarakat dan pulang. Sekarang ini, kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan studi dan mendapatkan pekerjaan," ujar wakil pemimpin Xinjiang, Alken Tuniaz, Rabu (31/7) kemarin.

Sempat menampik keberadaan kamp tersebut, Cina akhirnya mengakui bahwa mereka menahan jutaan warga minoritas Muslim, terutama dari komunitas Uighur, untuk mengikuti 'program re-edukasi'.

Pemimpin Xinjiang, Shohrat Zakir mengatakan, bahwa ada tiga topik penting yang diajarkan di kamp tersebut, yaitu hukum Cina, bahasa Mandarin, dan makna agama yang sesungguhnya. "Kami mengajarkan mereka bagaimana caranya melakukan aktivitas keagamaan yang normal, yang dilindungi oleh hukum," ujar Shohrat.

Meenanggapi klaim Cina tersebut, juru bicara untuk Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung pernyataan yang dibuat oleh wakil ketua Xinjiang Alken Tuniaz itu soal kembalinya orang-orang yang ditahan ke masyarakat.

AS mengatakan, Beijing harus mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia tanpa hambatan untuk mengakses klaim tersebut. Pasalnya, hingga kini Cina belum mengeluarkan angka terperinci untuk berapa banyak orang telah dikirim ke kamp-kamp.

Pihak berwenang juga membatasi akses bagi penyelidik independen. Para peneliti membuat perkiraan melalui berbagai metode seperti menganalisis dokumen pengadaan pemerintah dan citra satelit dari fasilitas.

Dapat diketahui, sejumlah warga yang pernah ditahan di kamp itu mengaku dipaksa untuk menanggalkan kepercayaan Islam mereka. Mereka juga dilarang mengikuti tradisi dalam ajaran Islam, seperti memanjangkan janggut. (der/zul/afp/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Warga Hongkong Rame-rame Pindah Kewarganegaraan

Warga Hongkong Rame-rame Pindah Kewarganegaraan

Warga Hongkon meminta negara persemakmuran untuk membuka diri baginya untuk mendapatkan status kewarganegaraan.


Penguatan Peran Negara Bisa Tangkal Radikalisme di Sekolah

Penguatan Peran Negara Bisa Tangkal Radikalisme di Sekolah

Radikalisme telah masuk ke Institusi pendidikan. Dalam hal ini negara harus segera bertindak untuk menetralisir generasi penerus bangsa terpapar dari doktrin ra


Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Tim Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melaksanakan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap Mathias Hubert Marie Echene (48), warga negara Perancis


Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

Insiden ledakan gudang amunisi Markas Komando Brimob Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/9) pagi, menyebabkan 44 rumah warga di sekitar rusak.


Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Lima perwira tinggi (Pati) Polri mendapat tugas dan jabatan baru dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


WNI Diperkosa di Malaysia

WNI Diperkosa di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia, diperkosa oleh pria warga India.


Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Penunjukan Irjen Pol Firli Bahuri menjadi Ketua KPK periode 2019-2023, mendapat apresiasi dari Polri.


10 WNI di Malaysia Terlibat Penyelundupan Manusia

10 WNI di Malaysia Terlibat Penyelundupan Manusia

Sedikitnya 10 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap kepolisian laut Malaysia, saat hendak meninggalkan negara itu secara ilegal dengan kapal.


Diduga Korupsi Danareksa, Petinggi CIMB Securities Digarap Kejagung

Diduga Korupsi Danareksa, Petinggi CIMB Securities Digarap Kejagung

Satu persatu petinggi CIMB Securities diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danar


WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia menjadi korban perampokan uang tunai sebanyak 1,24 juta Ringgit atau setara Rp4,1 miliar.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!