Kriminal
Share this on:

Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar

  • Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar
  • Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar

JAKARTA - Seorang warga negara Inggris diculik oleh enam orang yang diduga sindikat penculikan dengan meminta tebusan USD 1 juta atau sekira Rp14 miliar. Empat diantara para penculik adalah anggota kepolisian Polda Metro Jaya.

Warga negara Inggris yang diculik diketahui bernama Matthew Simon Craib. Dia diculik 30 Oktobber saat hendak pulang. Namun, hingga 31 Oktober matthew tak kunjung sampai di rumah. Kemudian rekan Matthew, Vitri Lugvianty melaporkan ke Polda Metro Jaya pada 31 Oktober yang tertuang dalam aduan bernomor LP/7002/X/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 31 Oktober 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono mengatakan pengungkapan kasus penculikan dan penyekapan tersebut berawal laporan Vitri. Dijelaskannya, peristiwa berawal ketika Simon meminta izin kepada Vitri untuk menemui Giovani pada 29 Oktober 2019. Simon mengaku kepada Vitri akan mengurus pekerjaan.

"Usai menemui rekan kerjanya, Simon memberitahu Vitri bahwa dirinya sedang menuju perjalanan pulang pada Rabu (30/10) dini hari. Namun, dalam perjalanan dia dicegat sejumlah orang dan diculik," terang Argo di Polda Metro Jaya, Senin (4/11) kemarin.

Rupanya, kata Argo, penculikan tersebut sudah direncanakan. Giovani, telah sudah merencanakan sebelum pertemuan terjadi. Untuk melancarkan aksinya, Giovani meminta tolong sang pacar, Nola Aprilia. Kemudian, Nola meminta tolong pada rekannya, Bripda Julia Bita Bangapadang yang bertugas di Siber Bareskrim Polri.

"Ternyata, Giovani selaku rekan kerja korban meminta pacarnya yaitu Nola Aprilia untuk merencanakan tindakan tersebut (penculikan)," ungkap Argo.

Selanjutnya, Bripda Julia Bita meminta tolong kepada pacarnya, Bripda Nugroho Putro Utomo dua polisi lainnya, yaitu Briptu Herodotus dan Bripda Sandika Bayu Segara. Ketiganya merupakan Anggota Satresnarkoba Polrestro Jaktim.

Dijelaskan Argo, para oknum polisi tersebut memiliki peran berbeda-beda. Bripda Julia Bita bertugas menyiapkan mobil minibus dan melakukan pengecekan lokasi keberadaan korban untuk dibuntuti di kawasan Petogogan Parc 19, Kemang, Jakarta Selatan.

"Serta meminta bantuan pacarnya atas nama Bripda Nugroho Putro Utomo, anggota Satresnarkoba Polrestro Jaktim," lanjut Argo.

Selanjutnya, para pelaku mencegat korban di Tol Lingkar Luar Barat Tangerang. Mereka dibantu rekan lainnya yakni Briptu Herodotus dan Bripda Sandika Bayu Segara.

"Para pelaku membawa korban ke Polda Metro Jaya, seolah-olah akan dilakukan pemeriksaan sebuah perkara, namun tidak jadi dilakukan pemeriksaan. Kemudian meminta bantuan petugas Provos yang saat itu berjaga di area Parkir Ditreskrimsus untuk memasukkan kembali korban ke dalam mobil," beber Argo.

Argo melanjutkan, dari Polda Metro Jaya, para pelaku kemudian membawa korban ke sebuah hotel dan meminta korban menghubungi atasannya yang bernama Pitt untuk meminta uang tebusan sebesar USD 1 juta. "Korban hanya bisa menyerahkan USD 400 ribu. Namun setelah terjadi negosiasi, diperoleh sejumlah USD 900 ribu," katanya.

Setelah itu, pelaku kemudian menukarkan uang yang didapat dalam bentuk dolar Amerika itu ke nilai rupiah di sebuah tempat penukaran uang kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tak hanya uang, pelaku juga menggasak tiga arloji merk Rolex dan 300 gram perhiasan korban.

Setelah berhasil mendapat uang USD 900 ribu atau sekitar Rp 12 miliar, para pelaku kemudian menukar uang dalam bentuk dolar ke rupiah di sekitar Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itulah, polisi menangkap pelaku.

"Sekitar pukul 13.00 WIB di Masjid Akbar Kemayoran Jakarta Pusat, para pelaku berhasil ditangkap," tandasnya.

Argo menjelaskan kini oknum polisi tersebut tengah diperiksa secara intensif oleh Propam Polda Metro Jaya. "Ada di Polda Metro. Pada intinya, kalau misalnya itu anggota melaksanakan tindak pidana, kita lakukan pemeriksaan ya, sesuai aturan yang berlaku," katanya. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

GM Hyundai Diduga Suap Bupati Cirebon Rp6 Miliar

GM Hyundai Diduga Suap Bupati Cirebon Rp6 Miliar

General Manager (GM) Hyundai Engineering Construction Herry Jung ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap perizinan di Kabupaten Cirebon.


Empat Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Empat Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Jumlah warga Indonesia yang terpapar narkotika saat ini mencapai 4 juta jiwa. Selain itu, 90 persen kejahatan jalanan dilakukan oleh para pecandu narkotika.


Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua warga negara (WN) Rumania diduga melakukan kejahatan perbankan dengan membobol 17 rekening. Salah satu pelaku ditembak mati polisi.


Pengusaha Penyuap Bupati Lampung Tengah Divonis Setahun

Pengusaha Penyuap Bupati Lampung Tengah Divonis Setahun

Dua pengusaha dinilai terbukti menyuap Bupati Lampung Tengah Mustafa senilai total Rp12,5 miliar.


Waspadai Buku KIR Palsu

Waspadai Buku KIR Palsu

Dua pelaku pemalsuan buku Kir kendaraan ditangkap polisi. Keduanya merupakan bapak dan anak yang telah beraksi selama 12 tahun.


Dewi Tanjung Coba Ngerjain Polisi

Dewi Tanjung Coba Ngerjain Polisi

Novel Baswedan menyebut laporan yang dilayangkan adalah tindakan yang berlebihan.politikus PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung


KPK Identifikasi Empat Potensi Masalah Program Dana Desa

KPK Identifikasi Empat Potensi Masalah Program Dana Desa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sedikitnya terdapat empat potensi masalah terkait program dana desa.


Penculik Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp83 Miliar

Penculik Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp83 Miliar

Tiga nelayan asal Indonesia yang diculik dan disandera, saat ini lalu, saat ini berada dalam cengkeraman kelompok lain.


Empat Desa 'Hantu' Harus Segera Ditelusuri

Empat Desa 'Hantu' Harus Segera Ditelusuri

Desa Hantu menjadi bahan perbincangan hangat belakangan ini. Penyebabnya, sebenarnya desa yang dimaksud itu fiktif.


Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada empat nama jenderal bintang dua (inspektur jenderal atau irjen) yang sangat berpotensi mengisi jabatan Kabareskrim.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!