Kriminal
Share this on:

Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

  • Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV
  • Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

SURABAYA - Dua pelaku pencurian burung yang menggunakan mobil di tiga tempat kejadian perkara (TKP) Perumahan Taman Wiguna Selatan, Gununganyar Surabaya Selasa (26/6) lalu akhirnya diringkus. Mereka adalah Eko Priyadika, 26, dan Muhammad Marsono, 24. Keduanya warga Jalan Mustika DKA, Wonokromo.

Menurut informasi, aksi pencurian itu dilakukan keduanya Selasa pukul 01.41. Awalnya Eko mengajak Marsono untuk jalan-jalan menggunakan mobil Avanza nopol L 1019 IA. Keduanya saat itu menggunakan mobil milik Agus yang dipinjam mertua Eko untuk taksi online.

Setelah berputar-putar, mereka sampai di Perumahan Taman Wiguna Selatan XI/1, Gununganyar. Di rumah tersebut, Eko tertarik melihat ada sangkar berisi love bird satu ekor.

“Karena pemilik tidur, Eko mencuri sangkar berisi burung dengan cara melompat pagar,” ujar Kapolsek Rungkut Kompol Esti Setija Oetami, didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut AKP Abdul Karim Selasa (17/7).

Setelah mencuri di TKP pertama, mereka berdua menyasar sangkar berisi seekor love bird di teras rumah di Taman Wiguna Selatan XII/5. Di lokasi kedua, Eko melancarkan aksinya dengan cara yang sama. Sementara Marsono menjadi pemantau situasi dan pengemudi.

“Di TKP ketiga mereka menggasak burung jalak yang ada di Perumahan Taman Wiguna Selatan V/19,” ungkapnya. Di TKP terakhir saat itu pelaku tak sadar jika aksinya terekam kamera closed circuit television (CCTV) yang berada di rumah korban.

Saat itu, Eko kebingungan karena sangkar burung Jalak terlalu besar dan tak bisa dimasukkan ke dalam mobil. Terpaksa sangkarnya ditinggal di depan rumah korban.

Setelah sukses mendapatkan tiga burung, pelaku lantas bergegas menuju ke kawasan Pasar Kembang. Di pasar burung itu itu, Eko menjual tiga burung hasil curian tersebut laku Rp 500 ribu.

Keesokan harinya, korban yang tahu burungnya raib lantas melapor ke Polsek Rungkut dengan membawa bukti rekaman CCTV. Dari rekaman CCTV tersebut, polisi mengantongi nomor polisi mobil yang digunakan pelaku.

“Setelah kami lacak STNK melalui sistem di Polda, kami temukan alamat pemilik mobil,” sambungnya.

Mendapatkan petunjuk, polisi lantas menuju alamat pemilik. Dan saat itu ternyata benar, mobil berada di Jalan Mustika DKA, Wonokromo. Kemudian mobil langsung disita dan diamankan ke mapolsek.

“Awalnya saat kami periksa pemilik mengelak. Kemudian kami pelajari lagi CCTV, dan ternyata pelaku memiliki ciri-ciri tato di lengan kirinya,” jelasnya.

Dari petunjuk tersebut, kemudian polisi lantas meringkus Eko yang memiliki ciri-ciri tatoo di lengan kiri. Saat diperiksa di mapolsek dan dicocokkan tatonya ternyata benar.

Saat diperiksa, Eko mengaku melakukan pencurian burung itu bersama Marsono tetangganya. “Marsono kami ringkus di bengkel tempat kerjanya di Jalan Semolowaru,” paparnya.

Marsono mengaku hanya diajak oleh Eko. Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai montir itu saat beraksi mendapat tugas sebagai pengemudi dan pemantau situasi. Sementara untuk uang hasil penjualan burung, semuanya dibawa oleh Eko.

“Saya hanya menerima rokok satu pak. Sebenarnya saya mau dikasih Eko, tapi nggak mau,” kata Marsono saat diinterogasi di hadapan penyidik.

Sementara itu Eko mengaku nekat melakukan pencurian itu karena dua bulan ini sudah tidak bekerja. Sebelumnya dia bekerja sebagai dirver taksi online. Namun karena ada masalah dia keluar. “Saya awalnya hanya ingin jalan-jalan,” kilah Eko kepada penyidik.

Barang bukti dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza nopol L 1019 IA dan dua sangkar burung.

Untuk memepertanggungjawabkan perbuatannya, mereka ditahan. Selain itu, mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

“Mereka terancam dibui tujuh tahun penjara,” tutup Esti. (rus/no/jog)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Nekat, Pria Paro Baya Curi Pagar Kuburan

Nekat, Pria Paro Baya Curi Pagar Kuburan

Bisa jadi sudah tidak ada barang lain yang dapat dicuri. Hingga akhirnya, besi pagar kuburan pun dicuri. Hal ini dilakukan RD alias Iwan.


Kompak, Kakak dan Adik Curi Semen Tetangga

Kompak, Kakak dan Adik Curi Semen Tetangga

Sebagai tetangga, harusnya bisa saling menjaga dan memperhatikan barang milik warga di lingkungan tempat tinggal.


Hendak Cari Kerja, Pacar Malah Dihabisi

Hendak Cari Kerja, Pacar Malah Dihabisi

Warga Dusun Teupah, Desa Matang Teupah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang digegerkan dengan temuan jenazah perempuan di sawah.


Mobil Rombongan Takziah Terguling ke Sawah, Satu Tewas Lima Luka-luka

Mobil Rombongan Takziah Terguling ke Sawah, Satu Tewas Lima Luka-luka

Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Lingkar Weleri, Kendal, Minggu lalu (26/8).


Avanza Terseret Bangunkarta, Pengemudi Tewas Seketika

Avanza Terseret Bangunkarta, Pengemudi Tewas Seketika

Endang Rahmat (43), tewas seketika setelah mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api Bangun Kerta di Perlintasan Kereta Bulak Kapal.


Digerebek Polisi, Joki Balap Liar Kocar-kacir

Digerebek Polisi, Joki Balap Liar Kocar-kacir

Suara dan terang lampu sirine mobil patroli anggota Satlantas Polres Ponorogo membuat puluhan pemuda di Jalan Baru semburat.


Darah Tinggi Kambuh, Sopir Pajero Tewas Tabrak Dua Mobil Parkir

Darah Tinggi Kambuh, Sopir Pajero Tewas Tabrak Dua Mobil Parkir

Gara-gara diduga darah tinggi kambuh, Karmadi (57), pengemudi Mitsubishi Pajero L 1091 FG tewas seketika.


Curi 11 Lempengan Besi, Pemuda Tanggung Dibekuk Polisi, Satu Buron

Curi 11 Lempengan Besi, Pemuda Tanggung Dibekuk Polisi, Satu Buron

Rizki Fauzi (20), warga Desa Pait Kecamatan Siwalan kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum.


Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Niat hati ingin mencuri sebuah sepeda motor dari dalam lingkungan kompleks pondok pesantren, dua orang pemuda justru mengalami nasib apes.


Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta

Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta

Hamdi Zulfahmi (35) dan Usman (31) terus meringis ketika turun dari mobil khusus anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!