Kriminal
Share this on:

Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK

  • Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK
  • Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap pengaturan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. Perkara ini menjerat Bupati Indramayu Supendi sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan dilakukan di dua lokasi yakni di Indramayu dan Cirebon. Penggeledahan tersebut dilaksanakan sejak Kamis (17/10) dan berlanjut hingga Jumat (18/10).

"Informasi penggeledahan, KPK melakukan penggeledahan dalam dua hari ini di Indramayu dan Cirebon," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (18/10) kemarin.

Febri memaparkan, pada Kamis, tim menggeledah enam lokasi. Penggeledahan pertama menyasar rumah tersangka sekaligus Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah di Cirebon. Selanjutnya, penggeledahan menyasar kediaman tersangka Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono yang juga berlokasi di Cirebon.

"Penggeledahan juga dilakukan di rumah tersangka pihak swasta CAS (Carsa AS), rumah pribadi Bupati Indramayu Supendi di Indramayu, rumah mantan Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin, dan rumah saksi," tutur Febri.

Febri menyatakan, tim berhasil menyita uang Rp20 juta dan sejumlah dokumen proyek Dinas PUPR Indramayu dari kediaman Omarsyah. Lalu, Jumat (18/10), KPK melanjutkan penggeledahan di dua lokasi di Indramayu. Adapun tempat yang disasar yakni Kantor Bupati dan Dinas PUPR.

"Tim masih di lapangan, update informasi akan kami sampaikan kembali," ucap Febri.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu tahun 2019. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, para tersangka adalah Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, dan Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono yang diduga sebagai penerima suap. Suap diberikan oleh pihak swasta bernama Carsa AS.

“Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019,” ujar Basaria dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/10) lalu.

Basaria menyatakan, pemberian uang yang dilakukan Carsa kepada Supendi dan pejabat di Dinas PUPR diduga merupakan komitmen fee sebesar 5-7 persen dari nilai proyek pembangunan tujuh jalan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sejumlah Rp15 miliar. Dengan perincian, Supendi menerima total Rp200 juta, Omarsyah Rp350 juta dan sepeda, serta Wempy Rp560 juta.

“Uang yang diterima OMR (Omarsyah) dan WT (Wempy Triyono) diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan bupati, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri,” kata Basaria.

Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK di Indramayu dan Cirebon pada Senin (14/10) malam. Dalam kegiatan tersebut, tim berhasil mengamankan delapan orang dan menyita uang senilai Rp685 juta serta sebuah sepeda. (riz/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

GM Hyundai Diduga Suap Bupati Cirebon Rp6 Miliar

GM Hyundai Diduga Suap Bupati Cirebon Rp6 Miliar

General Manager (GM) Hyundai Engineering Construction Herry Jung ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap perizinan di Kabupaten Cirebon.


Waspadai Penyiraman Air Keras di Jalan!

Waspadai Penyiraman Air Keras di Jalan!

Masyarakat diminta waspada terhadap teror penyiraman air keras. Tiga peristiwa beruntun terjadi di Jakarta dengan korban delapan siswi SMP dan seorang penjual s


Diperiksa KPK, Mantan Menag Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan

Diperiksa KPK, Mantan Menag Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan

Lukman Hakim Saifuddin dipanggil penyelidik dalam kapasitas sebagai saksi penyelidikan yang tengah dijalani oleh KPK.


KPK Dituding Sewenang-wenang Sita Harta Adik Ratu Atut

KPK Dituding Sewenang-wenang Sita Harta Adik Ratu Atut

Anggota tim kuasa hukum Wawan mengatakan terdapat sejumlah keberatan yang diajukan tim kuasa hukum dalam eksepsi Wawan.


Penyuap Pegawai Pajak Dijebloskan ke Penjara

Penyuap Pegawai Pajak Dijebloskan ke Penjara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim.


Dua Bos PTPN Digarap KPK

Dua Bos PTPN Digarap KPK

Pertama Direktur Utama (Dirut) PT PTPN X Dwi Satriyo Annugora. Sedangkan yang kedua Dirut PTPN XI Gede Meivera Utama Andjana Putra.


Australia Darurat Karhutla

Australia Darurat Karhutla

Cuaca panas dan angin kencang yang melanda sejumlah negara bagian di Ausralia, Selasa (12/11) kemarin, sudah dalam kondisi katastrofe (bencana besar).


KPK Dorong Pemerintah Daerah Benahi DTKS

KPK Dorong Pemerintah Daerah Benahi DTKS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan pembenahan basis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).


Praperadilan Ditolak, Imam Nahrawi Hormati Putusan Hakim

Praperadilan Ditolak, Imam Nahrawi Hormati Putusan Hakim

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nah


KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak bisa menerka kasus korupsi yang pernah dilaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lembaga antirasuah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!