Kriminal
Share this on:

Delapan Pasang Bukan Suami Istri Dicidukk

  • Delapan Pasang Bukan Suami Istri Dicidukk
  • Delapan Pasang Bukan Suami Istri Dicidukk

SEMBUNYIKAN MUKA - Salah satu pasangan bukan suami istri yang terjaring saat Operasi Pekat Cipta Kondisi di kos Kota Purwodadi, kemarin. (sirojul munir/jpnn)

GROBOGAN - Delapan pasang bukan suami istri diciduk Polsek Purwodadi dalam Operasi Pekat Cipta Kondisi di kos-kosan dan hotel kemarin. Selain itu, Polsek Purwodadi juga membawa dua orang perempuan yang tidak memiliki identitas jelas.

Operasi tersebut, dimulai di kos-kosan di Jalan Hayam Wuruk, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan Ganesha. Kemudian dilanjutkan di hotel yang berada di Jalan Gajah Mada. Petugas meminta izin kepada pemilik kos dan hotel.

Lalu petugas masuk ke setiap kamar. Beberapa kamar ada yang kosong. Namun, ada kamar yang dikunci dari dalam. Petugas mengetuk pintu. Ada yang nekat masih dikunci dan ada yang dibuka.

Setelah dibuka ada laki-laki dan perempuan di dalam kamar. Ada yang baru mengenakan pakaian, ada yang di dalam kamar mandi, dan ada yang baru pakai kerudung. Petugas meminta identitas satu-persatu penghuni kamar. Ternyata setelah dicek, pasangan di dalam kamar itu, bukan suami istri.

”Hasil dari Operasi Pekan Cipta Kondisi ini, kami mendapatkan delapan pasang bukan suami istri. Juga dua orang tidak memiliki identitas yang tak jelas,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanti usai Operasi Cipta Kondisi Kondisi kemarin.

Dikatakan, razia di kos-kosan dan hotel tersebut, dilaksanakan dalam rangka Operasi Cipta Kondisi. Yakni untuk masa Pemilu 2019 yang harus dijaga kondusitivitas. Identitas pasangan tidak suami istri rata-rata orang pekerja.

”Pengakuan dari pasangan ini sudah kenal dan mengajak ketemu di hotel. Jadi, ke hotel satu kamar apa yang dilakukan? Apalagi pasangan ini mempunyai suami istri yang sah,” terangnya.

AKP Sugiyanto menuturkan, untuk proses bagi pasangan mesum tersebut, pihaknya melakukan pembinaan. Yakni dengan setiap pasangan ini membuat surat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

”Jika pasangan ini masih nekat melakukan lagi, kami akan datangi keluarganya. Mereka harus tanggung jawab atas perbuatannya,” tandasnya.

Salah satu pasangan bukan suami istri yang terciduk di dalam kamar hotel mengaku, janjian bersama pasangannya ketemu di hotel. Setelah kenal, pasangan ini sering telepon dan mengisim pesan Whatsapp (WA). Lalu, berlanjut sampai ”eksekusi” di hotel.

”Saya orang Grobogan, Mas. Pasangan saya orang Solo. Kami ketemuan di sini (salah satu hotel di Purwodadi, Red). Baru masuk kamar sudah diciduk. Tadi ada ramai-ramai, ternyata polisi,” kata perempuan yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Selain pasangan itu, ada pasangan tertangkap yang berprofesi sebagai guru. Namun, dirinya membantah bahwa dirinya sedang berduaan. Saat berada di hotel, dirinya mengaku hanya menghantarkan tiket bus dan menjemput pasangannya ke terminal.

”Saya belum apa-apain kok dibawa ke polsek. Saya antar tiket. Ini buktinya ada tiketnya,” aku perempuan lainnya. Delapan pasangan tersebut, kemudian didata dan diberi pembinaan. (mun/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Soal Revisi UU, KPK tantang Fahri Hamzah

Soal Revisi UU, KPK tantang Fahri Hamzah

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menegaskan usulan RUU inisiatif revisi UU KPK bukan atas permintaan lembaga antirasuah.


Dua Sopir Jadi Tersangka, Pemilik Dump Truk Maut Harus Dipanggil

Dua Sopir Jadi Tersangka, Pemilik Dump Truk Maut Harus Dipanggil

Polisi segera memeriksa pemilik dump truk maut penyebab tabrakan beruntun yang menewaskan delapan orang di Tol Cipularang, Senin (2/9) lalu.


Benny Wenda: Musuh Kami Bukan Orang Indonesia

Benny Wenda: Musuh Kami Bukan Orang Indonesia

Ketua Persatuan Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, mengatakan bahwa selama ini masyarakat Papua tidak pernah menganggap orang Indone


Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Istana Direncanakan

Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Istana Direncanakan

Polisi bersikap tegas terhadap aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada Rabu (28/8). Delapan orang langsung ditetapkan sebagai tersangka.


Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Pengadilan Singapura memvonis delapan bulan penjara seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, karena terbukti telah membanting anak majikannya.


Wajar Jokowi Sindir Kinerja KPK

Wajar Jokowi Sindir Kinerja KPK

Penegakan hukum memang tidak pandang bulu. Tapi masifnya penangkapan, maupun operasi tangkap tangan, bukan bentuk keberhasilan dari sisi pencegahan.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Nunung dan Suami Hanya Direhabilitasi

Nunung dan Suami Hanya Direhabilitasi

Tersangka kasus narkotika komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung bersama suaminya July Jan Sambiran dinyatakan harus direhabilitasi medis atau sosial.


Taswin Nur Orang Kepercayaan Pejabat PT INTI

Taswin Nur Orang Kepercayaan Pejabat PT INTI

PT INTI membantah dua orang yang terjaring OTT KPK, Rabu (31/7) dan Kamis (1/8) lalu, bukan pegawai perusahaan.


Gangguan Sistem Bank Mandiri Bukan Aksi Hacker

Gangguan Sistem Bank Mandiri Bukan Aksi Hacker

Bank Mandiri menegaskan gangguan sistem yang terjadi, Sabtu (20/7) lalu, bukan karena ulah hacker.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!