Kriminal
Share this on:

Demi Uang, Irfan Tega Curi Harta Adiknya

  • Demi Uang, Irfan Tega Curi Harta Adiknya
  • Demi Uang, Irfan Tega Curi Harta Adiknya

PONTIANAK - Irfandi Sufiandi memang keterlaluan. Lelaki 33 tahun itu tak pandang bulu dalam menjalankan aksi kejahatannya. Demi uang, adik kandungnya pun dijadikan korban.

Bersama temannya, Mandiri Sandi (32), Irfan melakukan aksi pencurian di rumah adiknya, Ria Linandi (32), di Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Formula, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, awal Februari lalu.

“Saat ini kedua tersangka sudah kita tahan,” ujar Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis kepada sejumlah wartawan, Jumat (23/2) siang.

Awal kejadian, diceritakan Bermawis, saat Irfan berkunjung ke rumah Sandi di Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Sederhana, Kelurahan Sungai Beliung, Rabu, 7 Februari sekira pukul 23.30 Wib. Tak lama berada di rumah itu, Irfan langsung mengajak Sandi mencuri di rumah Ria.

“Yok Boy, tempat adik aku yok. Ngambil HP dan laptop yuk,” kata Bermawis menirukan ucapan Irfan. Oleh Sandi pun menyetujui ajakan itu sambil mengatakan, "Ayoklah".

“Setelah sepakat, keduanya langsung bergegas ke rumah korban tak lain adalah adik kandung Irfan," ujar Bermawis.

Sesampainya di depan rumah korban, lanjut Bermawis menceritakan, Sandi mematikan lampu depan garasi dengan cara memutar bola lampu tersebut. Setelah kondisi dipastikan aman, keduanya masuk melalui pintu garasi yang telah dibuka oleh Sandi terlebih dahulu.

Tak menunggu lama, mereka kemudian berusaha membuka pintu rumah korban. Namun upaya itu gagal. "Kedua tersangka tidak bisa masuk dan membatalkan niatnya melakukan pencurian HP dan laptop milik adik Irfan," terang Bermawis.

Tak mau pulang tanpa hasil, keduanya melarikan sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu hitam yang terparkir di garasi tersebut. "Pencurian motor itu, ide Sandi. Oleh Irfan, menyetujuinya," ujar Bermawis.

Merasa kurang, Irfan juga mencoba mencuri barang lain di garasi tersebut. Pandangannya langsung mengarah kepada mesin pencucian kendaraan.

“Sepeda motor tersebut dikeluarkan Sandi dari garasi. Sementara Irfan mengeluarkan mesin pencucian sepeda motor warna hijau tua itu,” tutur Bermawis.

Dua barang yang dicuri itu langsung dibawa ke rumah Sandi. Mereka kemudian berubah pikiran. Barang curian tersebut lalu dibawa ke kos-kosan Irfan di dekat Jembatan Kapuas I, Pontianak Timur, sekira pukul 03.00 Wib. “Setelah itu, Irfan mengantar Sandi pulang,” ujarnya.

Tiga hari kemudian, tepat pada Sabtu 10 Februari, sekira pukul 04.00 Wib, Irfan dan Sandi berangkat menuju Kabupaten Sanggau menggunakan sepeda motor hasil curian tersebut.

Setibanya di Bumi Daranante itu, kedua tersangka menunggu kedatangan Rege, teman mereka.

Sekira pukul 13.00 Wib, Rege dan seorang orang temannya menghampiri kedua tersangka untuk bertransaksi.

"Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya sepeda motor tersebut laku seharga Rp5,2 juta. Lalu kedua tersangka pulang ke Pontianak menggunakan taksi," jelas Bermawis.

Kemudian, pada Minggu, 18 Februari, sekira pukul 19.30 Wib, Irfan kembali menjual mesin pencucian kendaraan yang dicurinya kepada Hamdani (43), seharga Rp650 ribu.

Irfan dan Sandi tak menyadari bahwa kasus pencurian yang membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta ini telah dilaporkan ke Polsek Pontianak Barat. Setelah mendapat laporan sejak hari kehilangan itu, anggota Reskrim Polsek Pontianak Barat langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

"Dalam penyelidikan, anggota mendapatkan informasi dari seseorang bahwa Irfan ada menjual mesin pencucian kepada warga. Setelah mesin itu dicek, ternyata benar sama dengan cirri-ciri yang disebutkan korban,” terang Bermawis.

Kemudian, Selasa (20/2) sekira pukul 19.30 Wib anggota mendapatkan informasi bahwa Irfan akan bermain ke rumah adiknya yang menjadi korban tersebut. Anggota langsung meluncur ke rumah korban.

"Sampai di rumah korban, anggota langsung melakukan penangkapan terhadap Irfan. Kemudian dia diamankan ke Polsek Pontianak Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tegas Bermawis.

Hasil pemeriksaan Irfan yang juga beralamat di Jalan Srikaya I, Kelurahan Sungai Jawi Luar ini mengakui perbuatan jahatnya bersama Sandi. "Irfan mengakui bahwa benar dia yang telah melakukan pencurian di rumah adiknya," ucap Bermawis.

Selanjutnya, Rabu (21/2) sekira pukul 02.00 Wib anggota melakukan penangkapan terhadap Sandi dan Hamdani di rumah masing-masing. Mereka ditangkap tanpa perlawanan. Sandi dan Hamdani beserta barang bukti kemduian diamankan di Mapolsek Pontianak Barat untuk dilakukan pemeriksaan.

Barang bukti diamankan, sepeda motor jenis Honda Beat warna putih biru bernopol KB 5844 OA sebagai sarana kejahatan dan mesin pencucian kendaraan hasil curian. “Sedangkan sepeda motor korban masih dalam pencarian,” katanya.

Saat ini, ketiga pelaku masih ditahan di Polsek Pontianak Barat. Sandi dijerat pasal 363 KUHP, Irfan dijerat pasal 367 KUHP sedangkan Hamdani dijerat pasal 480 KUHP. (amb/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dapat Bisikan Gaib demi Ilmu Kebal, Pemuda Nekad Bunuh Pemotor

Dapat Bisikan Gaib demi Ilmu Kebal, Pemuda Nekad Bunuh Pemotor

Usai sudah pelarian Akim alias Arah (24). Setelah buron selama 10 bulan, dia akhirnya dibekuk polisi.


Mengaku Membutuhkan Uang untuk Biaya Kuliah Anak

Mengaku Membutuhkan Uang untuk Biaya Kuliah Anak

Nekat mencuri kotak amal milik Masjid Nurul Muhajirin yang beralamat di Jalan A Yani Km 30,5, Kelurahan Guntung Payung, Landasan Ulin, Senin (6/8) tadi.


Curi 11 Lempengan Besi, Pemuda Tanggung Dibekuk Polisi, Satu Buron

Curi 11 Lempengan Besi, Pemuda Tanggung Dibekuk Polisi, Satu Buron

Rizki Fauzi (20), warga Desa Pait Kecamatan Siwalan kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum.


Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Niat hati ingin mencuri sebuah sepeda motor dari dalam lingkungan kompleks pondok pesantren, dua orang pemuda justru mengalami nasib apes.


Ibu dan Anak Kompak Edarkan Upal

Ibu dan Anak Kompak Edarkan Upal

Sepasang ibu dan anak, warga Dusun Kendalduwur Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang ternyata sudah lima kali mengantarkan Uang Palsu kepada pemesan.


Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

Dua pelaku pencurian burung yang menggunakan mobil di tiga TKP Perumahan Taman Wiguna Selatan, Gununganyar Surabaya Selasa (26/6) lalu akhirnya diringkus.


Tak Bayar Uang Sewa, Gadis Penyewa Mobil Ditahan

Tak Bayar Uang Sewa, Gadis Penyewa Mobil Ditahan

HYM (22), perempuan muda warga Desa Losari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang harus berurusan dengan polisi.


Tidak Dipinjami Uang dan Motor, Rekan Sendiri Dianiaya

Tidak Dipinjami Uang dan Motor, Rekan Sendiri Dianiaya

Tidak dipinjami uang dan motor menjadi alasan Frans Aditiya (29), warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara, Panjang, menganiaya rekannya.


Toko Sosis Kemalingan, Uang Ratusan Juta Raib

Toko Sosis Kemalingan, Uang Ratusan Juta Raib

Toko sosis di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, kemalingan. Aksi pencurian terekam kamera CCTV dan beredar di media sosial (medsos) kemarin.


Dicuriga Akan Curi Motor, ABG Dimassa

Dicuriga Akan Curi Motor, ABG Dimassa

Mabuk jamur kotoran sapi berujung babak belur dihajar warga.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!