Kriminal
Share this on:

Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

  • Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat
  • Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

EVAKUASI - Korban bunuh diri saat dievakuasi petugas, kemarin. (sulung pamanggih/radar pemalang)

COMAL - Diduga menanggung depresi lantaran dilaporkan ke polisi atas perkara yang menimpanya, seorang kakek di Desa Kebojongan Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, Kasnawi (67), nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Rabu (25/4).

Dia ditemukan oleh keluarganya dengan leher sudah terjerat tali jemuran yang diikatkan ke kayu usuk di bagian dapur rumahnya. Diketahuinya jenasah korban pertama kali adalah saat istri korban, Daryuni (65), hendak mengambil air wudlu sekitar pukul 05.00.

Kaki korban tampak sudah tergantung di sisi kursi. Sontak, dia pun berteriak meminta tolong kepada anaknya. "Setelah itu kita lapor ke perangkat desa,"katanya.

Kapolsek Comal AKP Tarkhim membenarkan kejadian itu. Menurutnya, dari bukti-bukti yang ada, seperti lidah terjulur, keluarnya air mani, termasuk tali simpul di leher belakang, korban murni bunuh diri. Dari hasil periksaan medis, korban diperkirakan melakukan aksi nekat itu pada malam harinya.

"Dari hasil pemeriksaan medis, korban sudah meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan, dan itu murni bunuh diri," ujarnya.

Dijelaskan, sebelum menggantungkan diri, korban memanjat kursi plastik untuk ancang-ancang. Jarak kaki korban ke lantai sekitar 40 cm.

Dari keterangan Kapolsek, depresi yang ditanggung korban adalah menyangkut persoalan keluarga, yang terjadi dua hari yang lalu. "Depresinya karena persoalan keluarga ya, terkait PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak)," jelasnya. (sul/har/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!