Kriminal
Share this on:

Diduga Dianiaya, Balita Tewas Mengenaskan

  • Diduga Dianiaya, Balita Tewas Mengenaskan
  • Diduga Dianiaya, Balita Tewas Mengenaskan

KEJI - Seorang kerabat menunjukkan foto Winda Wulansari balita berusia 1,5 tahun yang tewas diduga dianiaya ibu kandungnya. (deny iskandar/indopos)

BEKASI - Dugaan kasus kekerasan terhadap balita (bayi di bawah lima tahun, Red) kembali terjadi. Kali ini, kasus itu menimpa Winda Wulansari (berusia 1,5 tahun). Balita anak pasangan suam istri (pasutri) Angga Irawan, 24 dan Siti Khanipah, 27 itu tewas dengan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Bocah malang itu diduga dianiaya ibu kandungnya sendiri. Peristiwa penganiayaan yang menewaskan bocah yang akrab disapa Winda itu terjadi di sebuah rumah di Jalan Plebesit RT 01/04, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Peristiwa nahas itu terkuat saat Winda mendadak meninggal dunia, Minggu (4/2).

Saat para tetangga melihat jasad Winda, mereka curiga lantaran menemukan banyak luka lebam di tubuh balita malang tersebut. ”Kami melihat luka lebam di tubuh korban saat jasadnya disemayamkan sebelum dikubur. Lukanya ada di bagian paha kanan dan kiri, lengan kanan dan kiri, serta wajah,” terang salah satu tetangga korban, Marino, 50, kemarin.

Bukan hanya satu orang tetangga yang melihat luka memar ditubuh Winda tersebut. Akibat kecurigaan itu, warga lantas melaporkan ke polisi tentang kejanggalan banyaknya luka di tubuh balita malang tersebut. Bahkan menurut keterangan sejumlah warga, saat kasus ini mau dilaporkan ke polisi, kedua orang tua Winda melarang.

Mereka mengaku sudah mengikhlaskan kematian putrinya tersebut. Tapi warga bersikukuh melaporkan kematian janggal bocah periang itu ke polisi. Aparat Polsek Bekasi Timur bersama Polres Metro Bekasi Kota, yang mendapatkan laporan warga bergerak cepat mendatangi rumah korban.

Sejumlah polisi yang melakukan pemeriksaan awal, lantas mengamankan Khanipa, ibunda Winda. Polisi juga membawa jasad Winda ke Rumah Sakit (RS) Polri dr Soekamto, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematian bocah yang tengah lucu-lucunya tersebut.

Angga Irawan, ayah Winda yang menemani jasad putri semata wayangnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses otopsi mengaku sangat terpukul dengan kematian Winda. Dia mengaku bila memang istrinya melakukan penganiayaan terhadap anaknya maka harus bertanggung jawab.

Apalagi, ujarnya juga, kabar yang beredar dari para tetangga kasus penganiayaan yang dialami Winda sudah berlangsung sejak lama. Itu dikuatkan dengan keterangan tetangga rumah tempat korban tinggal yang bernama Yanto, 34. Pria itu mengaku sempat mendengar jeritan Winda ketika masih hidup.

Suara jeritan memilukan itu terdengar saat Winda sedang sakit. ”Saat Winda sedang sakit saya mendengar suara tangisanya yang histeris. Kabarnya Winda tak mau meminum obat, dan Khanipah saya dengar malah mencubitnya,” katanya. Dia berharap agar kasus itu diusut tuntas oleh polisi.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Indarto membenarkan adanya kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan orang tua kepada anak kandungnya sendiri hingga meninggal dunia. Sayangnya pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

”Masih lidik (penyelidikan, Red) kasusnya. Kami masih mencari alat bukti terkait adanya dugaan penganiayaan itu. Makanya kami belum bisa menjelaskan secara detail kasus dugaan penganiayaan ibu kepada anaknya ini,” ucapnya juga. (dny/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Awal Ramadan ini terasa sulit bagi Aminatun sekeluarga. Anak ketiganya, Farikah Amafiroh (18) menghilang usai pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arwaniyyah.


Pencuri Mesin ATM Diciduk

Pencuri Mesin ATM Diciduk

Seorang pria yang diduga terlibat dalam pembobolan dan pencurian mesin ATM BNI di Sapugarut, Buaran, Kabupaten Pekalongan.


Tiga Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan

Tiga Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan

Kasus penganiayaan yang diduga melibatkan sejumlah oknum polisi terhadap enam pemuda di Kelurahan Afe Taduma, Ternate Barat mulai menemukan titik terang.


Terkubur 13 Jam, Pekerja Galian PAM Jaya asal Brebes Tewas

Terkubur 13 Jam, Pekerja Galian PAM Jaya asal Brebes Tewas

Setelah dilakukan upaya penyelamatan selama 13 jam lebih, akhirnya pekerja galian PT PAM Jaya bernama Tarno (42), berhasil ditemukan.


Koma Sepekan, Tahanan Titipan Tewas

Koma Sepekan, Tahanan Titipan Tewas

Tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Rembang Edo Ibnu Darmanto meninggal, Jumat lalu (27/4).


Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

Diduga menanggung depresi lantaran dilaporkan ke polisi atas perkara yang menimpanya, seorang kakek, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.


Tawuran, Seorang Pelajar Tewas

Tawuran, Seorang Pelajar Tewas

Tawuran antar kelompok pelajar terjadi di Jalan Lingkar Kaliwungu, Kendal.


Kelompok Remaja Diamuk Massa, Seorang Tewas 2 Terluka

Kelompok Remaja Diamuk Massa, Seorang Tewas 2 Terluka

Aksi amuk massa terjadi di depan rumah tahanan (Rutan) Demak, Minggu (22/4) dinihari sekitar pukul 02.15.


Tenggak Miras Oplosan, Lima Lansia Tewas

Tenggak Miras Oplosan, Lima Lansia Tewas

Lagi, minuman keras (miras) oplosan memakan korban jiwa.


Dituduh Terlibat Kecelakaan, Buruh Tewas Dikeroyok

Dituduh Terlibat Kecelakaan, Buruh Tewas Dikeroyok

Satuan Reserse Kriminal Polsek Sragi Polres Pekalongan meringkus ketiga pelaku pengeroyokan yang menewaskan SK (53).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!