Kriminal
Share this on:

Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri

  • Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri
  • Diduga Gagal Move On, Mahasiswa Pilih Gantung Diri

KWANDANG - "Selamat jalan semuanya," begitu kicauan terakhir Faisal Buheli (22), warga Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara (Gorut) melalui akun Facebooknya, Jumat (16/2) pukul 20.20 Wita.

Sekitar setengah jam setelah itu, mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo ini ditemukan tewas gantung diri dengan kabel listrik di lehernya. Sontak, linimasa pada akun Facebook milik Faisal Buheli dibanjiri komentar oleh keluarga dan rekan-rekannya, termasuk seorang di antaranya adalah dari akun milik Melsa Jasmin.

Ya, menurut informasi yang beredar, Melsa merupakan kekasih dari Faisal. Namun ada juga sumber yang menyebutkan mereka masih ada ikatan keluarga.

Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post (jawa Pos group), hubungan Faisal dan Melsa kurang harmonis belakangan ini. Terlebih saat Melsa baru pulang dari luar daerah, tidak mau lagi bertemu dengan Faisal.

Dari situlah, beberapa hari sebelum ditemukan tewas gantung diri, pada linimasa akun Facebook milik Faisal Buheli dipenuhi dengan kicauan patah hati. "Rasa-rasa somo kase akhir ini samua," tulis mendiang Faisal pada 15 Febuari pukul 23.04 Wita di status Facebook miliknya.

Sebelum ditemukan tewas, Faisal masih berada di rumah orang tuanya di Desa Ponelo Ponelo Kepulauan Gorut. Jhoni Buheli, salah satu sepupu korban, masih berada bersamanya saat itu dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

Jhoni pun sempat meninggalkannya sebentar untuk Salat Magrib, sekitar pukul 17.50 Wita. Namun saat kembali, Jhoni tidak menemukan Faisal lagi. Nanti setelah melihat status Facebook milik Faisal, barulah Jhoni bersama keluarga mulai mencarinya.

Mereka mencari di setiap sudut di Desa Ponelo, dan akhirnya sekitar pukul 21.00 Wita, Jhoni bersama keluarga menemukannya sudah tergantung di sebuah tiang listrik, sekitar 1 Kilometer dari kediamannya. Faisal mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan kabel yang dililit di lehernya.

Faisal pun langsung dievakuasi dan dibawa ke kediamannya. Dari kejadian ini, pihak keluarga menyebutkan bahwa Faisal mengakhiri hidupnya tepat pada hari kelahirannya.

Tak menunggu lama, kabar kepergian Faisal tersebut langsung menyebar, terutama di akun media sosial Facebook miliknya yang dibanjiri komentar duka, tak terkecuali milik Melsa Jasmin. Bahkan, pada akun FB miliknya Melsa menulis, "Selamat jalan. Aku menyayangimu. Terima kasih telah memberikan kepercayaan yang penuh kau berikan kepadaku untuk meluapkan smua kesah gulanda yg kau rasakan. Mana janji yang kau ucap dulu? Kau akan kuat, sabar, tegar bersamaku tapi apa? Kau langar semuanya. Tenang di alam sana sodara, kerabat, teman dekat doa kami selalu bersamamu.. Kau tetap di hati kami dan takkan terganti..Aku janji," begitu tulisannya.

Wartawan Gorontalo Post pun mencoba menghubungi pemilik akun Melsa Jasmin untuk mengkonfirmasi apakah benar mereka berdua memiliki hubungan spesial. Via massenger, Melsa dengan tegas membantah jika dirinya berpacaran dengan korban, "Cuma kakak sepupu," tegas Melsa. Bahkan, setelah itu Melsa enggan lagi menjawab beberapa pertanyaan wartawan, "No comment," katanya.

Kapolsek Kwandang, AKP Dwi Okta Herianto, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. Adapun indikasi korban melakukan perbuatan nekat tersebut diduga kuat karena depresi dengan pacarnya yang baru pulang dari luar daerah namun tidak mau lagi bertemu dengannya.

"Indikasi lain belum ada, jadi ini kuat dugaan ini murni bunuh diri," tandas Dwi Okta. (TR-58/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Pelaku Begal Diminta Menyerahkan Diri

Dua Pelaku Begal Diminta Menyerahkan Diri

Dua dari empat pelaku begal yang berhasil melarikan diri usai beraksi pada Jumat (8/6) di perbatasan Desa Penawar dengan Desa Kemantan Hilir, Kerinci.


Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Awal Ramadan ini terasa sulit bagi Aminatun sekeluarga. Anak ketiganya, Farikah Amafiroh (18) menghilang usai pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arwaniyyah.


Pencuri Mesin ATM Diciduk

Pencuri Mesin ATM Diciduk

Seorang pria yang diduga terlibat dalam pembobolan dan pencurian mesin ATM BNI di Sapugarut, Buaran, Kabupaten Pekalongan.


Geledah Rumah Bomber, Polisi Temukan 54 Bom Rakitan

Geledah Rumah Bomber, Polisi Temukan 54 Bom Rakitan

Detasemen Khusus 88 Mabes Polri dan Tim Gegana Polda Jatim menggeledah rumah terduga teroris Tri Murtiono, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.


Tiga Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan

Tiga Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan

Kasus penganiayaan yang diduga melibatkan sejumlah oknum polisi terhadap enam pemuda di Kelurahan Afe Taduma, Ternate Barat mulai menemukan titik terang.


Tenggak Cairan Pembersih lalu Potong Nadi, Ibu Ini Bisa Diselamatkan

Tenggak Cairan Pembersih lalu Potong Nadi, Ibu Ini Bisa Diselamatkan

Nyawa Romiyati, warga Desa Tambaharjo Kecamatan Kota Kabupaten Pati masih tertolong, setelah dua kali melakukan percobaan bunuh diri kemarin dinihari.


Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

Diduga menanggung depresi lantaran dilaporkan ke polisi atas perkara yang menimpanya, seorang kakek, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.


Kakek 65 Tahun Tusuk Perutnya Sendiri dengan Pisau

Kakek 65 Tahun Tusuk Perutnya Sendiri dengan Pisau

Seorang kakek Slamet Widodo (65), melakukan percobaan bunuh diri di area sawah Dukuh Gantongan Kelurahan Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip.


Digerebek Sedang Ngamar, Mahasiswa Sembunyikan Pacar Dalam Lemari

Digerebek Sedang Ngamar, Mahasiswa Sembunyikan Pacar Dalam Lemari

Dua pasangan mesum terjaring razia di kamar kos Gang Abdul Samad, Jalan Perdana dan Gang Pertanian Jalan Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara.


Guru PNS Nekat Gantung Diri di Kandang Ayam

Guru PNS Nekat Gantung Diri di Kandang Ayam

Seorang laki-laki berinisial R (39), asal Dukuh Sutosari Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan nekat gantung diri, Selasa (17/4) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!