Kriminal
Share this on:

Diduga Masih Ada Ladang Ganja

  • Diduga Masih Ada Ladang Ganja
  • Diduga Masih Ada Ladang Ganja

KERINCI - Polres Kerinci menemukan ladang ganja seluas 2 hektar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci. Ladang ganja ini ditemukan Senin (21/1). Di lokasi ditemukan lebih seribu batang ganja. Dari penyelidikan, diduga masih ada titik lain penanaman ganja.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto SH SIk dalam press realese di Polres Kerinci, kemarin (22/1) mengatakan, penemuan ladang ganja di kawasan hutan TNKS ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat.

"Kita bagi 7 tim untuk menyisir hutan yang ada di kawasan TNKS di daerah Kecamatan Air Hangat Timur dan sekitarnya," kata AKBP Dwi Mulyanto.

Dwi menyebutkan, lokasi penemuan ladang ganja ini menempuh waktu selama 15 jam dengan ketinggian sekitar 2400 MDPL atau 3800 kaki. "Setelah kita melihat GPS, ternyata lokasinya berada di kawasan hutan TNKS. Sampai di TKP, anggota menemukan beberapa titik tanaman ganja," sebutnya.

Di lokasi anggota menemukan tiga golongan umur ganja, yakni 6 sampai 7 bulan yang ditemukan ada 10 titik dengan masing-masing titik ada 30 pohon ganja, dengan tinggi 1,5 meter. Kemudian ditemukan juga 1 hektar tanaman ganja berukuran 25 sampai 30 CM, dengan jumlah 1.000 batang. Selain itu, lanjut Dia, ada juga ganja yang baru disemai sebanyak 3 titik yang umur baru 1 bulan dengan jumlah sekitar 500 batang.

"Jika kita jumlahkan luas lahan yang ditemukan ada sekitar 2 hektar, sebagian batang ganja yang ditemukan ada yang sudah dipanen oleh pemiliknya," jelasnya.

Saat ditanya apakah penyisiran ini telah diketahui oleh pemilik ladang ganja tersebut, Dwi mengatakan besar kemungkinan, karena sudah ada sebagian yang sudah di panen. "Sebelum anggota sampai di TKP, ada beberapa yang sudah dipanen oleh mereka," ungkapnya.

Lebih jauh, Dwi menyebutkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengetahui siapa pemilik ladang ganja tersebut. "Untuk pemilik kita belum tahu, karena saat ini masih dalam lirik," cetusnya.

Menurut Dwi, selain beberapa titik ini, pihaknya juga telah mengantongi beberapa titik di hutan Kerinci yang diduga dijadikan tempat penanaman ganja.

"Nama - nama tempat sudah kita kantongi, nanti kita akan lihat situasinya, karena untuk naik ke atas perlu persiapan, terutama fisik, karena cuaca saat ini sering hujan jadi menyulitkan kita untuk naik ke atas," terangnya.

Menurutnya, TNKS sering dimanfaatkan pelaku untuk lokasi penanaman pohon ganja, karena selain sulit dijangkau juga tanaman tersebut juga subur di kabupaten Kerinci.

"2011 Polres Kerinci sudah pernah menemukan lahan ganja, karena dimungkinan Kabupaten Kerinci lahan yang digunakan untuk menanam ganja, karena jarang orang bisa masuk ke lokasinya apalagi jauh," sebutnya.

Terkait dengan adanya temuan ini, pihaknya telah melaporkan kepada Kabid Humas Polda Jambi, namun belum ada konfirmasi dari pihak Polda apakah ingin turun langsung mengecek lokasi penemuan dengan mengunakan Helikopter.

"Untuk titik koordinat sudah kita kantongi semua, lokasi semuanya masih dalam kawasan TNKS," beber Dwi.

Kapolres Kerinci menghimbau kepada masyarakat Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci apabila menemukan ladang ganja untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, supaya pihak kepolisian bisa melakukan tindakan.

"Hal ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa mereka telah salah dan melakukan tindakan melawan hukum," pungkasnya. (adi/jpg)

Berita Sebelumnya

Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak
Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

Sembilan perwira tinggi (Pati) Polri yang mengajukan ikut seleksi capim KPK masih menunggu hasil asesmen.


Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

10 nelayan di lepas pantai Kalimantan diculik dan disandera sekelompok orang bersenjata, yang ditenggarai komploltan militan Abu Sayyaf.


Menag ke Luar Negeri, Gubernur Jatim Ada Rapat

Menag ke Luar Negeri, Gubernur Jatim Ada Rapat

Menag dan Gubernur Jatim Tak Penuhi Panggilan Sidang Tipikor sebagai saksi, Rabu (19/6) kemarin.


Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.


10 Gugatan Praperadilan, Kado Lebaran untuk Kejagung

10 Gugatan Praperadilan, Kado Lebaran untuk Kejagung

MAKI mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) memberi alasan kepada masyarakat mengenai masih mangkraknya kasus korupsi.


Pelaku Pelanggaran HAM Masih Gelap

Pelaku Pelanggaran HAM Masih Gelap

Pengaduan terkait kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta terus diverifikasi oleh lembaga advokasi dan kemanusiaan.


Dua Tokoh BPN Prabowo Bebas, Dua Lagi Masih Menunggu

Dua Tokoh BPN Prabowo Bebas, Dua Lagi Masih Menunggu

Empat tokoh pendukung Capres 02 Prabowo-Sandi yang ditahan aparat kepolisian terkait kasus hoaks dan dugaan makar minta ditangguhkan penahanannya.


Cabuli Tiga Bocah, Kakek Ini Ngaku Khilaf

Cabuli Tiga Bocah, Kakek Ini Ngaku Khilaf

Seorang kakek yang tega mencabuli tiga anak perempuan masih di bawah umur, Kusnoyo alias Sikus (72),mengaku khilaf.


Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

KPK telah selesai menghitung keseluruhan dana suap dan gratifikasi yang diduga diterima Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!