Kriminal
Share this on:

Diduga Masih Ada Siswi Lain Jadi Sasaran

  • Diduga Masih Ada Siswi Lain Jadi Sasaran
  • Diduga Masih Ada Siswi Lain Jadi Sasaran

BANDARLAMPUNG - Peristiwa yang dialaminya membuat Ra trauma. Siswi sebuah SMA negeri di Bandarlampung ini takut untuk sekolah dan bertemu Ab, guru yang dilaporkan melecehkannya.

’’Saya masih trauma. Takut sekolah dan bertemu guru itu (Ab, Red). Saya harap ada tindakan untuk dia,” kata Ra usai menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polresta Bandarlampung, kemarin.

Remaja bertubuh kurus ini menuturkan, Ab pernah mengatakan bahwa ada beberapa siswi yang juga diperlakukan seperti dirinya. ’’Saya minta dia (Ab, Red) ditindak. Kalau dibiarin, nanti terulang. Sebab, dia pernah bilang kalau banyak yang sudah digituin (dilecehkan, Red),” urainya.

Ra yang kemarin mengenakan seragam putih abu-abu berbalut jaket ini menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.00 WIB-14.00 WIB. Ada 20 pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya.

”Saya ditanya kronologis kejadian, kerugian yang saya dapat dan lainnya,” ujarnya.

Sementara Kasatreskrim Polresta bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono menyatakan, pihaknya segera memeriksa Ab. Selain itu, saksi yang mengetahui kejadian tersebut akan dimintai keterangan.

”Terutama saksi yang melihat pelapor dan terlapor bertemu serta memasuki mobil. Minggu ini segera kita panggil terlapor dan saksi. Ini menjadi atensi kami,” tegas Harto.

Sebelumnya, Su, warga Tanjungkarang Pusat, melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialami Ra, anaknya ke Polresta Bandarlampung. Terlapor adalah Ab, oknum guru sebuah SMA, tempat Ra sekolah.

Peristiwa itu bermula ketika Ab memberi tahu Ra bahwa yang bersangkutan mewakili sekolah dalam lomba menyanyi. Siswi kelas X1 ini kemudian diajak bertemu untuk latihan, Rabu (7/2).

Menurut Su, ayah Ra, anaknya diajak bertemu sekitar pukul 17.00 WIB di salah satu mini market Jalan Cut Nyak Dien, Tanjungkarang Pusat. Saat itu, Ra yang membawa motor hendak menuju sekolah. Namun Ab menghubunginya dan meminta menitipkan motor di tempat itu.

”Waktu itu gurunya sudah menunggu dan meminta anak saya naik ke mobil. Sebenarnya anak saya sudah curiga, karena hanya mereka berdua. Lalu gurunya bilang, teman-teman anak saya sudah menunggu di tempat latihan,” kata Su, Minggu (11/2).

Dengan mobil Ab, mereka berkeliling dan berhenti di minimarket dekat Pasar Tamin. Dalam perjalanan, Ab disebut melakukan pelecehan. ”Setelah itu, anak saya diturunkan di lampu merah Jalan Tamin. Ab memberi uang Rp50 ribu agar anak saya tutup mulut,” kata Su. (pip/c1/ais/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!