Kriminal
Share this on:

Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

  • Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka
  • Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

**JAKARTA ** - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau. Penetapan tersangka ini berdasarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakulan Tim Penindakan KPK di Kepulauan Riau, Rabu (10/7).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp45 juta dan SGD11 ribu bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Budi Hartono yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Suap diberikan oleh tersangka pihak swasta Abu Bakar agar dirinya mendapat izin pemanfaatan laut di Tanjung Piayu, Batam, untuk pembangunan resort dan kawasan wisata seluas 10,2 hektare.

"Setelah melakukan pemeriksaan dan kegiatan lain, dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji," ujar Basaria di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/7).

Selain perkara suap, kata Basaria, Nurdin juga disangkakan menerima gratifikasi. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatannya sebagai bupati.

Dalam konstruksi perkara yang berhasil terungkap, mulanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mengajukan pengesahan Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) untuk dibahas di rapat paripurna DPRD Provinsi Kepri. Perda tersebut digunakan sebagai dasar hukum pemanfaatan dan pengelolaan wilayah kelautan Kepri.

Terdapat sejumlah pihak yang mengajukan permohonan izin pemanfaatan laut berupa reklamasi dan diakomodir dalam RZWP3K Provinsi Kepri. Abu Bakar menjadi salah satu pihak yang mengajukan izin tersebut pada Mei 2019 lalu.

Permohonan Abu Bakar berupa pengajuan izin pemanfaatan laut berupa reklamasi di kawasan Tanjung Piayu, Batam. Reklamasi tersebut dilakukan untuk membangun resort dan kawasan wisata seluas 10,2 hektare. Padahal, Tanjung Piayu merupakan daerah yang diperuntukkan sebagai kawasan budidaya dan hutan lindung.

Nurdin Basirun sebagai gubernur kemudian memerintahkan bawahannya, Edy Sofyan dan Budi Hartono untuk membantu Abu Bakar agar izinnya disetujui. Untuk mengakali peruntukan kawasan Tanjung Piayu, Budi Hartono menyarankan Abu Bakar untuk membangun restoran berikut keramba di bagian bawah bangunan. Hal ini supaya seolah-olah restoran tersebut terlihat seperti fasilitas budidaya ikan.

Budi Hartono lalu meminta Edy Sofyan untuk melengkapi dokumen serta data pendukung lainnya agar permohonan izin Abu Bakar segera disetujui. Dokumen-dokumen yang disiapkan Edy Sofyan diduga tidak berdasarkan hasil analisis apa pun. Edy diduga hanya melakukan copy paste dari dokumen daerah lain agar persyaratan cepat selesai.

Nurdin diduga menerima uang dari Abu Bakar baik secara langsung atau pun melalui perantara Edy Sofyan dalam beberapa kesempatan dengan rincian Rp45 juta dan SGD5 ribu pada 30 Mei 2019. Keesokan harinya, 31 Mei 2019, izin prinsip reklamasi seluas 10,2 hektare untuk Abu Bakar terbit. Lalu, pada 10 Juli 2019, Abu Bakar memberikan tambahan uang sebesar SGD6 ribu kepada Nurdin melalui perantara Budi Hartono.

Atas perbuatannya, sebagai penerima suap dan gratifikasi, Nurdin Basirun disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Edy Sofyan dan Budi Hartono sebagai penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Abu Bakar sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/zul/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Sedang ke Luar Negeri, Aher Tak Hadir di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan.


Kejaksaan Terima 7 Berkas Perkara Koporasi Penyebab Karhutla

Kejaksaan Terima 7 Berkas Perkara Koporasi Penyebab Karhutla

Gerak cepat aparat hukum memroses kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Saat ini Kejaksaan telah menerima 7 berkas perkara atasnama korporasi dan 159 berk


Kirim Red Notice, Polisi Terbitkan DPO Veronica Koman

Kirim Red Notice, Polisi Terbitkan DPO Veronica Koman

Mabes Polri telah melakukan gelar perkara terkait kasus yang menjerat tersangka penyebaran hoaks Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman.


Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Baku tembak antara Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aceh terjadi di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pi


Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang diduga ke


Eggi Sudjana Minta Perlindungan Presiden

Eggi Sudjana Minta Perlindungan Presiden

Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


KPK Perdalam Perkara Sunjaya

KPK Perdalam Perkara Sunjaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan perkara suap rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab Cirebon).


Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pidie, Aceh menangkap buronan H. Arifin bin Rahmad, Rabu (18/9) lalu.


Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Mabes Polri mengungkapkan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus kepolisian.


Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!