Kriminal
Share this on:

Diduga Terlibat Karhutla, 52 Perusahaan Disegel

  • Diduga Terlibat Karhutla, 52 Perusahaan Disegel
  • Diduga Terlibat Karhutla, 52 Perusahaan Disegel

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta pemerintah dan aparat di daerah tetap mewaspadai fluktuasi titik panas kebakaran hutan dan lahan. Meski pun kondisi asap karhutla di sejumlah daerah, seperti Pekanbaru, Provinsi Riau, Jambi, dan Provinsi Sumatera Selatan mulai berkurang.

"Ya memang secara umum hari ini lebih baik dari kemarin, cuma tetap harus diwaspadai fluktuasi hotspot-nya dan tetap harus waspada bahwa hujan buatannya harus terus menerus dilakukan," terang Siti Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin (25/9).

Menurut analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan buatan dapat diupayakan di kawasan Kalimantan Tengah pada 27 September 2019. Hal itu dapat membantu memadamkan karhutla secara luas di kawasan tersebut.

Selain itu, menurut Siti, terdapat 52 perusahaan yang disegel karena diduga terkait dengan tindak kriminal pembakaran hutan dan lahan. "Jelas ini kewenangan aparat hukum untuk melakukan penindakan dan kami mendukung," terangnya.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka tercatat 15 perusahaan di sejumlah daerah. Beberapa instansi yang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan, antara lain PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK), PT Gawi Bahandep Sawit Mekar, PT Sweet Indo Lampung, PT Indo Lampung Perkasa, PTPN 7, PT Paramitra Mulya Lampung dan PT Sweet Indo Lampung, PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), PT Bumi Hijau Lestari (BHL), PT Mega Anugerah Sawit (MAS), PT Monrad Intan Barakat (MIB), PT Borneo Indo Tani (BIT), PT Surya Agro Palma (SAP), dan PT Sepanjang Inti Surya Usaha (SISU), serta PT Adei Plantation.

Terkait dengan karhutla, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan portal belajar daring untuk siswa di daerah-daerah yang terdampak. "Portal belajar ini meliputi televisi edukasi, rumah belajar, video pembelajaran, radio suara edukasi, dan buku sekolah elektronik," kata Kepala Subdirektorat Kurikulum Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Aswin Wihdiyanto di Jakarta, kemarin.

Penyediaan sarana belajar lewat internet tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik belajar di rumah saat sekolah diliburkan karena kabut asap membuat kualitas udara memburuk dan berisiko mengganggu kesehatan.

Aswin mengakui sarana belajar yang ditawarkan kepada siswa di daerah terdampak karhutla tersebut bisa tidak maksimal karena bergantung pada akses internet di masing-masing daerah. "Saya memang tidak menutup mata memang sebagian adik-adik di daerah akan kesulitan mengakses internet, tapi setidaknya ini suatu upaya dari kementerian," katanya.

Sejak 16 September 2019 sudah ada enam provinsi yang menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan serta pada waktu tertentu meliburkan sekolah guna menghindari dampak paparan kabut asap terhadap para siswa.

Provinsi yang sudah menetapkan status siaga darurat karhutla meliputi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Menurut Aswin, di enam provinsi yang sudah menetapkan status darurat karhutla itu ada setidaknya tiga juta siswa dan guru yang berisiko kena dampak paparan kabut asap.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada prinsipnya menginginkan kegiatan belajar siswa di daerah karhutla tidak sampai terganggu akibat kabut asap. "Intinya proses belajar mengajar tetap harus jalan, untuk mencapai out put (hasil) pendidikan, meskipun harus mengundurkan kalender pendidikan," ujar Aswin. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Australia Darurat Karhutla

Australia Darurat Karhutla

Cuaca panas dan angin kencang yang melanda sejumlah negara bagian di Ausralia, Selasa (12/11) kemarin, sudah dalam kondisi katastrofe (bencana besar).


Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua warga negara (WN) Rumania diduga melakukan kejahatan perbankan dengan membobol 17 rekening. Salah satu pelaku ditembak mati polisi.


Pelaku Pembunuh WNI di Malaysia Ditangkap

Pelaku Pembunuh WNI di Malaysia Ditangkap

Kepolisian Malaysia menangkap salah seorang pria yang diduga memiliki keterkaitan atas temuan sesosok jasad wanita berkewarganegaraan Indonesia (WNI).


Diduga Menyelundupkan Imigran Gelap, WNI Ditangkap di Malaysia

Diduga Menyelundupkan Imigran Gelap, WNI Ditangkap di Malaysia

Otoritas Malaysia menangkap sedikitnya 10 warga negara Indonesia (WNI) terkait dugaan aktivitas penyelundupan imigran.


Ledakan Diduga karena Gas Metana yang Terkena Api

Ledakan Diduga karena Gas Metana yang Terkena Api

Sebuah lubang septic tank meledak usai disedot petugas tinja. Akibat ledakan yang keras tersebut, seorang meninggal dunia.


Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar

Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar

Seorang warga negara Inggris diculik oleh enam orang yang diduga sindikat penculikan dengan meminta tebusan USD 1 juta atau sekira Rp14 miliar.


Diduga Terlibat Narkoba, Pansel Bisa Batalkan Gumsoni

Diduga Terlibat Narkoba, Pansel Bisa Batalkan Gumsoni

Lolosnya Gumsoni AS dalam seleksi administrasi lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk calon Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Lampung disesalk


Tujuh Koruptor Divonis Bebas, Jampidsus Melawan

Tujuh Koruptor Divonis Bebas, Jampidsus Melawan

Tujuh terdakwa kasus korupsi pembobolan Bank Mandiri oleh PT Tirta Amarta Bottling (TAB) yang diduga merugikan negara Rp 1,8 trilun divonis bebas oleh Mahkamah


Boeing Diminta Bertanggungjawab

Boeing Diminta Bertanggungjawab

Perusahaan pesawat Boeing diminta bertanggungjawab terhadap penumpang atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat setahun lal


Karhutla Lebih Banyak karena Human Error

Karhutla Lebih Banyak karena Human Error

Penyebab terbesar terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah faktor manusia. Mulai dari putung rokok hingga sengaja membakar lahan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!