Kriminal
Share this on:

Dijual lewat Facebook, Ratusan Petasan Disita Polisi

  • Dijual lewat Facebook, Ratusan Petasan Disita Polisi
  • Dijual lewat Facebook, Ratusan Petasan Disita Polisi

BARANG BUKTI - Petugas menggelar barang bukti berupa petasan saat gelar perkara, kemarin. (setyo wuwuh/jpnn)

TEMANGGUNG - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, berhasil mengamankan ratusan petasan dan bubuk mercon/bubuk mesiu siap jual dari salah seorang tersangka di taman Bambu Runcing Parakan kemarin.

Wakapolres Temanggung Kompol Prawoko mengatakan, keberhasilan petugas dalam mengamankan ratusan petasan dan beberapa kilo bubuk mercon siap pakai ini, berkat informasi dari masyarakat akan adanya aktivitas jual beli mercon dari salah satu warga di kecamatan Parakan.

Dari informasi itu lanjut Wakapolres, petugas berpura-pura menjadi seorang pembeli mercon dan bubuk mercon. Melalui percakapan aplikasi chatting Whatsapp (WA) kemudian mereka berjanji ketemu di taman bambu runcing Parakan.

“Dari situ kemudian petugas mendapatkan barang bukti dan kemudian menangkap tersangka,” terangnya saat gelar perkara kemarin.

Ia menyebutkan, tersangka penjual dan pembuat petasan tersebut yakni, Muhammad Albadari, 24, warga Dusun Dangkel, Desa Dangkel, RT 02 RW 01, Kecamatan Parakan.

Dari tangan tersangka diamankan beberapa barang bukti diantaranya, sepeda motor Suzuki Skywave warna hitam putih Nopol B 6144 TWN, satu kilogram bubuk mesiu/obat mercon yang dikemas dalam 10 buah plastik dengan masing-,masing seberat 100 Gram. 720 buah mercon yang tersusun menjadi 12 renteng dengan masing-masing renteng sebanyak 60 buah.

Selain itu juga diamankan juga 10 lembar kertas sumbu, sebuah gunting, dua botol botol kecil lem kertas. Lembaran kertas sebagai bahan mercon, 4 buah selongsong kertas ukuran diameter 7 sentimeter yang belum diisi obat mercon, sebuah balok kayu untuk membuat petasan, sebuah kayu dengan ujung paku sebagai alat pelubang sumbu petasan dan satu unit handphone merk Advan warna hitam silver

Karena terbukti menyimpan dan memperjualbelikan petasan dan menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya menyimpan suatu bahan peledak sebagaimana dimaksud pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu tersangka Muhammad Albadari mengaku nekad menjual petasan ini karena tergiur keuntunganyang cukup besar. Apalagi selama bulan Ramadhan hingga Lebaran mendatang permintaan mercon cukup tinggi.

“Menjelang Lebaran ini banyak pesanan, jadi saya nekad saja menjual petasan ini. Saya tahu menjual petasan ini dilarang,” ujarnya.

Ia juga mengaku, sejak awal berjualan hingga sebelum tertangkap. Dirinya menjual barang daganganya melalui akun facebook. Ternyata dari dunia maya ini juga banyak pesanan.

“Kalau bahanya saya dapat dari Batang dan beberapa dari warga Dangkel. Baru mulai jualan sudah langsung ketangkep,” akunya. (set/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.


Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polri menetapkan 36 tersangka dari 82 orang yang diamankan dalam peristiwa bentrokan antara warga dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.


1.000 Tentara dan Polisi Amankan Jakarta Fair Kemayoran

1.000 Tentara dan Polisi Amankan Jakarta Fair Kemayoran

Aparat gabungan TNI-Polri siap mengamankan penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yaitu Jakarta International Expo (JIExpo).


442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

Polisi kembali menangkap 185 orang terkait kericuhan dalam aksi 22 Mei di Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) lalu.


Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Said Djamalul Abidin (SDA) diamankan karena menyebar berita bohong alias hoaks polisi China yang dikerahkan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu.


Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI (Purn) Soenarko ditangkap polisi.


Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais rencananya akan diperiksa Polda Metro Jaya Senin (20/5). Namun, hingga pukul 22.00 WIB Amien belum terlihat datang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!