Kriminal
Share this on:

Dilempar Bom Molotov, Mapolsek Tambelangan Terbakar

  • Dilempar Bom Molotov, Mapolsek Tambelangan Terbakar
  • Dilempar Bom Molotov, Mapolsek Tambelangan Terbakar

Foto: radar madura jawa pos

**JAKARTA ** - Kantor Polsek Tambelangan dibakar oleh massa pada pukul 22.00 (22/5) menggunakan Bom Molotov. Akibatnya, Dua Mobil Patroli dan Satu Unit Mobil Sedan serta 10 Unit Sepeda motor hangus terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan massa awalnya awalnya berdatangan dan berkumpul di jalan raya depan Polsek Tambelangan. Lalu, ada massa yang melempar bom Molotov ke dalam Polsek dan mengenai mobil patroli. Dari situlah api berawal dan kemudian merembet ke kendaraan lainnya.

Aksi massa semakin bringas setelah mengetahui bahwa ada salah satu dari massa yang terkena tembak di bagian lengan kenan bernama Sahran, 17, warga Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Sampang.

Sehingga, massa lainnya terpancing dan melempari kantor Polsek Tambelangan dengan bom Molotov sehingga api semakin besar. Akibatnya, seluruh barang dan bangunan yang ada di dalam pagar Polsek Tambelangan hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian pembakaran kantor Polsek Tambelangan karena anggota Polsek berhasil melarikan diri lewat belakang.

Lebih kurang selama dua jam api berkobar di kantor Polsek Tambelangan. Sebab, massa menghadang mobil pemadam kebakaran yang akan masuk ke lokasi tersebut. Situasi semakin mencekam, seluruh masyarakat yang ada di lokasi tidak diperbolehkan untuk merekam dan mengambil gambar.

Jika diketahui mengambil gambar atau merekam, oleh massa diminta untuk dihapus. Massa baru membubarkan diri pada pukul 12.30 pada saat api sudah mulai mengecil dan seluruh bangunan kantor hangus terbakar.

Satu jam setelah massa membubarkan diri, Bupati Sampang H.Slamet Junaidi dan wakil Bupati Sampang H.Abdullah Hidayat meninjau langsung ke kantor Polsek Tambelangan pada pukul 01.15. Sebelumnya, Bupati dan wakil bupati serta dandim 0828 Sampang Letkol Czy Ary Syahrial, Forkopimcam dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Tambelangan berkumpul di kantor kecamatan Tambelangan.

Keesokan harinya, tepatnya pada pukul 11.00, Gubernur Jawa Timur, Kapolda dan Pangdam didampingi oleh Bupati Sampang dan wakilnya, Kapolres dan Dandim 0828 Sampang turun langsung untuk meninjau kondisi kantor Polsek Tambelangan.

Sebelumnya, mulai pagi tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Timur melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Hasilnya, ada beberapa Bom Molotov yang sudah meledak dan belum meledak bececeran di dalam dan luar kantor Polsek.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Himawan mengatakan, penanganan kasus pembakaran kantor Polsek Tambelangan akan ditarik ke polda jawa timur. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh di kabupaten Sampang termasuk tokoh di kecamatan Tambelangan.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah mengantongi sejumlah identitas yang diduga sebagai pemicu terjadi pembakaran kantor Polsek Tambelangan. Namun, sampai saat ini pihaknya belum mengamankan satu orang pun dari massa yang diduga melakukan pembakaran.

"Dugaan sementara, ini dipicu oleh gejolak yang terjadi di Jakarta. Ada informasi yang sampai ke masyarakat bahwa salah satu tokoh Madura yang ada di Jakarta ditahan. Padahal itu sebenarnya tidak benar," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya tidak bisa memastikan massa yang melakukan pembakaran itu dari kelompok apa dan darimana. Namun, keterangan sementara massa yang datang dari beberapa desa yang ada di kecamatan Tambelangan.

"Yang jelas massa ini dari beberapa desa. Kami sudah membentuk tim dan tim sedang bekerja untuk mendalami kasus ini," terangnya.

Tentunya, pihaknya akan menindak tegas pelaku pembakaran kantor Polsek Tambelangan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Berkaitan dengan adanya korban yang terkena tembak, pihaknya masih belum berani memberikan komentar secara detail.

Namun, pihaknya membenarkan bahwa ada beberapa warga yang menyerang anggota polisi tapi polisi berhasil mengamankan diri dengan lari lewat belakang. "Nanti akan di cek lagi terkait itu, jelasnya nanti Dirkrimum, sementara masih didalami," terangnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa memilih untuk tidak banyak berkomentar. Menurut dia, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian supaya di proses dan diungkap. "Kita serahkan semua prosesnya kepada kepolisian," ungkapnya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat kabupaten Sampang untuk meningkatkan Ibadahnya. Sehingga, sisa sepuluh hari bulan Ramadan kedepan di isi dengan kegiatan yang positif. "Kami berharap kejadian seperti ini tidak ada lagi di jawa timur, utamanya di Madura dan khususnya di kabupaten Sampang," terangnya. (rls/rus/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis


Sembilan Pelaku Serangan Bom Gereja di Sri Lanka

Sembilan Pelaku Serangan Bom Gereja di Sri Lanka

Kepolisian Sri Lanka merilis nama sembilan pelaku serangan bom bunuh diri beruntun, yang menewaskan 253 orang pada Hari Paskah lalu.


Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Kasus kebakaran enam kotak dan 1.818 lembar surat suara Pemilu 2019 di Jalan Sapi Nangoh, Pamol, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia 7 April lalu, belum terungkap.


Korsleting Aki, Corolla Terbakar

Korsleting Aki, Corolla Terbakar

Satu unit mobil Corolla GL bewarna Merah dengan nomor polisi R 7851 LB terbakar, kemarin sekitar pukul 18.35.


Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Teka teki terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di lantai dua dan tiga bangunan berlantai empat tersebut, terbongkar.


Kepergok Curi Uang Rp50 ribu, Pemuda Dimassa

Kepergok Curi Uang Rp50 ribu, Pemuda Dimassa

Tertangkap basah membobol toko, Asri Del Indra jadi bulan-bulanan massa. Beruntung polisi segera mengamankan dan menggelandangnya ke Mapolsek Jenangan.


Kabur usai Bakar Rumah Peninggalan Orangtua

Kabur usai Bakar Rumah Peninggalan Orangtua

Satu unit rumah terbakar di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Minggu (16/12) pukul 09.15 WITA.


Terbakar Cemburu, Adi Lukai Cowoknya

Terbakar Cemburu, Adi Lukai Cowoknya

Rasanya memang tak lazim didengar soal hubungan asmara sesama jenis. Namun faktanya, hal itu benar terjadi di Kabupaten Kubu Raya.


Ditinggal Nonton TV, Rumah Mbok Nikem Ludes Terbakar

Ditinggal Nonton TV, Rumah Mbok Nikem Ludes Terbakar

Di tinggal nonton tv di rumah tetangganya, sebuah rumah di Dusun Kemutug Desa Tirip, Wadaslintang, hangus dilalap si jago merah.


Ditinggal Nongkrong, Rumah Ludes Terbakar

Ditinggal Nongkrong, Rumah Ludes Terbakar

Diduga akibat hubungan pendek arus listrik, rumah milik Kasnoto, 50, di Dusun Bandingan04/05 Desa Gunturmadu Mojotengah ludes terbakar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!