Kriminal
Share this on:

Diputus, Wajah Mahasiswi Cantik Disiram Air Keras Mantan Pacar

  • Diputus, Wajah Mahasiswi Cantik Disiram Air Keras Mantan Pacar
  • Diputus, Wajah Mahasiswi Cantik Disiram Air Keras Mantan Pacar

PONTIANAK - Air keras atau air raksa ternyata tidak hanya dipakai untuk menyiram wajah penyidik KPK, Novel Baswedan saja. Di Kota Pontianak, zat berbahaya itu juga digunakan untuk menyiram mantan kekasih.

Widia dan teman prianya, Damara Ramadan disiram pakai air keras ketika berboncengan sepeda motor di Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, Rabu (3/5) pukul 20.30. Diduga pelakunya HTP, mantan kekasih Widia.

Akibat siraman air raksa itu, Widia dan Damara terbaring di IGD RSUD dr. Soedarso Pontianak. Keduanya tak menyangka kepergiannya mengerjakan tugas kuliah akan berakhir di rumah sakit dengan tubuh melepuh. Air keras itu mengenai wajah Widia dan sekujur tubuh Damara.

Di temui di IGD, Damara pun bercerita panjang lebar kepada wartawan dan Kasat Reskrim Kompol Muhammad Husni Ramli beserta jajarannya. Menurut mahasiswa Polnep semester empat itu, dirinya satu motor, mengantar Widia mengerjakan tugas kuliah. Damara menjemput Widia di rumahnya Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur.

?Dalam perjalanan Widia menyadari ada pria yang membuntuti dari belakang, mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam ketika berada di Jembatan Kapuas I. Saya bilang biarkan saja jangan dihiraukan,? jelas Damara.

Widia yang khawatir, meminta Damara berhenti. Dia memastikan apakah pria yang menggunakan sepeda motor matic itu benar-benar membuntuti atau tidak. Damara pun menghentikan laju kendaraannya. Dugaan Widia tak meleset. Pria itu juga berhenti, bahkan tepat berada di samping sepeda motornya.

?Perut saya langsung ditempeli senjata tajam. Namun saya tepis dan tancap gas untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. Tetapi masih dikejar,? ungkap Damara.

Namun Damara dan Widia tak dapat mengelak, karena dipepet pria tersebut. Saat itulah mereka disiram dengan air raksa. Pria tersebut langsung melarikan diri.

?Saya dan Widia berhenti, meminta pertolongan warga sekitar. Kemudian dibawa ke RSUD Soedarso Pontianak,? jelasnya.

Damara mengaku sama sekali tak mengenal pria tersebut. Namun Widia mengenali persis siapa pria yang membuntuti, menodongkan senjata tajam serta menyiramnya menggunakan air keras. ?Kakau teman saya itu kenal katanya, tapi teman saya itu lagi terbaring. Mungkin masih shock jadi belum dapat berbicara,? ujar Damara.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli mengaku, mendapatkan laporan, bersama Tim Jatanras langsung mendatangi IGD RSUD Soedarso Pontianak. Dia melihat kondisi dan mengintreogasi korban serta meminta keterangan saksi.

Di IGD RSUD Soedarso Pontianak juga hadir ibu dari pria yang diduga melakukan penyiraman air raksa terhadap Damara dan Widia. Wanita itu kenal dengan Widia, mantan kekasih anaknya.

Kompol Husni meminta wanita tersebut menyerahkan anaknya kepada kepolisian. Jika tidak, polisi akan mengambil tindakan tegas. Apalagi kalau mencoba melarikan diri.

Sang ibu memastikan pihak keluarga akan menyerahkan anaknya, jika mengetahui atau bisa berkomunikasi dengannya. Saat ini anaknya itu tidak diketahui keberadaannya.

Kompol Husni dan tim Jatanras juga menyisiri tempat tinggal HTP di Gang Empat Lima, Jalan Imam Bonjol. Penyisiran dimulai dari Gang Darsyad kemudian pinggiran Sungai Kapuas hingga Gang Empat Lima. Namun HTP tak ditemukan.

Kasat dan anggotanya bertemu dengan keluarga HTP. Pihak keluarga juga ingin menyerahkan HTP jika terlebih dahulu menemukannya.

?Widia mengenali betul pelaku. Karena pelaku adalah mantan kekasih Widia. Dulu pernah pacaran. Namun sudah lama tidak komunikasi,? jelas Kompol Husni, Kamis (4/5) dinihari.

Motif penyiraman air keras (raksa) ini diduga kuat disebabkan sakit hati melihat mantan kekasih bepergian bersama pria lain. Saat ini kondisi kedua korban masih dalam perawatan medis di IGD RSUD Soedarso Pontianak.

?Korban pria menderita luka bakar akibat air raksa di bahu dan leher hingga punggung dan tangan. Begitu juga Widia mengalami luka bakar di bagian muka, tangan, dan paha,? jelas Husni seraya mengatakan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kompol Husni juga akan menyelidiki asal usul air raksa yang digunakan pelaku. ?Kita akan selidiki dari mana barang itu berasal dan bagaimana bisa sampai mendapat barang itu. Karena barang itu tak mudah untuk didapatkan. Itu akan menjadi pengembangan lebih lanjut setelah pelaku berhasil kita tangkap,? tegasnya. (zrn/jpg)


Berita Sejenis

Sebulan Hidup di Hutan, Pembunuh Mantan Istri Ditangkap

Sebulan Hidup di Hutan, Pembunuh Mantan Istri Ditangkap

Masih ingat dengan kasus pembunuhan terhadap Sery Juniarsih? Kini pelaku yang tak lain adalah mantan suaminya, SR alias JM, berhasil dibekuk kepolisian.


Puluhan Botol Miras dan Obat Batuk Disita

Puluhan Botol Miras dan Obat Batuk Disita

Jajaran Polsek Gringsing Polres Batang berhasil menyita berbagai jenis minuman keras (miras) dan obat batuk merk Komix dalam Operasi Kepolisian Yang Ditingkatka


Hendak Cari Kerja, Pacar Malah Dihabisi

Hendak Cari Kerja, Pacar Malah Dihabisi

Warga Dusun Teupah, Desa Matang Teupah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang digegerkan dengan temuan jenazah perempuan di sawah.


Asyik Pesta Miras, Gerombolan Muda Mudi di Lesehan Dibubarkan Polisi

Asyik Pesta Miras, Gerombolan Muda Mudi di Lesehan Dibubarkan Polisi

Sejumlah muda mudi yang tengah asyik berpesta minuman keras (miras) di salah satu lesehan di Jl. A. Yani Kota Tegal dibubarkan polisi.


Kosek Sejumlah Titik, Ratusan Botol Miras Disita

Kosek Sejumlah Titik, Ratusan Botol Miras Disita

Peredaran minuman keras (miras) jenis oplosan di Kabupaten Pekalongan mulai marak.


Rebus Air, Rumah Ludes Terbakar

Rebus Air, Rumah Ludes Terbakar

Apes menimpa Sugiyo, seorang buruh alamat Dukuh Sumilir Desa Sengare, Kecamatan Talun, Rabu (29/8) pagi.


Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas

Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas

Aksi pembunuhan yang dilakukan Kristian Ari Wibowo (31), warga Kunduran, Blora dalam menghabisi nyawa Ferin Diah Anjani (21), tergolong sadis.


Gadis Cantik Disetubuhi lalu Dibunuh, Jazadnya Kemudian Dibakar

Gadis Cantik Disetubuhi lalu Dibunuh, Jazadnya Kemudian Dibakar

Sesosok mayat yang ditemukan dalam kondisi dibakar di tepi Jalan Raya Kunduran-Todanan, Desa Sendangwates, Kunduran, Blora, akhirnya terungkap identitasnya.


Terlanjur Kirim Foto dan Video Pribadi, Pacarnya Ternyata Polisi Gadungan

Terlanjur Kirim Foto dan Video Pribadi, Pacarnya Ternyata Polisi Gadungan

Iming-iming berstatus pacar polisi nyatanya masih mujarab untuk menggaet hati wanita di Pacitan.


Tenteng Sabu, Oknum Polisi Dibekuk Polisi

Tenteng Sabu, Oknum Polisi Dibekuk Polisi

Wajah kepolisian Surabaya kali ini tercoreng.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!