Kriminal
Share this on:

Diragukan Keamanannya, Amerika Selidiki Viralnya Aplikasi FaceApp

  • Diragukan Keamanannya, Amerika Selidiki Viralnya Aplikasi FaceApp
  • Diragukan Keamanannya, Amerika Selidiki Viralnya Aplikasi FaceApp

**WASHINGTON ** - Viralnya aplikasi smartphone FaceApp saat ini, membuat Senator Amerika Serikat (AS) Chuck Schumer meminta, FBI dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) untuk melakukan penyelidikan keamanan dan privasi nasional pada FaceApp, sebuah aplikasi foto pengeditan wajah yang dikembangkan di Rusia.

Aplikasi FaceApp, telah mendapat lonjakan popularitas baru karena terdapat filter yang menua pada foto wajah pengguna. Schumer dalam suratnya kepada Direktur FBI Christopher Wray dan Ketua FTC Joe Simons menyatakan, membutuhkan akses penuh dan tidak dapat dibatalkan ke foto dan data pribadi, yang dapat menimbulkan risiko keamanan nasional dan privasi bagi jutaan orang warga AS.

Komite Nasional Demokrat (DNC) juga mengirimkan peringatan, kepada kandidat presiden 2020 partai itu pada Rabu. Mereka memperingatkannya agar tidak menggunakan aplikasi itu. Dalam surel tersebut, kepala keamanan DNC Bob Lord juga mendesak kampanye presiden Demokrat untuk segera menghapus aplikasi jika mereka atau staf mereka sudah menggunakannya.

Sementara itu, tidak ada bukti bahwa FaceApp menyediakan data pengguna kepada Pemerintah Rusia. FaceApp, yang dikembangkan oleh Wireless Lab, sebuah perusahaan yang berbasis di St Petersburg, menyatakan di situs web bahwa mereka memiliki lebih dari 80 juta pengguna aktif.

CEO FaceApp Yaroslav Goncharov, sebelumnya adalah seorang eksekutif di Yandex, yang dikenal luas sebagai Google Rusia. Aplikasi yang diluncurkan 2017 lalu itu, menjadi berita utama pada 2018, saat menghapus 'filter etnis' setelah pengguna mengkritik mereka sebagai rasis.

Baru-baru ini mereka juga menghadapi pengawasan dari publik atas beberapa masalah, seperti tidak jelasnya bahwa aplikasi mengunggah gambar ke cloud, daripada memproses secara lokal di perangkat pengguna. Schumer mengatakan, tidak jelas bagaimana aplikasi kecerdasan buatan menyimpan data pengguna, atau bagaimana pengguna dapat memastikan penghapusan data setelah digunakan.

Schumer mengatakan lokasi aplikasi pengeditan foto di Rusia menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana FaceApp memungkinkan pihak ketiga, termasuk pemerintah asing, memiliki akses ke data warga negara Amerika.

Dalam pernyataan, FaceApp telah menolak penjualan atau berbagi data pengguna dengan pihak ketiga. "Sebanyak 99 persen pengguna tidak masuk. Oleh karena itu, kami tidak memiliki akses ke data apa pun yang dapat mengidentifikasi seseorang," kata perusahaan itu dalam pernyataan yang dikutip oleh TechCrunch.

Mereka menambahkan, sebagian besar gambar dihapus dari server dalam waktu 48 jam setelah tanggal pengunggahan. Sementara itu, tim penelitian dan pengembangan perusahaan yang berlokasi di Rusia, menyatakan data pengguna tidak ditransfer ke Rusia. (der/zul/rts/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kasus Novel Jadi Perhatian Dunia

Kasus Novel Jadi Perhatian Dunia

Amnesty International Indonesia membeberkan alasan mengapa membawa kasus Novel Baswedan ke Kongres Amerika Serikat (AS).


Amerika Kembali Terapkan Hukuman Mati

Amerika Kembali Terapkan Hukuman Mati

Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menerapkan hukuman mati setelah 16 tahun vakum.


Iran Eksekusi Mata-mata CIA

Iran Eksekusi Mata-mata CIA

Pemerintah Iran mengklaim, telah menahan 17 agen mata-mata Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA), Senin (22/7).


Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyebut Indonesia sebagai negara tujuan para pelaku penipuan di dunia hiburan AS.


Facebook Didenda Rp70 Triliun

Facebook Didenda Rp70 Triliun

Salah satu perusahaan digital yang berbasis di Amerika Serikat, Facebook didenda sebesar USD5 miliar (Rp70 triliun) sebagai penyelesaian pelanggaran privasi dat


Erdogan Sebut AS Sebagai Perampok

Erdogan Sebut AS Sebagai Perampok

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bereaksi keras, atas penolakan Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan jet tempur F-35 yang sudah dibeli Turki.


Pemerintah Dianggap Langgar Hak Konstitusi Publik

Pemerintah Dianggap Langgar Hak Konstitusi Publik

Kementerian Komunikasi dan Informatika membatasi akses aplikasi perpesanan WhatsApp dan media sosial untuk sementara waktu hingga situasi dianggap aman dan kond


Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

Pemerintah Indonesia terkejut atas keputusan pengadilan Malaysia membebaskan S Ambika, majikan TKI asal Nusa Tenggara Timur bernama Adelina Jemira Sau.


Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan 50 Kitab Kuning ke Sumur

Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan 50 Kitab Kuning ke Sumur

Lebih dari 50 buah kitab kuning di TPQ Daarussalam RT 5 RW 2 Desa Buniayu Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas ditemukan di dalam sumur.


Ratna Sarumpaet Terancam UU ITE

Ratna Sarumpaet Terancam UU ITE

Polisi menegaskan jika viralnya berita penganiayaan Ratna Sarumpaet di media sosial merupakan berita hoax.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!