Kriminal
Share this on:

Dirayu Akan Dinikahi, Remaja Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur

  • Dirayu Akan Dinikahi, Remaja Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur
  • Dirayu Akan Dinikahi, Remaja Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur

SLAWI - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tegal meringkus CM (19), warga Margasari, karena menyetubuhi anak di bawah umur. Korban dirayu akan dinikahi.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tegal Iptu Aris Maryono mengungkapkan, tindakan bejat tersangka dilakukan pada 4 Februari lalu. "Perbuatan tersangka dilakukan di rumahnya," kata Aris, berdasarkan rilis yang diterima radartegal.com, Kamis (4/4).

Menurut Aris, korban yakni CT (17), awalnya diajak oleh tersangka ke rumahnya. Di rumah tersangka yang saat itu kondisinya sedang sepi, korban lalu disetubuhi setelah lebih dulu dirayu dan dijanjikan akan dinikahi.

Perbuatan tersangka baru diketahui oleh orangtua korban setelah korban dijemput dari rumah tersangka dan mengaku sudah disetubuhi oleh tersangka. Tak terima atas perbuatan tersangka, orangtua korban kemudian melaporkan tersangka ke Polres Tegal.

"Ada saksi yang melapor ke orangtua korban bahwa korban berada di rumah tersangka. Korban lalu didatangi dan dibawa pulang. Di rumahnya, korban kemudian bercerita sudah disetubuhi oleh tersangka," jelas Aris.

Tersangka pun ditangkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban serta mengantongi hasil visum dari RSUD dr Soeselo Slawi yang menunjukkan adanya robekan pada alat kelamin korban diduga akibat trauma benda tumpul.

"Tersangka sudah ditahan dan dijerat UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Aris.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya celana pendek warna hitam milik tersangka, celana dalam korban, sprei, dan baju lengan panjang milik korban. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Cina 'Haramkan' Pernikahan Sesama Jenis

Cina 'Haramkan' Pernikahan Sesama Jenis

Parlemen Cina menegaskan, bahwa negaranya tidak akan melegalkan pernikahan sesama jenis.


Terjaring OTT, Jaksa Akan langsung Dipecat

Terjaring OTT, Jaksa Akan langsung Dipecat

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta nonaktif Satriawan Sulaksono kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Pengadilan Singapura memvonis delapan bulan penjara seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, karena terbukti telah membanting anak majikannya.


Menunggu Janji Jokowi Tak Serahkan Jabatan Jaksa Agung ke Parpol

Menunggu Janji Jokowi Tak Serahkan Jabatan Jaksa Agung ke Parpol

Wacana Presiden Joko Widodo yang tidak akan memilih Jaksa Agung dari partai politik (Parpol) untuk periode pemerintahan 2019-2024 diapresiasi sejumlah pihak.


Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun

Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun

, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 senilai total sekira Rp900 juta. "Meminta majelis hakim agar menyatakan terdakwa Mulyana terbukti


Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Sedikitnya lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, dilaporkan hilang saat melaut di perairan dekat Pulau Diaoyutai, Taiwan.


KPU Keukeuh Larang Eks Koruptor Ikut Pilkada

KPU Keukeuh Larang Eks Koruptor Ikut Pilkada

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan menyerah untuk memperjuangkan larangan mantan terpidana kasus korupsi maju di Pilkada Serentak 2020.


Sengketa Pileg Diputus Mulai Hari Ini

Sengketa Pileg Diputus Mulai Hari Ini

Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pembacaan putusan akhir untuk 202 perkara sengketa hasil Pileg 2019.


MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pileg Pekan Depan

MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pileg Pekan Depan

Gugatan sengketa hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2019 memasuki babak akhir. Pekan depan, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pembacaan putusan.


Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Polri mengumumkan jumlah personel tim teknis yang akan mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!