Kriminal
Share this on:

Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar

  • Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar
  • Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar

JAKARTA - Mafia perdagangan bibit lobster di sejumlah daerah bukannya kapok tapi kian menggurita. Ini dibuktikan dengan sederet pengungkapan yang dilakukan aparat kepolisian, kemarin (13/8).

Yang pertama datang dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri. Mereka menangkap 10 tersangka tindak pidana perikanan yang melakukan jual beli bibit lobster secara ilegal di wilayah Provinsi Lampung. Dan kedua peristiwa terjadi di Batam. Kali ini yang Tim Satgasgab F1QR Koarmada I yang menggagalkannya.

Kasubdit IV Dittipidter Bareskrim Polri AKBP Parlindungan Silitonga mengatakan 10 tersangka yang menjual bibit lobster ke Singapura dan Vietnam itu adalah Yacobson, Mulyadi, Sutrisno, Fidriansyah, Juliadi, Joni Arifin, Irpan irawan, Topan Purnama, Tumin, dan Hendry Gunawan.

"Bibit lobster itu ditempatkan di dalam kotak-kotak yang sudah disediakan para pelaku dan ditaruh di gudang persembunyiannya beserta alat packing di sebuah gudang di wilayah Lampung," kata Parlindungan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.

Tersangka dapat menjual bibit lobster jenis mutiara dan pasir dengan harga Rp100.000-Rp150.000 per ekor. Sementara di Vietnam, bibit lobster itu kemudian dibudidayakan dan dijual ke pasaran saat sudah sampai pada ukuran berat yang mencukupi.

"Nilai yang berhasil diselamatkan oleh Polri terkait kasus ini adalah Rp8,5 miliar. Kami pastikan akan kembangkan terus perkara ini," katanya.

Barang bukti yang disita polisi total 57.058 ekor bibit lobster jenis pasir dan 203 ekor bibit lobster mutiara, kendaraan roda empat, dan tabung oksigen.

Para tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas perbuatannya para tersangka terancam hukuman enam tahun dan denda Rp1,5 miliar.

Di hari yang sama, Tim Satgasgab F1QR Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 91.630 ekor bayi lobster jenis mutiara dan pasir senilai Rp13,8 miliar. "Kami berhasil menangkap speedboat bermesin 200 PK 2 Unit merk Yamaha di Perairan utara Pulau Sugi," kata Danlantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, kemarin.

Sebanyak 91.630 ekor baby lobster itu dikemas dalam 15 kotak pendingin sterofoam, sebanyak 1 kotak di antaranya memuat baby lobster jenis mutiara dan 14 kotak lainnya jenis pasir. Sebanyak 14 kota sterefoam memuat 473 kantong baby lobster jenis pasir berjumlah total 89.804 ekor. Dan 1 kotak sterefoam berisi 20 kantong jenis mutiara berjumlah 1.826 ekor.

Berdasarkan harga pasar terakhir, satu ekor baby lobster jenis pasir dihargai Rp150.000 dan jenis mutiara dihargai Rp200.000 sehingga total penyelamatan mencapai lebih dari Rp13 miliar. Yang menarik, sejak awal tahun, pihaknya sudah tiga kali menangkap kapal penyelundup bayi lobster di Perairan Kepri.

"Keberhasilan ini merupakan bukan pertama kalinya yang dilaksanakan oleh Tim gabungan F1QR, berkat informasi di lapangan yang diperoleh selanjutnya Tim F1QR bergerak menuju sasaran dan segera melakukan upaya penyekatan dengan membagi sektor," paparnya.

Kapal cepat tanpa nama dihentikan di sekitar Pulau Sugi Batam saat menuju Singapura demgan kecepatan sekitar 50 knot. Pengejaran dilakukan oleh Tim Satgasgab F1QR Koarmada I dengan menggunakan Speedboat dari arah Pulau Moro sampai arah Tanjung Semokol Perairan Sugi.

"Karena merasa terkepung oleh Speedboat dari Tim Satgasgab F1QR Koarmada I akhirnya Speedboat tanpa nama berhasil ditangkap dan Speedboat berhasil diamankan oleh Tim F1QR," kata dia.

Aparat juga berhasil mengamankan tiga orang tersangka kurir hewan dilindungi itu. Di tempat yang sama, Kepala Stasiun BKIPM Batam, Agung mengatakan berbeda dengan penangkapan sebelumnya yang tanpa tersangka, maka kasus itu akan dilanjutkan hingga penegakkan hukum.

Sehingga, proses pelepasliaran baby lobster harus menunggu sampai ada ketetapan hukum. "Kalau sebelumnya langsung dilepasliarkan karena tidak ada tersangka, maka kini harus menunggu incracht, yang kami harapkan bisa segera," kata dia.

Nah sambil menunggu ketetapan hukum pihaknya akan berusaha melakukan penyegaran dan perawatan agar hewan yang dilindungi itu tidak mati. (king/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Tim Wilayah XI Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK menemukan potensi penyelamatan aset di Provinsi Maluku Utara Rp100 miliar.


Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang hacker yang menguras rekening milik orang lain sebanyak Rp 1,77 miliar.


Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Kepolisian Malaysia berhasil membongkar kasus peredaran narkoba senilai total 1,75 juta Ringgit atau setara Rp5,9 miliar, dari tangan sembilan pelaku.


Kejagung Ciduk Buronan ke-107

Kejagung Ciduk Buronan ke-107

Buronan terpidana kasus pengrusakan lahan milik PTPN VII diciduk Tim Intelijen Kejati Lampung dan Kejari Kotabumi di tempat persembunyianya, Desa Sukada ilir.


Kapalnya Disita Indonesia, Nelayan Malaysia Rugi Rp33,8 Miliar

Kapalnya Disita Indonesia, Nelayan Malaysia Rugi Rp33,8 Miliar

Para nelayan dan pemilik kapal Malaysia memprotes penyitaan kapal-kapal Malaysia oleh pemerintah Indonesia.


Facebook Didenda Rp70 Triliun

Facebook Didenda Rp70 Triliun

Salah satu perusahaan digital yang berbasis di Amerika Serikat, Facebook didenda sebesar USD5 miliar (Rp70 triliun) sebagai penyelesaian pelanggaran privasi dat


Bayar Diyat Rp15,2 Miliar, TKI Bebas dari Hukuman Pancung

Bayar Diyat Rp15,2 Miliar, TKI Bebas dari Hukuman Pancung

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Ety binti Toyib Anwar, berhasil terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi.


Benih Lobster Senilai Rp17 Miliar Gagal Diselundupkan

Benih Lobster Senilai Rp17 Miliar Gagal Diselundupkan

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri kembali menggagalkan penyelundupan hasil sumber daya alam (SDA) Indonesia.


Indonesia Kirim Balik 49 Kontainer Limbah Plastik

Indonesia Kirim Balik 49 Kontainer Limbah Plastik

Pemerintah Indonesia akan mengembalikan 49 kontainer sampah dan limbah bahan beracun berbahaya (B3) ilegal yang mendarat di Batam.


Uang Rp173 Miliar Hasil Korupsi Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Uang Rp173 Miliar Hasil Korupsi Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Kasus korupsi pengadaan BBM high speed diesel (HSD) di PLN tahun anggaran 2010 akan segera dilimpahkan Polri ke Kejaksaan Agung.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!