Kriminal
Share this on:

Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh

  • Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh
  • Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senin (16/9) siang. Penyebabnya mantan Kepala Staf Kostrad itu mengalami sesak napas yang sebelumnya, telah dikeluhkan paskasidang perdana.

Salah satu kuasa hukum Kivlan, Julianta Sembiring mengatakan, kliennya kini dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kivlan dibawa ke rumah sakit itu sejak Senin (16/9) sekitar pukul 11.00 WIB. "Iya, sejak Senin jam 11 siang beliau dibawa ke RSPAD dari Rutan Polda Metro Jaya," kata Julianta kepada Fajar Indonesia Network melalui sambungan telepon, Selasa (17/9) kemarin.

Dijelaskan Julianta, menurunnya kondisi kesehatan Kivlan, sebenarnya telah dirasakan paskasidang perdana, Selasa (10/9) lalu. Terlebih saat itu, ada keputusan kalau dirinya harus ditahan Rutan Polda Metro Jaya.

"Jadi, memang dalam persidangan ada putusan beliau harus ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, tidak bisa di Rutan Guntur karena alasan bukan lagi sebagai anggota TNI Aktif, sementara di Rutan Guntur hanya untuk anggota TNI aktif," ungkapnya.

"Saat itu kami sendiri bersikukuh untuk meminta, agar klien kami bisa ditahan di Rutan Guntur dan itu kami lakukan dengan meminta permohonan langsung ke Kapomdam Jaya, hingga hakim ketua sidang. Tapi hasilnya dari hakim setelah koordinasi jaksa diizinkan malam itu saja," sambungnya.

Lebih lanjut, kata Julianta, pada keesokan harinya pun dari kuasa hukum mendapatkan kabar kalau mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya sesuai dengan keputusan yang ada.

"Dari tim kuasa hukum sendiri saat itu masih terus mengajukan permohonan, agar klien kami tidak ditahan di Rutan Polda, cuma tetap ditolak dengan alasan hukum. Kami sangat sayangkan hal itu, harusnya mereka melihat dari sisi kemanusiannya. Kita tahulah kondisi di Rutan Polda itu gimana, penuh asap rokok dan lainnya yang tentu berdampak dengan kesehatan klien kami," terangnya.

Dan saat ini, diakui Julianto, dari apa yang dikhawatirkan pihaknya pun terbukti hingga akhirnya purnawirawan TNI AD itu kondisi kesehatannya terganggu dengan keadaan dan kondisi di Rutan Polda Metro Jaya tersebut. Dia kini, sesuai rujukan tim dokter Polda Metro harus dirujuk ke RSPAD.

"Hasil pemeriksaan dokter RSPAD, pak Kivlan positif menderita infeksi paru-paru stadium 2 dan batuk sesak. Ini dirasakannya sejak ditahan di Rutan Polda, sejak Rabu (11/9) lalu," katanya.

Bahkan lanjut Julianto, kondisi Kivlan nyaris kritis. "Iya, Bapak Kivlan masih menjalani perawatan medis dan kondisinya hampir kritis," ucapnya melalui pesan tertulis.

Julianto juga berharap agar kliennya bisa dijadikan tahanan kota. Ini didasari dari kondisi dan jasa-jasanya terhadap negara. "Kami selaku kuasa hukum dan atas dasar kemanusiaan, hanya berharap pengadilan dan Kajati Jakarta Pusat mau memberikan tahanan kota kepada kliennya, karena kuat dugaan interepensi penguasa masih sangat kuat. Untuk itu kami mohon negara jangan wait and see," harapnya.

Terpisah, tim kuasa hukum Kivlan lainnya Tonin Tachta mengatakan, perawatan kliennya di RSPAD itu diizinkan setelah mendapat persetujuan dari majelis hakim. Dia pun menyebut, penyakit infeksi paru-paru stadium 2 yang diidapnya itu mulai kambuh, sejak dipindahkan ke Rutan Polda Metro.

"Akibat penahanan di Rutan Polda Metro itulah kemungkinan, diduga karena udara atau faktor ketersediaan sumber pernafasan membuat penyakit yang diderita sejak lama itu kambuh. Dan kami sendiri telah meminta izin dari awal dia ditahan disana, agar menjalani perawatan medis," sambung Tonin.

Tonin memaparkan, pengajuan agar kliennya bisa dirawat di rumah sakit lantaran keluhan telah disampaikan sejak Jumat lalu. Namun dari pihak Jaksa dan polisi bersikeras untuk tidak memberikan izin tersebut. "Namun, setelah di pengadilan baru diperbolehkan berobat, pada Jumat. Hanya saja, yang harusnya rawat inap ternyata jaksa sama polisi ngotot nggak boleh," tutur Tonin.

"Setelah kondisinya parah, mereka sudah tak bisa melarang lagi. Dan hasil pemeriksaan dokter, dia diketahui menderita penyakit sinusitis hingga bells palsy," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, selama proses persidangan kasus dugaan kepemilikan senjata ilegal Kivlan Zein akan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, setelah sempat ditahandi Rutan POM Guntur.

Sementara itu dari informasi yang diterima, Kivlan Zen terpaksa dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya berdasarkan surat penetapan nomor 960/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Pst yang diajukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan ditandatangani oleh Hakim Ketua sidang atas nama Hariono.

Pemindahan tahanan Kivlan Zein pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. "Iya benar, dititipkan di Rutan Polda Metro Jaya berdasarkan surat permohonan dari Kepala Kejaksaan negeri Jakarta Pusat," kata Argo beberapa waktu lalu. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Tuding Iran, Amerika Siap Perang
Tuding Iran, Amerika Siap Perang

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Habib Novel dan Pengurus DKM Diperiksa Hingga Malam

Habib Novel dan Pengurus DKM Diperiksa Hingga Malam

Polda Metro Jaya terus mengembangkan kasus penculikan dan penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng di Masjid Al-Falah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusa


Hari Ini, Habib Novel Giliran Diperiksa soal Penculikan Ninoy

Hari Ini, Habib Novel Giliran Diperiksa soal Penculikan Ninoy

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Bamukmin, Kamis (10/10) hari ini, dipanggil ke Polda Metro Jaya.


Tiga Perempuan Ikut Terlibat Penculikan dan Panganiayaan Ninoy

Tiga Perempuan Ikut Terlibat Penculikan dan Panganiayaan Ninoy

13 tersangka dugaan penculikan dan penganiyaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng sudah ditetapkan Polda Metro Jaya.


Sabu di Kaleng Biskuit untuk Tahanan Umar Kei

Sabu di Kaleng Biskuit untuk Tahanan Umar Kei

Seorang kurir narkotika diamankan aparat Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Dia hendak menyelundupkan narkotika jenis sabu untuk tokoh pemuda Maluku, Umar Kei.


Delapan Penculik dan Penganiaya Relawan Jokowi Ditangkap

Delapan Penculik dan Penganiaya Relawan Jokowi Ditangkap

Delapan pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Jokowi diamankan jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.


380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

Total sebanyak 1.489 orang, yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan warga sipil diamankan karena diduga sebagai perusuh dalam aksi demo di depan Gedung DPR/DP


535 Pelajar Dipulangkan, 310 Diproses

535 Pelajar Dipulangkan, 310 Diproses

Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan 845 orang usai aksi demo pelajar dan mahasiswa yang berujung rusuh di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Senin (30/9) lalu.


Merasa Difitnah Ananda Badudu, Polri Siapkan Somasi

Merasa Difitnah Ananda Badudu, Polri Siapkan Somasi

Jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya protes dengan penyataan Ananda Badudu.


Simpan Molotov, Dosen IPB Ditangkap Densus 88

Simpan Molotov, Dosen IPB Ditangkap Densus 88

Seorang dosen Intitut Pertanian Bogor (IPB), berinisial AB ditangkap aparat Jatanras Polda Metro Jaya yang juga melibatkan Densus 88 Antiteror Polri, Sabtu (28/


Diduga Edarkan Sabu, Putri Sri Bintang Pamungkas Ditangkap di Depan Ayahnya

Diduga Edarkan Sabu, Putri Sri Bintang Pamungkas Ditangkap di Depan Ayahnya

Putri aktivis senior negeri ini Sri Bintang Pamungkas, berinisal HNY alias Lea ditangkap Tim Direktorat III Diresnarkoba Polda Metro Jaya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!