Kriminal
Share this on:

Ditinggal ke Bali, Rumah Bos Koveksi Dirampok

  • Ditinggal ke Bali, Rumah Bos Koveksi Dirampok
  • Ditinggal ke Bali, Rumah Bos Koveksi Dirampok

DIRAMPOK - Seorang karyawan berjalan masuk ke rumah Reza Teguh di Jalan Prapen Indah Blok F setelah disatroni komplotan perampok. (mahrus/radar surabaya)

SURABAYA - Aksi perampokan terjadi Perum Prapen Indah. Korbannya, Reza Teguh (40), warga Jalan Prapen Indah Blok F nomor 43, Surabaya. Kawanan perambok berhasil membawa kabur mobil Kijang Innova milik bos konveksi cris production tersebut.

Selain itu, untuk menghilangkan jejak disc rekaman Closed Circuid Television (CCTV) juga dibawa. Serta mengambil satu buah Handphone (HP) milik Subandi, sopir pribadi korban.

Aksi perampokan itu terjadi Jumat sekitar pukul 23.30. Ada tiga orang yang berada di rumah, Ratna Anjani ibunda korban, Sukanti suster perawat Ratna, dan Subandi.

"Security awalnya curiga ada mobil keluar dari gang perumahan dengan tidak menyalakan lampu dengan kecepatan tinggi," kata tukang masak korban, Suprihatin, Minggu (21/10).

Satpam yang bernama Lukman curiga melihat gerbang rumah dan pintu garasi terbuka. Penasaran, Lukman mengecek ke dalam rumah. Ternyata di dalam gudang belakang, ada yang disekap. " Suster (Sukanti) disekap menggunakan mukena, dan tangannya diikat kain korden ," sambungnya.

Subandi juga disekap di dalam kamar. Mulutnya dilakban dan tangannya diikat menggunakan tali. Bahkan, Subandi juga sempat diancam menggunakan sajam hendak dibunuh berontak. Sedangkan Ratna tidak disekap karena berada di dalam kamar.

"Yang diambil sebuah mobil Kijang di garasi, rekaman disc CCTV, dan HP milik sopir," terangnya.

Suprihatin, menambahkan saat kejadian memang semua karyawan sedang liburan ke Bali bersama pemilik rumah. "Saya juga ikut mas liburan, dan baru tiba pagi tadi bareng bos dan karyawan semua," paparnya.

Perempuan yang sudah bekerja hampir 30 tahun itu juga terheran. Sebab, pelaku beraksi tepat saat semua karyawan dan pemilik bos konveksi sedang ke luar pulau. "Saya juga heran, pelaku kok seperti tahu isi rumah, dan saat yang tepat," bebernya.

Pasca kejadian tersebut, korban lantas melaporkan kasus perampokan bersenjata tajam itu ke polisi. Sementara itu Tim Satreskrim Polrestabes akan membackup untuk menyelidikinya. Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi termasuk korban yang disekap.

“Korban sudah kami periksa hari ini, (Minggu,Red). Untuk sementara kami masih menganalisa dan mencari petunjuk lain untuk mengidentifikasi pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.

Untuk sementara pihaknya belum memperoleh petunjuk apapun terkait pelaku. Namun berdasarkan analisa sementara pelaku kemungkinan sudah lama menggambar TKP Sebab mereka seperti mengetahui kondisi rumah korban yang sepi karena ditinggal sang pemilik.

“Di rumah hanya ada pembantu yang mudah dilumpuhkan,” terangnya.

Selain mengumpulkan bukti petunjuk lain, polisi juga menyebar tim dan meminta bantuan dari Polres lain untuk membantu mencari mobil Toyota Inova yang dibawa kabur pelaku. Sebab meski kejadian tersebut sudah terjadi pada Jumat malam, namun diduga keberadaan mobil tersebut belum jauh.

“Kami sedang berupaya kesana,” imbuhnya. (rus/yua/rtn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Awas, Mi Beracun Campur Boraks dan Formalin Intai Anda

Awas, Mi Beracun Campur Boraks dan Formalin Intai Anda

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri berhasil mengungkap rumah produksi mie beracun.


Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Buronan WN Prancis Diserahkan ke Pemerintah Hong Kong

Tim Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melaksanakan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap Mathias Hubert Marie Echene (48), warga negara Perancis


Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

Insiden ledakan gudang amunisi Markas Komando Brimob Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/9) pagi, menyebabkan 44 rumah warga di sekitar rusak.


WNI Diperkosa di Malaysia

WNI Diperkosa di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia, diperkosa oleh pria warga India.


Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berstatus sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia terancam mendapat hukuman mati.


Sedang Hamil, TKI di Singapura Dipenjara

Sedang Hamil, TKI di Singapura Dipenjara

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Poniyem (41), yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) divonis empat bulan penjara di Singapura.


Kebiri Predator Seks, Kejaksaan Cari Mitra Rumah Sakit

Kebiri Predator Seks, Kejaksaan Cari Mitra Rumah Sakit

Predator seksual sembilan anak di Mojokerto, Jawa Timur, Muh. Aris divonis hukuman 12 tahun penjara serta denda Rp100 juta subsider enam bulan penjara.


Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Banting Anak Majikan, TKI di Singapura Dihukum 8 Bulan Penjara

Pengadilan Singapura memvonis delapan bulan penjara seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, karena terbukti telah membanting anak majikannya.


KPK Kembali Lakukan Penggeledahan

KPK Kembali Lakukan Penggeledahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan rumah dan kantor Chandry Suanda (CSU) alias Afung.


Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. Soetikno Soedarjo sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!