Kriminal
Share this on:

Diupah Ro600 Ribu, ABG Tenteng 3,6 Kg Ganja

  • Diupah Ro600 Ribu, ABG Tenteng 3,6 Kg Ganja
  • Diupah Ro600 Ribu, ABG Tenteng 3,6 Kg Ganja

SURABAYA - Usianya masih belia, meski begitu WBP,17, kembali duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Pemuda yang tinggal di Jalan Kertajaya ini menjalani sidang perkara peredaran ganja seberat 3,6 kilogram.

Tamatan SMP ini sebelumnya pernah mendekam di rutan Medaeng atas kasus pencurian kendaraan bermotor. Sidang perdana WBP digelar di ruang khusus anak PN Surabaya, Selasa (9/10).

Dia menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan dan saksi dari kepolisian. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dinneke Absari menyatakan WBP di duga terlibat dalam jaringan peredaran ganja jaringan lapas.

"Terdakwa dua kali mengantarkan pesanan berupa paket ganja. Paket tersebut milik seorang Napi di Lapas Madiun yang biasa dipanggil CAK," ungkap Dinneke.

Perkenalan terdakwa dengan CAK berawal ketika WBP menjalani hukuman di Rutan Medaeng.. WBP lantas dibimbing oleh CAK untuk menjadi salah satu anak buahnya untuk melancarkan bisnis peredaran ganja.

"Terdakwa biasa diminta untuk mengantarkan paketan ganja yang dipandu melalui handphone oleh CAK," lanjut Dinneke.

Setelah WBP bebas, CAK lantas memerintahkannya untuk mengirimkan dua kg ganja di kawasan Malang. Tugas pertama WBP berhasil, barang sampai ke pembeli dengan harga Rp 6 juta.

Kemudian, CAK memberikan komisi kepada WBP sebesar sepuluh persen dari total penjualan ganja itu. "Artinya sekali mengantar, WBP mendapatkan upah Rp 600 ribu," terangnya.

WBP ditangkap saat mengirimkan ganja yang kedua kalinya di Jalan Dharmahusada, Surabaya. Saat itu, dia hendak mengantarkan dua paket ganja seberat 3,6 kg ke salah satu pembeli bernama Mail yang kini buron. Namun sebelum ganja sampai ke tangan pembeli, WBP sudah ditangkap polisi.

"Dia ditangkap saat menunggu pembeli oleh anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak," tandas Dinneke.

WBP mengaku nekat menerima pekerjaan itu karena ingin memiliki uang. Sebab setelah keluar penjara, ia tak kunjung memiliki pekerjaan. Selain itu, WBP merupakan anak yatim yang ibunya sudah sakit-sakitan.

"Kaki ibu terdakwa bengkak dan susah berjalan," ungkap kuasa hukum terdakwa Sandy Krishna.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 111 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. (yua/rtn/rud/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

ABG Pencuri Uang dan HP Babak Belur Dihajar Warga

ABG Pencuri Uang dan HP Babak Belur Dihajar Warga

Akibat kepergok mencuri HP dan Uang, SB (17), warga Sukabumi, Jawa Barat harus berurusan dengan polisi.


Dirayu Akan Dinikahi, ABG Diperawani Pria Beristri

Dirayu Akan Dinikahi, ABG Diperawani Pria Beristri

Tergiur rayuan akan dinikahi, seorang ABG digagahi pria beristri. Korban yang kecewa telah ditipu, akhirnya melapor polisi.


Tak Puas Dilayani, ABG Nekad Habisi Nyawa Pemandu Karaoke

Tak Puas Dilayani, ABG Nekad Habisi Nyawa Pemandu Karaoke

DCP, bocah di bawah umur dari Babankerep Kecamatan Ngaliyan ini nekad membunuh Ayu Sinar Agustin , lantaran merasa tak mendapatkan pelayanan seks yang memuaskan


Terjaring Razia, ABG Sembunyikan SS di Mulut

Terjaring Razia, ABG Sembunyikan SS di Mulut

Pesta sabu-sabu (SS) yang hendak dilakukan dua anak baru gede (ABG) yang satu ini gagal total.


Tenteng Sabu, Oknum Polisi Dibekuk Polisi

Tenteng Sabu, Oknum Polisi Dibekuk Polisi

Wajah kepolisian Surabaya kali ini tercoreng.


Lima Pelaku Pencabulan ABG Diburu

Lima Pelaku Pencabulan ABG Diburu

Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya masih memburu para pelaku pencabulan terhadap AF (15). Sampai Rabu (25/7), lima orang ditetapkan menjadi tersangka.


Modal Foto Syur, Intimi ABG hingga Empat Kali

Modal Foto Syur, Intimi ABG hingga Empat Kali

Tidak tahan dengan ancaman yang dialaminya, Ji (16), warga Kecamatan Telukpandan, Pesawaran, melaporkan kasus pencabulan ke Polsekta Telukbetung Utara.


Begal ABG Dibekuk Warga

Begal ABG Dibekuk Warga

Komplotan begal yang kerap beraksi di di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi dibekuk kepolisian setempat.


Gagal Salip Mobil, Kepala ABG Pecah

Gagal Salip Mobil, Kepala ABG Pecah

Naas dialami Dimas Rizki Fauzi, 19. Pengendara sepeda motor ini tewas setelah terbentur separator di Kabupaten Bekasi, Rabu (4/7).


Dicuriga Akan Curi Motor, ABG Dimassa

Dicuriga Akan Curi Motor, ABG Dimassa

Mabuk jamur kotoran sapi berujung babak belur dihajar warga.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!