Kriminal
Share this on:

Diupahi Rp1 Juta, Guru Ngaji Nyambi Kurir Narkoba

  • Diupahi Rp1 Juta, Guru Ngaji Nyambi Kurir Narkoba
  • Diupahi Rp1 Juta, Guru Ngaji Nyambi Kurir Narkoba

GELAR PERKARA - Dua warga Surakarta ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional terkait kasus narkotika. (adit/jpnn)

SEMARANG - Dua orang warga Surakarta ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah, terkait kasus narkotika. Ironisnya, salah satunya merupakan seorang guru ngaji yang kerap memberikan tauziah di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di daerah Surakarta.

Mereka adalah Agung Rukiyanto alias AGR (47), warga beralamat di Kampung Tegalayu RT 1 RW 2 Kelurahan Bumi Kecamatan Laweyan Surakarta. Akibat perbuatanya, AGR juga gagal melaksanakan Umroh, yang sesuai rencana, berangkat ke tanah suci pada, Senin (9/5) kemarin.

Satunya, Sriyono alias SYN (53), warga beralamat di Pringgading RT 4 RW 9 Kelurahan Stabelan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Keduanya ditangkap sesaat usai mengambil paketan sabu didaerah pertigaan Pungkruk, Jalan Raya Sukowati KM 4 Desa Jetak Kecamatan Sidogarjo Kabupaten Sragen, Jumat (6/4), sekitar pukul 00.25 WIB.

Kepala BNNP Jateng Tri Agus Heru Prasetyo menjelaskan, pengungkapan ini setelah menindaklanjuti laporan dari masyarakat adanya sebuah mobil Avansa warna hitam bernopol AD 8935 IU membawa narkotika menuju arah Surakarta. Petugas Tim Berantas BNNP Jateng yang melakukan pengamatan akhirnya berhasil menemukan mobil yang dimaksud dan kemudian berhasil menghentikan di Pertigaan Pungkruk Sragen.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu. Terbungkus aluminium foil yang berisi dua paket, dengan berat 10 gram. Barang bukti ini disimpan tersangka di dalam mobil yang dikendarainya," ungkapnya saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Senin (9/4) kemarin.

Kemudian keduanya dibawa ke Kantor BNNP Jateng untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, sabu 10 gram tersebut diambil AGR atas perintah seseorang yang mengaku bernama Bejo, berdomisili di Kaliurang Yogjakarta. Nantinya, sesampai di Solo, paketan sabu itu akan diambil lagi oleh seseorang, yang belum diketahui identitasnya.

"Untuk pekerjaan ini, AGR diberi upah Rp 1 juta. Sedangkan tersangka SYN sejak dari awal mengetahui bahwa AGR akan mengambil narkotika, dia berperan turut membantu mencarikan alamat transaksi tersebut," katanya.

Menurut pengakuan AGR, lanjut Tri Agus menjelaskan tersangka mulai memaki sabu sejak tahun 1998, dan sempat berhenti pada tahun 2002. Namun aktif lagi memakai sabu mulai Januari 2018. Tri Agus juga menyeburkan, setiap harinya, tersangka AGR mengajar ngaji di salah satu Ponpes yang ada di Surakarta.

"Tersangka ini setiap harinya mengajar ngaji di Pondok. AGR juga rencananya pada 9 April 2018 berangkat umroh ke tanah suci. Dengan demikian, rencana umroh AGR gagal karena adanya proses hukum di BNNP Jateng," tegasnya.

Agus menambahkan, kasus ini membuktikan bahwa narkotika telah merambah seluruh sendi kehidupan masyarakat. Menurutnya juga, belum lama ini, BNNP Jateng telah menangkap seorang mahasiswa semester akhir di perguruan tinggi negeri di Semarang, terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis pil ekstasi.

"Agar kasus seperti ini tidak semakin meluas, BNNP Jateng akan semakin merangkul kelompok-kelompok agama, termasuk MUI agar bisa membantu menyebarkan informasi mengenai bahaya narkotika," imbuhnya.

Para tersangka saat ini masih ditahan di Rumah Tahanan BNNP Jateng untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2, Jo Pasal 132 ayat 1, subsider Pasal 112 ayat 2, Jo Pasal 132 ayat 1, UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Sementara, tersangka Agung Rukiyanto mengakui mengkonsumsi sabu kembali saat ketemu dengan teman lamanya pada awal tahun 2018. Kemudian diajak pesta sabu di suatu tempat oleh teman lamanya tersebut, hingga akhirnya berkenalan dengan Bejo.

"Ada teman lama yang datang ngajak reuni, terus memakai bareng, bertiga sama Bejo. Akhirnya kenal, sempat pesan barang (sabu) dua kali. Terus pesan yang ketiga kalinya ini disuruh ambil barang di Sragen, bilangnya nanti kalau sudah sampai di Solo akan diambil orang, gak kenal," pungkasnya. (mha/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kelabui Polisi, Paket Sabu Disembunyikan di Kondom

Kelabui Polisi, Paket Sabu Disembunyikan di Kondom

Polres Kutai Timur (Kutim) kembali mengamankan pengedar narkoba. Kali ini dua orang yang menjadi tangkapan kepolisian.


Paman dan Keponakan Simpan Sabu 6,2 Kg Dalam Koper

Paman dan Keponakan Simpan Sabu 6,2 Kg Dalam Koper

Tim unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membongkar peredaran narkoba kelas kakap.


Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok, Pedagang Diringkus

Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok, Pedagang Diringkus

Syaiful Bahrudin (29), warga Desa Karanganyar Gang 16 Kecamatan Tirto Kota Pekaongan ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota, Kamis (30/8) lalu.


Hendak Transaksi Sabu, Mahasiswa Disergap Polisi

Hendak Transaksi Sabu, Mahasiswa Disergap Polisi

Seorang mahasiswa Tohiring (20), warga Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang diamankan anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan.


Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Kemaluannya

Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Kemaluannya

Seorang warga negara Malaysia berinisial WK (38), ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Sotta) karena mencoba menyelundupkan narkoba.


Polisi Buru Bandar Besar

Polisi Buru Bandar Besar

Satres Narkoba Polres Banyumas beberapa waktu lalu berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Banyumas.


Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta

Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta

Hamdi Zulfahmi (35) dan Usman (31) terus meringis ketika turun dari mobil khusus anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda.


Guru Honorer Tewas di THM

Guru Honorer Tewas di THM

Berada di bawah pengaruh minuman alkohol, membuat siapa saja yang menenggaknya tak mampu mengontrol diri. Selain itu, mudah sekali tersulut emosi.


Bawa 19 Ton Bawang Malaysia, Tiga Sopir Diamankan

Bawa 19 Ton Bawang Malaysia, Tiga Sopir Diamankan

Tak hanya narkoba yang menjadi atensi kepolisian saat ini, upaya memasukkan barang ilegal dari perbatasan Indonesia-Malaysia juga diawasi secara ketat.


Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Komplek Pemda

Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Komplek Pemda

Sebuah rumah di Komplek Pemda II, Jalan Parit H Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara digerebek anggota Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Pontia



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!