Kriminal
Share this on:

Dua Buruh Terancam Mati Gara-gara Masalah Sepele.

  • Dua Buruh Terancam Mati Gara-gara Masalah Sepele.
  • Dua Buruh Terancam Mati Gara-gara Masalah Sepele.

TANGERANG - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menjerat Sutrisna, 33, dan Anwaruddin, 37, dengan pasal pembunuhan berencana ancamannya hukuman mati. Pasalnya, dua buruh PT Liberty Universal Inti Mas itu membunuh rekan kerjanya bernama Iwan Wahyuda, 39. Iwan tewas dengan luka bacok di sekujur tubuh setelah dibantai oleh keduanya.

"Kami ancam kedua pelaku dengan hukuman berat. Karena sudah berencana melakukan pembunuhan, kami ganjar dengan pasal perencanaan dengan ancaman hukuman maksimal atau mati. Mereka sudah menyiapkan semua pembunuhan itu dengan terencana," terang Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Jumat (6/7).

Dijelaskan Ferdy juga, Sutrisna dan Anwaruddin dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 170 KUHP ayat (3) tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman mati. Mengingat, kedua pelaku tersebut memukuli dan menyerang korban hingga kehilangan nyawa.

"Pasal ini yang dilanggar para pelaku. Keduanya sudah mengakui semua perbuatannya kepada penyidik. Jadi pasal ini sudah tepat dengan perbuatan yang dilakukan," paparnya. Ferdy menjelaskan, Sutrisna dan Anwaruddin ditangkap jajarannya setelah dua hari melakukan aksi pembunuhan terhadap korban.

Kedua pelaku dicokok di tempat persembunyiannya di Kampung Patikus, Desa Situ Terate, Kecamatan Cikande, Kota Serang. Lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap, kedua buruh pabrik itu dilumpuhkan dengan cara dihadiah timah panas oleh petugas.

"Keduanya ditembak di betis kanan dan kiri. Mereka melawan saat mau ditangkap," ungkapnya juga. Dari hasil penyelidikan, sambung Ferdy, motif pelaku membunuh korban dikarenakan sakit hati dan dendam lantaran sering terlibat cekcok di tempat kerja.

Tuduhan pelaku, korban acap kali menjelek-jelekkan dirinya kepada pimpinan pabrik. Bahkan, ulah korban itu terjadi selama berbulan-bulan. "Dari sana kedua pelaku mengatur strategi untuk memberikan pelajaran kepada korban. Motifnya karena sakit hati, dan klimaksnya pelaku merencanakan membunuh korban," jelasnya.

Diceritakan Ferdy juga, peristiwa tragis yang dialami Iwan terjadi Senin (2/7) sore. Saat itu dia baru pulang kerja dan hendak pulang ke rumah tapi diikuti kedua pelaku. Mengetahui diikuti, korban menghentikan laju sepeda motornya di depan sebuah bengkel di Kampung Kelapa, Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kedua pelaku pun langsung berhenti. Ketiganya langsung terlibat keributan. "Keduanya pun menyerang korban dengan senjata tajam. Korban tewas karena mengalamin 17 luka tusukan dan bacokan. Korban diserang pelaku secara membabi-buta," ucapnya. Kasus terbunuhnya Iwan membuat gempar warga.

Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti terkait tragedi tersebut. Diantaranya, jaket milik korban, sebilah sangkur dan golok, serta beberapa pakaian hingga sepeda motor milik pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. Polisi juga mengumpulkan keterangan sejumlah saksi mata yang melihat kejadian berdarah tersebut.

Di tempat yang sama, Sutrisna, salah satu pelaku menuturkan dirinya sudah memendam dendam yang cukup lama kepada korban. Sebelum kejadian berdarah itu, dirinya telah menegur korban untuk tidak malakukan perbuatan serupa. Namun, ulah korban menjelek-jelekan dirinya terus diulangi.

"Korban ini perangainya jelek sekali, suka ngadu-ngadu kepada pimpinan. Pernah saya ingatkan malah balik nantang," tuturnya.

Ditanya soal hukuman mati yang mengancam dirinya? Sutrisna mengaku siap menerima risiko tersebut. Dia juga mengaku akan meminta maaf kepada keluarga korban atas tragedi yang menghilangkan nyawa rekan kerjanya tersebut.

Dia berharap dengan hukuman ini, keluarga korban tidak dendam terhadap dirinya. ā€¯Mungkin ini imbalan yang harus saya terima. Biar saya jalani hukuman ini. Saya sangat menyesal, tetapi semua sudah terjadi," cetusnya dengan nada pelan. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Begal ABG Dibekuk Warga
Begal ABG Dibekuk Warga

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Dua Pelajar Main Game Sambil Nyabu

Tim Anti Bandit Polsek Karangpilang menangkap dua pelajar bermain game online jenis battle royal (PUBG) yang lagi ngetrend.


Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Teka teki terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di lantai dua dan tiga bangunan berlantai empat tersebut, terbongkar.


Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Aksi teror pembakaran kendaraan yang telah menggemparkan Kota Semarang, dua minggu lalu sempat hilang seolah di telan bumi.


Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi

Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi

Satu mata rantai peredaran pil koplo di Bumi Orek-Orek berhasil diputus polisi. Dini hari kemarin (11/2), seorang bandar dan dua pengedar berhasil dibekuk.


Ngaku Bisa Datangkan Artis, Pria Paruh Baya Tipu Dua Pelajar

Ngaku Bisa Datangkan Artis, Pria Paruh Baya Tipu Dua Pelajar

Agung Gerryana (47), warga asal Ayah, Kebumen ini nekat mengaku bisa mendatangkan artis kepada pelajar sekolah menengah atas di Wangon.


Sedang Transaksi di Banyuwangi, Dua Maling Spesialis Angkot Didor

Sedang Transaksi di Banyuwangi, Dua Maling Spesialis Angkot Didor

Timah panas bersarang di kaki spesialis pencuri mobil angkutan.


Miliki Miras Cap Tikus 6 Ton, Nenek Terancam Penjara

Miliki Miras Cap Tikus 6 Ton, Nenek Terancam Penjara

Sebanyak 6 ton lebih minuman keras (miras) tradisional jenis Cap Tikus (CT) yang diselundupkan ke Balikpapan, diketahui mengandung etanol lebih 37 persen.


Ditembak Dua Kali, Perampok Alfamart ternyata Oknum Mahasiswa

Ditembak Dua Kali, Perampok Alfamart ternyata Oknum Mahasiswa

Tim Gabungan Polres Batanghari dan Polsek Muara Tembesi, berhasil menangkap satu dari dua pelaku perampokan Alfamart yang berada di Pall V.


Dua Pelaku Pelajar SMA Rampas HP, Kabur, lalu Tabrak Motor

Dua Pelaku Pelajar SMA Rampas HP, Kabur, lalu Tabrak Motor

Dua jambret belia ndlosor usai menabrak motor pengendara yang ada di depannya. Kejadian ini terjadi di Jalan Kutisari Selatan.


Dua Pencuri Motor Masih Bawah Umur

Dua Pencuri Motor Masih Bawah Umur

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Paser belakangan ini marak terjadi, Lantas, salah satunya berhasil diungkap Polsek Kuaro.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!