Kriminal
Share this on:

Dua Pemeras Diringkus, Seorang Dibuat Pincang

  • Dua Pemeras Diringkus, Seorang Dibuat Pincang
  • Dua Pemeras Diringkus, Seorang Dibuat Pincang

INTEROGASI - Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli saat menginterogasi dua tersangka pelaku perampasan di Mapolresta Pontianak, Rabu (9/1. (abdul halikurrahman/rk)

PONTIANAK - Anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontiak meringkus dua pelaku pemerasan dan penggelapan. Keduanya masing-masing bernama Robi Hidayat, 23 , dan Hendri Hardian alias Mamas, 34.

Robi dan Mamas ditangkap di salah satu rumah kawasan Pontianak Utara, Selasa (8/1) malam. Mamas merupakan seorang resedivis. Penangkapan terhadap komplotan penjahat jalanan itu bermula dari laporan warga bernama Syamsiah. Perempuan itu adalah korban dari mereka.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, modus kejahatan yang dilakukan pelaku yakni tiba-tiba menyetop korban saat berada di perempatan lampu lalulintas. Tepatnya di depan gereja Kota Baru, Jalan Sultan Syahrir, Sabtu (5/1) malam.

Kedua pelaku pun menakuti korban, dengan menuduh korban telah mencuri handphone. Di Kapuas Plaza. Korban semula tak percaya. Untuk pembuktian, pelaku lalu mengajak korban ke suatu tempat di Jalan Putri Dara Nante.

Korban menurut saja. Rupanya saat di lokasi, pelaku langsung merampas handphone beserta motor korban. "Setelah itu, korban ditinggalkan begitu saja," kata Husni, Rabu (9/1).

Atas kejadian itu, korban membuat laporan ke Polresta Pontianak. Dari laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan. Setelah empat hari, polisi berhasil mendapatkan informasi tentang orang yang diduga pelaku.

"Informasi yang diterima anggota, kedua pelaku sedang berada di sebuah rumah di Jalan Khatulistiwa, Gang Parit Baru, Siantan Hilir," ucap Husni.

Anggota pun langsung melakukan pengejaran. Saat tiba di lokasi tempat pelaku berada, anggota langsung melakukan pengepungan.

Saat digerebek, Robi dan Mamas tak berkutik. Mereka pun langsung diringkus. Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti.

Saat itu, Mamas memanfaatkan keadaan. Ia nekat kabur. Tak ingin kecolongan anggota terpaksa melumpuhkannya dengan menembak betisnya. Kontan upaya pelarian Mamas pupus.

Husni mengatakan, hasil pemeriksaan, kedua pelaku juga telah beraksi melakukan penggelapan handphone dengan enam orang korban lainnya. "Mamas adalah resdivis atas kasus yang sama," katanya.

Keduanya dijerat Pasal 368 KUHP tentang Perampasan. Dua pelaku penjahat jalanan itu diancam lima tahun hukuman penjara.

Mamas saat diwawancarai mengakui perbuatannya tersebut. Modus perampasan dengan menuduh korban mencuri handphone di Kapuas Plaza juga dibenarkannya. "Iya (korban ditinggal di jalan)," katanya.

Ia juga tak menampik telah menggelapkan handphone milik enam korban lainnya. "(Modusnya) alasannya pinjam," tutupnya.

Sementara Robi mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan perampasan tersebut. "Ini baru pertama," katanya. (abd/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pelantikan Dua Pejabat KPK Tetap Sah

Pelantikan Dua Pejabat KPK Tetap Sah

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo resmi melantik Cahya Harefa sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK dan Fitroh Rohcahyanto sebagai Direk


WNI Diperkosa di Malaysia

WNI Diperkosa di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia, diperkosa oleh pria warga India.


Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Persidangan pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru ditunda sebulan. Hal itu lantaran bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan tahun depan.


Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Seorang TKI yang berprofesi sebagai babysitter dihukum denda oleh Pengadilan Malaysia, karena menampar pipi seorang bayi berusia enam bulan.


WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia menjadi korban perampokan uang tunai sebanyak 1,24 juta Ringgit atau setara Rp4,1 miliar.


Mahasiswa Palembang Bobol Rekening Bank BUMN

Mahasiswa Palembang Bobol Rekening Bank BUMN

Dua pelaku pembobol rekening bank dibekuk tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidisiber) Bareskrim Polri.


Mustafa Diduga Terima Rp12,5 Miliar dari Dua Pengusaha

Mustafa Diduga Terima Rp12,5 Miliar dari Dua Pengusaha

Kasus suap yang menyeret mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, belum juga berakhir.


Dua WNI Ditangkap di Panti Pijat Malaysia

Dua WNI Ditangkap di Panti Pijat Malaysia

11 warga negara asing (WNA) yang bekerja secara ilegal terciduk aparat terkait di malaysia, dan dua di antaranya warga negara Indonesia (WNI).


KPK akan Dibuat Mati Suri

KPK akan Dibuat Mati Suri

Mantan Ketua KPK Abraham Samad rencana revisi Undang-Undang KPK sebagai bentuk upaya untuk membuat lembaga anti rasuah itu mati suri.


Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berstatus sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia terancam mendapat hukuman mati.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!