Kriminal
Share this on:

Duh, 24 Siswa SMP Gabung Grup WA Porno

  • Duh, 24 Siswa SMP Gabung Grup WA Porno
  • Duh, 24 Siswa SMP Gabung Grup WA Porno

KABUPATEN BEKASI - Konten video pornografi ditemukan Komisi Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi di sebuah grup WhatsApp bernama "All Star". Kelompok percakapan itu dibuat oleh sejumlah siswa sebuah SMP di Kecamatan Cikarang Selatan. Selain konten pornografi, di grup itu juga terlihat adanya percakapan ajakan mesum.

Komisioner KPAI Kabupaten Bekasi Mohamad Rojak mengatakan, temuan itu berawal pekan lalu saat pihak melakukan razia tas milik para siswanya. Secara kebetulan seorang guru yang tengah mengecek satu persatu handphone milik siswa menemukan kejanggalan.

”Setelah diperiksa, ada konten video porno di grup WhatsApp di handphone salah satu siswa," katanya, Rabu (10/10).

Rojak menambahkan, karena penasaran dengan konten grup WhatsApp tersebut, pihak guru kemudian mengecek para anggotanya. Di sana diketahui, jumlah peserta mencapai 24 orang. Kebanyakan anggota grup WhatsApp itu siswa kelas III. "Mereka sudah lama bergabung di dalam grup percakapan tersebut," ucapnya juga.

Dari 24 anggota grup, kata Rojak lagi, terdiri dari 10 siswi dan 14 siswa. Dalam grup WhatsApp itu juga ditemukan 42 video porno, ajakan tawuran, maupun ajakan mesum personal. Termasuk ada foto murid yang sedang memegang celurit. "Banyak percakapan yang tak pantas akhirnya di grup itu," ucapnya juga.

Menurut Rojak lagi, atas kejadian tersebut pihak sekolah mengambil tindakan. Sejumlah siswa yang kedapatan menjadi peserta grup satu per satu mendapat teguran. "Dari kejadian itu, tiga siswa dipindahkan. Satu berhenti. Sedangkan 20 siswa bertahan di sekolah tersebut dengan pengawasan guru Bimbingan Konseling (BK). Kami juga turut mengawasi," paparnya juga.

Atas kejadian ini, Rojak sangat menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap anak-anak tersebut. Sebab, peristiwa itu menunjukkan anak bebas menggunakan handphone tanpa pengawasan. "Karena minim pengawasan termasuk banyak orangtua yang jarang ajak diskusi anaknya. Akhirnya begini," cetusnya juga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi Supratman mengaku terkejut mendengar informasi tersebut. Dia sangat menyayangkan lemahnya pengawasan dari semua pihak termasuk para orangtua terhadap anaknya. "Siswa itu bukan hanya diawasi oleh guru, tapi harus ada peran serta orangtua juga," katanya, Rabu (10/10).

Supratman mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepolisian terkait temuan tersebut. Dan, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan untuk siswa membawa handphone saat proses belajar mengajar di sekolah. ”Saya sudah keluarkan surat edaran itu kepada seluruh sekolah,” paparnya.

Bahkan, kata dia lagi, pihaknya telah meminta kepada seluruh kepala sekolah lebih rutin melakukan pengawasan kepada siswa. Termasuk meminta untuk mengumpulkan seluruh orangtua siswa mendiskusikan temuan grup WhatsApp All Star tersebut. "Kami juga sudah menggandeng ulama juga untuk meminta saran-sarannya," cetusnya.

Terkait sanksi kepada para siswa, kata Supratman juga, pihak sekolah bersangkutan dipersilahkan mendiskusikan masalah tersebut dengan kepolisian. Apakah aktivitas itu mengandung konten UU ITE atau pornografi. "Meski begitu kita harus adakan juga pembinaan kepada seluruh siswa, agar mental mereka tidak terganggu," ucapnya lagi.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kabupaten AKP Sukrisno mengaku temuan grup WhatsApp yang mengundang konten pornografi sangat di sayangkan dilakukan siswa SMP. Menurut dia, kejadian itu karena lemahnya pengawasan dari semua pihak. "Termasuk orangtua dan sekolah yang lalai mengawasi anaknya," ucapnya.

Menurut dia juga, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan atas keberadaa grup WhatsApp tersebut. "Saya prihatin atas kejadian itu. Kita harus bertanggungjawab kepada pertumbuhan anak,” tandasnya. (dny/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Siswa SMKN 4 Tewas Gantung Diri

Siswa SMKN 4 Tewas Gantung Diri

Siswa SMK N 4 Semarang kelas I, jurusan animasi, Samuel Kevin Hutagaul (15), ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di rumahnya.


Todongkan Pisau, Siswa SMA Rampas HP

Todongkan Pisau, Siswa SMA Rampas HP

Meski masih di bawah umur, SF (17), harus berurusan dengan polisi.


Butuh Uang Sekolah, Siswa SMK Njambret

Butuh Uang Sekolah, Siswa SMK Njambret

Tak punya uang untuk bayar uang Sekolah, siswa SMK Hofiuddin nekat menjambret handphone (HP) milik Siti (14), siswi SMP.


Cemburu, Siswa SMK Otaki Pengeroyokan

Cemburu, Siswa SMK Otaki Pengeroyokan

Gara-gara ceweknya naksir orang lain, oknum pelajar SMK di Kabupaten Rembang berbuat nekat. Dia mengeroyok Wahyu Mustofa (27).


Ikut Konvoi, Anak Putus Sekolah Bacok Korban Pakai Pedang

Ikut Konvoi, Anak Putus Sekolah Bacok Korban Pakai Pedang

RO (17), pelaku pembacokan Ahmad Fatoni, siswa XII MA Miftahul Ulum Kayen dikenai dua pasal pidana.


Hendak Kabur ke Jakarta, Pelaku Pembacokan Siswa SMA Dibekuk

Hendak Kabur ke Jakarta, Pelaku Pembacokan Siswa SMA Dibekuk

Pelaku pembacokan saat konvoi perayaan kelulusan SMA sederajat di Pati ternyata bukan pelajar. Rohman alias Maman ini telah bekerja.


Pelaku Pembacokan Siswa SMA Masih Dicari

Pelaku Pembacokan Siswa SMA Masih Dicari

Ahmad Fatoni, korban pembacokan saat konvoi kelulusan SMA sederajat, Jumat (4/5) lalu, semakin membaik.


Rampung Ujian, Empat Pelajar SMP Pesta Miras di Kuburan

Rampung Ujian, Empat Pelajar SMP Pesta Miras di Kuburan

Ada-ada saja yang dilakukan para pelajar zaman now. Saking nylenehnya, mereka nekat menggelar pesta minuman keras (miras) di tempat pemakaman umum (TPU).


Sembilan Pelajar SMP Dipaksa Turun dari Truk

Sembilan Pelajar SMP Dipaksa Turun dari Truk

Sedikitnya sembilan remaja yang masih duduk di bangku SMP terpaksa harus diturunkan di tengah jalan oleh petugas kepolisian Polsek Bener.


Oknum Guru Olahraga kok Pesan Sabu

Oknum Guru Olahraga kok Pesan Sabu

Dunia pendidikan tercoreng. Setelah tertangkapnya pelajar otak pencurian di SMP Santo Mikail, kini giliran oknum guru SD yang ditangkap karena kasus narkotika.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!