Kriminal
Share this on:

Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok

  • Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok
  • Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok

MENJENGUK - Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti saat menjenguk keluarga korban pengeroyokan yang sempat viral di medsos, Jumat kemarin. (muhamad hadiyan/jpg)

KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengaku kaget dan prihatin atas insiden kasus pengeroyokan atau kekerasan yang terjadi di sebuah SMP swasta di Kecamatan Kedunwuni. Mustinya hal tersebut tidak terjadi, apalagi hanya gara-gara persoalan sepele saling ejek di media sosial.

“Peristiwa ini baru diketahui seminggu kemudian. Anak atau korbannya kini sudah biasa. Itu berasal dari ejek-ejekan di facebook. Walaupun demikian, saya prihatin, mengapa hal itu sampai terjadi,” ujar Wabup saat mengunjungi rumah korban, kemarin.

Agar hal tersebut tidak terulang lagi, kata dia, pihaknya sudah melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah, agar guru-guru lebih memberikan pengertian kepada siswa-siswanya. Karena anak seusia itu masih dalam tahap pencarian identitas. Sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih.

"Permasalahan ini akan diselesaikan tanpa meninggalkan aspek hukum. Sebab penanganan hukumnya telah ditangani Polres Pekalongan. Aspek solusi dunia pendidikan juga perlu dilakukan, sebab kami juga perhatian terhadap masa depan anak-anak itu,” tuturnya.

Dijelaskan, pihaknya berusaha mencari solusi, tapi tidak mengabaikan masa depan anak. Jangan sampai memecahkan masalah tapi masa depan anak justru suram. Pembinaan dan pengelolaan permasalahan ini dilakukan dengan hati-hati dan khusus, agar perlindungan anak tetap terjaga.

“Anak tetap kapok dan tidak akan melakukan perbuatan negatif lagi. Pembinaan dilakukan baik di kubu korban maupun pelaku. Anak-anak harus diberikan kegiatan positif. Sehingga karakter yang berkepribadian baik terbentuk tidak brutal, baik kejujuran, punya cita-cita dan semangat tinggi. Tidak usah melakukan hal-hal negatif. Bimbingan terhadap anak akan terus ditingkatkan,” pungkas Arini.

Seperti diketahui, sempat viral video penganiyaan seorang bocah dikeroyok kakak kelasnya di Pekalongan. Korban mengaku sempat dua kali pingsan pada saat kejadian. Kini dia mengalami luka dalam akibat tindak kekerasan yang dia terima.

Korban adalah AM (14) warga Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Saat detikcom berkunjung ke rumahnya, Jumat (1/2) sore, kondisi korban sudah bisa duduk dan berbicara.

Ia menceritakan pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (16/1) lalu. Usai pulang sekolah, ada 3 temanya menjemput dan memaksa korban dibawa di sebuah musala di kompleks sekolahan. "Di situ dikeroyok oleh enam orang dari jam tiga sampai jam lima sore," paparnya.

Mirisnya, pasca penganiayaan tersebut beberapa pelaku justru mengantarkan korban dalam kondisi pingsan ke rumahnya. Namun saat itu tidak mengatakan apa-apa. "Ya saya kira tidak ada kejadian apa-apa. Mereka masuk kamar terus pergi," kata Suyati (42), ibu korban.

Pagi harinya, AM enggan ke sekolah. Suyati yang masih belum mengetahui kejadian yang menimpa anaknya, masih berusaha memaksa namun AM tetap menolak berangkat.

Suyati baru tahu kejadian itu ketika diberitahu oleh kakak AM yang mengetahui adanya video viral di grup percakapan medsos. "Kenapa mereka kejam dan mengkeroyok anak saya seperti itu," kata Suyati sembari terisak nangis.

"Kami sudah ke kantor polisi. Anak saya juga sudah dimintai keterangan. Videonya juga sudah diperlihatkan, dengan surat rumah sakit," tambah Amat Kasirun (45), ayah korban. (yan/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Mangkal di Jalanan, Anjal Diamankan
Mangkal di Jalanan, Anjal Diamankan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jangan Mudah Berikan Data Pribadi, Medsos Jauh Lebih Berbahaya

Jangan Mudah Berikan Data Pribadi, Medsos Jauh Lebih Berbahaya

Pencurian data penduduk bisa dilakukan oknum yang memanfaatkan media sosial (medsos). Bahkan Facebook, Instagram, dan Google dianggap jauh lebih berbahaya bagi


Facebook Didenda Rp70 Triliun

Facebook Didenda Rp70 Triliun

Salah satu perusahaan digital yang berbasis di Amerika Serikat, Facebook didenda sebesar USD5 miliar (Rp70 triliun) sebagai penyelesaian pelanggaran privasi dat


Indonesia Bebaskan Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Siswa JIS

Indonesia Bebaskan Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Siswa JIS

Pemerintah Indonesia mengabulkan pengampunan kepada, Neil Bantleman, guru asal Kanada terpidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Jakarta.


WNI Cabuli Siswi SMP di Singapura

WNI Cabuli Siswi SMP di Singapura

Seorang guru les matematika asal Indonesia, terbukti telah mencabuli muridnya sebanyak lima kali di Singapura, Selasa (9/7).


Marak Dark Sosmed, Kominfo Surati Facebook

Marak Dark Sosmed, Kominfo Surati Facebook

Fenomena dark social media mulai menghantui masyarakat, khususnya bagi mereka yang aktif di media sosial.


Belasan Siswa di India Bunuh Diri Usai UN

Belasan Siswa di India Bunuh Diri Usai UN

Penyelenggaraan ujian nasional untuk siswa kelas 12 mendapat kritik tajam sejumlah kalangan di India.


Pamit beli Rokok, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun

Pamit beli Rokok, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun

Castolani (51), warga Dukuh Corotan, Desa Kutosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, ditemukan keluarganya sudah tak bernyawa.


Kakek-kakek Ditemukan Tewas di Tambak

Kakek-kakek Ditemukan Tewas di Tambak

Seorang kakek, Rasjo (78), warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan ditemukan tewas di area pertambakan Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.


Korban Melawan, Pelaku Jambret Dimassa

Korban Melawan, Pelaku Jambret Dimassa

Seorang pria berinisial AS (31), warga Dukuh Mayana Desa Legok Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes nyaris dikeroyok warga.


Berenang, Siswa Madrasah Meninggal Tenggelam di Sungai

Berenang, Siswa Madrasah Meninggal Tenggelam di Sungai

Berhati-hatilah ketika membiarkan anak di bawah umur berenang di sungai tanpa pengawalan orang dewasa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!