Kriminal
Share this on:

Emirsyah Satar Diperiksa Soal Rekening Suap

  • Emirsyah Satar Diperiksa Soal Rekening Suap
  • Emirsyah Satar Diperiksa Soal Rekening Suap

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Eks Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia itu diperiksa sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kuasa Hukum Emirsyah Satar, Luhut Marihot Parulian Pangaribuan mengatakan, kliennya dicecar sedikitnya 15 pertanyaan oleh penyidik. Salah satunya yakni seputar rekening yang diduga digunakan untuk transaksi aliran dana lintas negara terkait kasus suap tersebut.

"Dia (Emirsyah sudah jawab banyak soal kesehatan. Soal satu rekening dibenarkan, dia punya rekening dan itu sudah diterangkan," ujar Luhut di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/7) kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Emirsyah membantah memiliki puluhan rekening di luar negeri. Ia mengaku hanya memiliki satu-satunya rekening yang berada di Singapura. "Enggak. Rekening saya cuma satu. Itu (tuduhan puluhan rekening di luar negeri) bukan rekening saya. Rekening saya cuma satu," ucapnya singkat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memaparkan, pemeriksaan kali ini dilakulan guna mengklarifikasi kepada tersangka terkait dugaan penerimaan dana yang diterimanya. Febri menyatakan, ini merupakan bagian dari proses penelusuran transaksi aliran dana lintas negara terkait kasus ini.

Pasalnya, kata Febri, pihaknya berhasil menemukan indikasi adanya puluhan rekening yang diduga menjadi sarana terjadinya transaksi atau aliran dana lintas negara terkait kasus ini. "Ada puluhan rekening yang berada di luar negeri dan kami harus melakukan tracing satu persatu untuk melihat mana saja aliran dana yang ada di rekening tersebut yang terkait dengan tersangka dan terkait dengan perkara ini," jelas Febri.

Menurutnya, aliran dana lintas negara menggunakan puluhan rekening ini ditemukan penyidik dalam proses penyidikan kasus suap Garuda. Sayangnya, Febri masih enggan mengungkap negara mana saja yang menjadi asal bank dari puluhan rekening tersebut.

"Karena proses ini masih penyidikan tentu kami tidak bisa secara detail menyebutkan negara mana saja dan teknisnya transfernya antara rekening siapa saja, itu tidak bisa disampaikan tapi memang ini temuan baru ya yang kemudian perlu kami gali lebih dalam," kata Febri.

Kata Febri, KPK belum dapat merinci sejumlah rekening tersebut karena terkait dengan otoritas negara lain. Untuk itu, penyidik KPK belum merinci langkah-langkah yang dilakukan tim penyidik menyikapi puluhan rekening tersebut, termasuk adanya koordinasi dengan otoritas setempat.

"Ada otoritas-otoritas yang berbeda jadi tidak hanya KPK yang berwenang untuk menangani hal tersebut tapi ada kewenangan instansi yang lain di negara yang lain sehingga beberapa informasi yang lebih detail belum bisa kami sampaikan saat ini," katanya.

Yang pasti, kata Febri tim penyidik bakal terus mendalami puluhan rekening dan aliran dana lintas negara terkait kasus suap Garuda. Pendalaman ini salah satunya dilakukan dengan memeriksa Soetikno dan Emirsyah Satar sebagai tersangka. Tak hanya itu, tim penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi yang dinilai mengetahui mengenai rekening dan aliran dana kasus ini.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka yakni Emirsyah selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2014 dan Soetikno Soedarjo selaku presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi pada 16 Januari 2017 lalu. Namun, sampai saat ini KPK belum menahan keduanya.

Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta dan $180 ribu atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai $2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce. Suap diberikan terkait pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. Rolls Royce sendiri oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta atau sekitar Rp11 triliun.

Hukuman tersebut dijatuhkan akibat pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaijan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti. KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri. (riz/zul/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Deddy Mizwar Dicecar KPK Soal RDTR Bekasi

Deddy Mizwar Dicecar KPK Soal RDTR Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar.


Kapan Tim Siber Polri Tangkap Penyebar Hoaks Soal Mahasiswa Papua?

Kapan Tim Siber Polri Tangkap Penyebar Hoaks Soal Mahasiswa Papua?

Tim Siber Bareskrim Polri belum juga berhasil menangkap pemilik akun media sosial (medsos) yang menyebarkan hoaks, terkait insiden mahasiswa Papua di Malang dan


KPK Beberkan Konstruksi Perkara Suap Jogja

KPK Beberkan Konstruksi Perkara Suap Jogja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukima


Korupsi Obat AidsAIDS, Mantan Pejabat Kemenkes Diperiksa

Korupsi Obat AidsAIDS, Mantan Pejabat Kemenkes Diperiksa

Mantan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Keseahtan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dra Maura Linda Sitanggang diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan


KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Mabes Polri menolak usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan serangan balik terhadap Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua


Alex Noerdin Diperiksa Enam Jam

Alex Noerdin Diperiksa Enam Jam


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kejaksaan Agung mempercepat proses kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau suap terkait kasus kepabeanan.


KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK mengaku tengah mendalami dugaan adanya praktik memperdagangkan pengaruh dalam kasus suap impor bawang putih.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!