Kriminal
Share this on:

Empat Hari Penyelundupan Bibit Lobster Rp57 Digagalkan

  • Empat Hari Penyelundupan Bibit Lobster Rp57 Digagalkan
  • Empat Hari Penyelundupan Bibit Lobster Rp57 Digagalkan

JAKARTA - Dahsyat, dalam rentang waktu empat hari, pemerintah sudah dua kali menggagalkan penyelundupan baby lobster (BL). Total ada 377.273 ekor BL yang berhasil diselamatkan. Jumlah tersebut ditaksir berpotensi merugikan negara senilai Rp57 miliar.

Kemarin (21/4) Pangkalan TNI-AL (Lanal) Palembang berhasil menggagalkan penyelundupan 130.600 ekor BL senilai Rp19,5 miliar. Komandan Lanal Palembang Letkol Laut (P) Saryanto menyampaikan, penangkapan bermula dari informasi yang diterima tim intelijen Lanal Palembang. Mereka mendapati adanya speedboat yang masuk wilayah Perairan Jabung Timur dengan kecepatan tinggi. Tim yang bertugas saat itu merasa curiga. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan penyekatan di beberapa lokasi.

Tak butuh waktu lama bagi tim TNI-AL menghentikan speedboat tersebut. "Kami amankan di Perairan Lambur Luar, Tanjung Jabung Timur, Jambi," terang perwira dengan dua mawar di pundak itu. Penggeledahan dan pemeriksaan dilakukan. Hasilnya, petugas menemukan 20 boks berisi BL. Dari hasil pemeriksaan, ratusan ribu ekor BL itu hendak diselundupkan ke Singapura.

Sementara itu, tim gabungan Satreskrim Polres Tanjung Jabung Timur dan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi sukses menggagalkan penyelundupan BL ilegal 246.673 ekor di Jambi, Kamis (18/4) lalu.

Bermula ketika polisi melakukan patroli di sekitar Desa Lambur Luar, Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur, dini hari. Polisi melihat tiga mobil yang terparkir di jalan Desa Lambur Luar yang sepi saat itu. Petugas yang curiga lantas menghampiri tiga mobil tersebut.

Lama menunggu lantaran tidak ada pemiliknya, polisi membuka paksa mobil tersebut. Dari hasil pemeriksaan, BL dikemas dalam 1.238 kantong plastik yang dimasukkan ke dalam 35 boks styrofoam. "Mungkin pemilik mobil melarikan diri saat polisi hendak memeriksa mobil tersebut," duga Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Rina.

Barang bukti terdiri atas 235.900 BL jenis pasir dan 10.773 BL jenis mutiara. Rina menilai, jumlah BL sebanyak itu berpotensi merugikan negara sebesar Rp37,5 miliar. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, benih lobster berukuran di bawah 200 gram tidak boleh ditangkap agar terjaga kelestariannya.

Sejalan dengan hal itu, Jumat (19/4) sore, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepasliarkan 246.673 ekor BL tersebut di perairan Natuna. "Semoga tidak ada lagi yang coba-coba menangkap benih lobster. Biarkan tumbuh jadi remaja hingga dewasa supaya bisa berkembang biak," pesan Menteri Susi.

Lobster jenis mutiara dan pasir memang menjadi primadona. Sebab, banyak digemari masyarakat dan harga jualnya lebih mahal dibanding lobster jenis lainnya. Tak ayal, banyak permintaan dari restoran berbintang hingga warung makan seafood memilih dua lobster jenis tersebut.

Harga lobster pasir berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp1 juta. "Lobster mutiara ini yang paling mahal," ucap Susi. Harganya mulai Rp600 ribu untuk 200-300 gram hingga Rp1,8 juta dengan berat 2 kg dalam keadaan hidup. (mhf/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Kepolisian Maritim Malaysia di Tawau (Negeri Sabah), Malaysia, Kamis (11/7) lalu.


Benih Lobster Senilai Rp17 Miliar Gagal Diselundupkan

Benih Lobster Senilai Rp17 Miliar Gagal Diselundupkan

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri kembali menggagalkan penyelundupan hasil sumber daya alam (SDA) Indonesia.


Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Chuck Suryosempeno, Rabu (10/7


Dua Hari, Lima Terduga Teroris Kelompok JI Ditangkap

Dua Hari, Lima Terduga Teroris Kelompok JI Ditangkap

Lima terduga teroris berhasil diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dalam dua hari, Sabtu (29/6) dan Minggu (30/6).


Sisa Empat Hari, Peminat Capim KPK Masih Minim

Sisa Empat Hari, Peminat Capim KPK Masih Minim

Empat hari jelang ditutupnya pendaftaran 4 Juli mendatang, jumlah pendaftar Capim KPK masih minim.


Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin Harus Bersih dari Korupsi

Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin Harus Bersih dari Korupsi

Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 akan ditetapkan oleh KPU, Minggu (30/6) hari ini.


Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW).


Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan di empat korban kerusuhan 22 Mei selesai.


Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Polda Metro Jaya akan kembali melakukan panggilan kepada mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) M Sofyan Jacob, Senin (17/6) hari ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!