Kriminal
Share this on:

Empat Jaksa Ditunjuk Ikuti Penyidikan Kasus Audrey

  • Empat Jaksa Ditunjuk Ikuti Penyidikan Kasus Audrey
  • Empat Jaksa Ditunjuk Ikuti Penyidikan Kasus Audrey

JAKARTA - Kejaksaan telah menunjuk tim jaksa peneliti untuk mengikuti proses penyidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap korban Audrey siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Penunjukan tim jaksa peneliti ini setelah Kejaksaan Negeri Pontianak menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap tiga siswi SMU yang telah menjadi tersangka kasus ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri mengatakan, Kejaksaan Negeri Pontianak telah menerima dua SPDP dari penyidik Polresta Pontianak, Kalimantan Barat. "Iya benar sudah diterima SPDP kasus ini oleh Kejaksaan Negeri (Pontianak), tim jaksa juga sudah ditunjuk untuk mengikuti perkembangan penyidikan dari penyidik," katanya, Minggu (14/4) kemarin.

Dia menjelaskan, dalam dua SPDP itu tercantum tiga siswi SMU yang statusnya sebagai tersangka. SPDP pertama dengan Nomor 157/IV/Res/2019 tanggal 10 April 2019 atas nama tersangka TT dan LL. Lalu SPDP Kedua dengan Nomor 158/IV/Res/2019 tanggal 10 April 2019 atas nama tersangka NN.

Ketiga tersangka oleh penyidik disangka melanggar pasal 76C jo 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 3,5 tahun penjara. "Ini yang tertera dalam SPDP itu, kita tunggu perkembangan selanjutnya, nanti akan kita infokan," jelasnya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak Refli mengatakan, setelah diterima SPDP, pihaknya sudah menunjuk empat orang jaksa yang nantinya bertugas meneliti berkas para tersangka jika sudah dilimpah penyidik. Keempat jaksa itu, kata Refli, Dian Novita, AI Simamora, Rita Hilda dan Nia Agnes.

Namun Refli menegaskan pihaknya akan lebih dahulu mengedepankan upaya diversi dalam kaitan restorative justice jika berkas para tersangka telah diterima kejaksaan. "Karena baik para pelakunya dan korbannya masih anak-anak yang harus dilindungi masa depannya," jelasnya.

Dia menyebutkan, upaya Diversi atau pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses di luar peradilan pidana sebenarnya bisa dilakukan di kepolisian, kejaksaan dan di pengadilan. Tapi mungkin di kepolisian tidak ada titik temu dalam perdamaian antara pihak keluarga pelaku dan korban.

"Sehingga kasusnya lanjut dengan kami menerima SPDP," ujarnya.

Refli mengakui kasus dugaan penganiayaan oleh ketiga tersangka menjadi viral setelah dikabarkan kemaluan korban juga ditusuk. "Padahal itu tidak benar dan juga tidak didukung visum dari dokter rumah sakit," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, 12 siswi SMA yang menganiaya siswi SMP bernama Audrey di Pontianak, Kalimantan Barat dilakukan secara spontan. "Secara spontan teman-temannya ini membantu untuk melakukan penganiayaan terhadap korban A," kata Dedi di Mabes Polri.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menggunakan tangan kosong saat melakukan penganiayaan terhadap Audrey. Kasus ini telah dalam tahap penyidikan dengan tiga orang tersangka. Dalam keterangan , para pelaku penganiayaan melakukan pengeroyokan dengan tangan kosong. (lan/fin/zul/wsa)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Prabowo Tak Bisa Dipidana

Prabowo Tak Bisa Dipidana

Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Prabowo Subianto yang kemudian ditarik kembali.


Giliran Empat Pejabat PT Antam Diperiksa

Giliran Empat Pejabat PT Antam Diperiksa

Penyidik Pidsus Kejagung mulai memburu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 hektare di Sarolangun, Jambi.


Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bengkalis Amiril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


Kinerja KPK Terbentur Kasus-kasus Mangkrak

Kinerja KPK Terbentur Kasus-kasus Mangkrak

Hingga kini masih ada juga beberapa kasus yang masih mangkrak atau belum terselesaikan dengan baik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)..


Idrus Marham Kembali Diperiksa

Idrus Marham Kembali Diperiksa

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama PLTU Riau-1.


KPK Perpanjang Penahanan Tiga Tersangka Suap

KPK Perpanjang Penahanan Tiga Tersangka Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tiga tersangka kasus suap terkait pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah.


Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Lebih dari dua tahun, tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mangkrak tanpa ada kejelasan.


Penangkapan Eggi Sah, Tapi Terkesan Politis

Penangkapan Eggi Sah, Tapi Terkesan Politis

Aparat kepolisian Ditreskrimum Polda metro Jaya akhirnya menangkap aktivis pembela Ulama, Eggi Sudjana usai diperiksa, pada Senin (13/4), terkait dugaan kasus m


Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).


Tersangka Korupsi Alsintan Masih Gelap

Tersangka Korupsi Alsintan Masih Gelap

Penetapan tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2015 lalu belum jelas.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!