Kriminal
Share this on:

Enam Kapal Berbendera Vietnam dan Malaysia Ditangkap

  • Enam Kapal Berbendera Vietnam dan Malaysia Ditangkap
  • Enam Kapal Berbendera Vietnam dan Malaysia Ditangkap

JAKARTA - Dua kapal Hiu Macan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap enam kapal berbendera asing yang tengah menangkap ikan secara ilegal (illegal fishing) di dua perairan terpisah, kemarin. Enam kapal yang ditangkap empat diantaranya berbendera Vietnam dan dua kapal berbendera Malaysia. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman, mengungkapkan, mereka ditangkap tanpa dokumen perizinan serta menggunakan alat tangkap yang dilarang yakni trawl di Zona Ekonomi Eklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara dan Selat Malaka, kemarin.

" Dalam penangkapan di empat kapal Vietnam, kita amankan 24 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam," bebernya. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak Kalimantan Barat untuk proses hukum.

Sementara dua kapal Malaysia atas nama KM. PKFA 8888 dan PKF 7878 yang berbobot diatas 60 gross ton ditangkap di ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 15.00 WIB. "Dari dua kapal Malaysia itu, kami mengamankan sembilan orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau.

Kapal-kapal perikanan asing tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. "Ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar," tegas Agus.

Dari cataan KKP, Tangkapan terbaru ini menambah deretan kapal perikanan ilegal yang telah berhasil ditangkap sebelumnya oleh armada Kapal Pengawas Perikanan KKP. Sejak Januari hingga 9 April 2019, KKP telah berhasil menangkap 38 kapal perikanan ilegal, yang terdiri dari 28 KIA dan 10 Kapal Perikanan Indonesia (KII). Dari sejumlah kapal ilegal asing yang ditangkap tersebut, 15 kapal berbendera Vietnam dan 13 kapal lainnya berbendera Malaysia.

Beberapa waktu lalu, Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengungkapkan Indonesia merugi Rp600 triliun per tahun akibat pencurian ikan. Wilayah pantai sepanjang 97.000 kilometer menjadi sasaran empuk pelaku illegal fishing."Data FAO menghitung, lost of illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia mencapai $50 miliar AS," ucap Susi.

Selain itu, kapal ilegal sangat berbahaya bagi ekosistem laut karena sering kali menggunakan alat tangkap terlarang, seperti trawl atau pukat harimau. Bahkan ada yang memakai bom. "Akibatnya, bukan cuma ikan dewasa yang terjaring atau mati, tapi juga ikan kecil, terumbu karang, dan biota laut lain," tandasnya. (fin/zul/tgr)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Dianggap Langgar Hak Konstitusi Publik

Pemerintah Dianggap Langgar Hak Konstitusi Publik

Kementerian Komunikasi dan Informatika membatasi akses aplikasi perpesanan WhatsApp dan media sosial untuk sementara waktu hingga situasi dianggap aman dan kond


Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Said Djamalul Abidin (SDA) diamankan karena menyebar berita bohong alias hoaks polisi China yang dikerahkan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu.


Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

KPK telah selesai menghitung keseluruhan dana suap dan gratifikasi yang diduga diterima Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.


Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Nakhoda sebuah kapal nelayan asal Indonesia ditangkap dan dinyatakan bersalah, karena menangkap ikan secara ilegal di Perairan Australia.


Kerusuhan Tanah Abang dan Petamburan Dilakukan Preman Bayaran

Kerusuhan Tanah Abang dan Petamburan Dilakukan Preman Bayaran

Kerusuhan yang terjadi di Tanah Abang dan Petamburan, Rabu (22/5), diduga dilakukan oleh preman bayaran.


Penyebar Undangan Bunuh Kapolri Diamankan

Penyebar Undangan Bunuh Kapolri Diamankan

Penyeru membunuh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kabareskrim Komjen Idham Azis akhirnya ditangkap.


Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI (Purn) Soenarko ditangkap polisi.


BPOM Sita Makanan Kedaluwarsa Rp3,4 Miliar

BPOM Sita Makanan Kedaluwarsa Rp3,4 Miliar

Bagi yang membeli produk pangan segar dan olahan untuk berbuka puasa agar lebih berhati-hati.


Hukum Lemah, Indonesia Target Peredaran Narkotika Dunia

Hukum Lemah, Indonesia Target Peredaran Narkotika Dunia

Untuk kesekian kalinya, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap penyelundupan narkotika dari Malaysia melalui jalur laut.


Dugaan Korupsi KKP, Susi Dukung KPK

Dugaan Korupsi KKP, Susi Dukung KPK

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung KPK menuntaskan dugaan tindak pidana korupsi di Kementeriannya.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!