Kriminal
Share this on:

Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

  • Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan
  • Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

**JAKARTA ** - Galih Ginanjar, dan pasangan youtuber Rey Utami-Pablo Benua akhirnya masuk penjara. Ketiganya yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap pada Kamis (11/7) resmi ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya, Jumat (12/7).

Mereka terjerat kasus penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan artis Fairuz A Rafiq. Sebelum ditahan, ketiganya mejalani proses pemeriksaan, serta tes kesehatan dan cek urine di Biddokkes Mabes Polri.

"Jadi, pemeriksaan para tersangka ini selesai jam 02.00 WIB dini hari, dan setelah itu oleh penyidik dibuatkan surat penahanan untuk ketiganya. Penahanan berlaku hingga 20 hari ke depan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada media, Jumat (12/7) kemarin.

Menurut Argo, penahanan ketiga tersangka ini atas jeratan pasal 27 ayat (1) dan (3) UU ITE serta Pasal 310 dan 311 KUHP dengan ancaman hukumannya di atas lima tahun. Di sisi lain, merupakan wewenang dan subjektifitas dari penyidik

"Dari subjektifitas penyidik itu, penahanan ketiga tersangka karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya," ungkap perwira menengah Polri berpangkat melati tiga tersebut.

Argo mengakui, dalam proses penandatangan surat penahanan, salah satu tersangka menolak. Namun demikian, penyidik tak mempersoalkan hal itu dan tetap menahannya juga bersama dua tersangka lainnya.

"Iya, tersangka Galih menyatakan enggan mendatangani surat itu. Dan itu tak dipermasalahkan, sebab oleh penyidik sudah dibuatkan berita acara penolakan penandatangan perintah penahanan. Sehingga, tidak akan menghilangkan penahanan," ujar Argo.

Saat ditanya perihal penolakan itu, Argo menyebut, itu adalah hak dari seseorang yang terjerat sebuah kasus. "Itu hak mereka, namanya hak ya tidak masalah. Tapi kita sudah buatkan berita penolakan," ucap Argo.

Lebih lanjut, Argo menambahkan, berkaitan soal puluhan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang ditemukan saat penggeledahan di rumah dua tersangka Rey dan Pablo di Bogor, Jawa Barat, diduga berkaitan erat dengan kasus penipuan dan penggelapan dengan terlapor Pablo Benua. Hingga kini kasusnya tetap ditindaklanjuti untuk pengusutan.

"Tapi saat ini puluhan STNK itu sudah kita serahkan kembali ke Rey karena tidak ada kaitan dalam kasus di krimsus (kriminal khusus). Namun demikian tetap diusut, dan kita tunggu saja dari ranmor yang mengecek," tutur Argo.

Seperti ketahui, terkait temuan puluhan STNK ketika diusut polisi ternyata Pablo Benua juga pernah dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan mobil kreditan padatanggal 26 Februari 2018, dan informasinya juga laporan serupa di Bareskrim Polri tahun 2017. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Mabes Polri menolak usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan serangan balik terhadap Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua


Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. Soetikno Soedarjo sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Malaysia Tangkap Nakhoda WNI

Malaysia Tangkap Nakhoda WNI

Seorang Nakhoda dan teknisi kapal berkewarganegaraan Indonesia (WNI) ditahan oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA).


Hasil Test Psikologi Polisi yang Tembak Polisi Keluar 14 Hari Lagi

Hasil Test Psikologi Polisi yang Tembak Polisi Keluar 14 Hari Lagi

Brigadir Rangga Tianto, tersangka penembakan Bripka Rahmat di ruang SPKT Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7), kini ditahan di Rumah tahanan (Rutan


KPK Tahan Dua Anggota DPRD Jambi

KPK Tahan Dua Anggota DPRD Jambi

Dua Anggota DPRD Provinsi Jambi, Elhelwi dan Gusrizal, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Tiga Nelayan Indonesia Hanyut Sampai ke Filipina

Tiga Nelayan Indonesia Hanyut Sampai ke Filipina

Nelayan Filipina berhasil menyelamatkan tiga nelayan Indonesia asal Tobelo, Maluku Utara, yang sempat terkatung-katung empat hari di lautan.


Sempat Ingatkan Novel Ada Ancaman, Mantan Kapolres Tegal Bantah Diperiksa TGPF

Sempat Ingatkan Novel Ada Ancaman, Mantan Kapolres Tegal Bantah Diperiksa TGPF

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Mochamad Iriawan mengakui pernah mengingatkan Novel Baswedan terkait ancaman ke penyidik KPK.


Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua Siap-siap Dipenjara

Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua Siap-siap Dipenjara

Galih Ginanjar dan pasangan youtuber Rey Utami-Pablo Benua telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.


Jaksa Agung Beber Ada Upaya Pembusukan

Jaksa Agung Beber Ada Upaya Pembusukan

Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap dua oknum jaksa Kejati DKI Jakarta sempat menjadi bola liar di lingkungan korps Adhyaksa.


Soal 'Ikan Asin' Fairuz Dicecar 25 Pertanyaan, Galih Diperiksa Jumat

Soal 'Ikan Asin' Fairuz Dicecar 25 Pertanyaan, Galih Diperiksa Jumat

Laporan Fairuz A Rafiq terhadap Galih Ginanjar dan pasangan Youtuber Rey Utami-Pablo Benua mulai disidik Polda Metro Jaya, Rabu (3/7).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!