Kriminal
Share this on:

Gerayangi Anak Tirinya, Penjaga Malam Dilaporkan ke Polisi

  • Gerayangi Anak Tirinya, Penjaga Malam Dilaporkan ke Polisi
  • Gerayangi Anak Tirinya, Penjaga Malam Dilaporkan ke Polisi

SAMARINDA - Sebagai seorang ayah, seharusnya bisa melindungi anak-anaknya. Meski statusnya bukan anak kandung. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Arifin (45), seorang penjaga malam, di daerah Jalan Hasan Basri, Kecamatan Sungai Pinang.

Menikah secara siri dengan istrinya, pria paruh baya itu malah berbuat asusila, kepada Anita (bukan nama sebenarnya), anak tirinya. Parahnya, perbuatan itu dilakukan pelaku di dekat istrinya, di kamar sebelum tidur.

Terbongkarnya perbuatan Arifin itu setelah remaja perempuan 11 tahun itu mengeluh sakit di bagian kemaluan. “Ceritanya kepada tantenya,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Purwanto.

Setelah laporan tak mengenakkan itu sampai ke telinga tante korban, kakak kandung Anita yang juga mendapat cerita itu mempertegas ke korban. Alhasil, semua perbuatan Arifin diceritakan.

“Enggak terima dan melapor,” sambung perwira balok satu itu.

Polisi pun buru-buru membawa korban ke rumah sakit untuk diperiksa. Pasalnya, dari keterangan korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), perbuatan itu dilakukan pelaku Oktober lalu. “Saat ibunya keluar untuk beli sesuatu,” ujar eks Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang itu.

Dari penuturan korban ke polisi, perbuatan pelaku tak sampai ke berhubungan badan. Hanya sebatas memegang alat vital dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ulah Arifin terakhir dilakukan saat Anita tengah tertidur di samping istrinya. Pelaku baru pulang dari kerja sekitar pukul 04.00 Wita.

“Katanya korban sempat berteriak sekali, tapi ibunya tidak dengar,” tegas polisi. Meski tak ada intimidasi, namun, ada upaya pelaku agar perbuatannya itu tak sampai ke telinga orang-orang terdekat. Yakni memberikan uang jajan ke korban.

Ditemui kemarin (7/12), Arifin membantah semua tuduhan laporan korban. “Saya tidak pernah merasa melakukan itu (perbuatan asusila),” ungkapnya. Disinggung perbuatannya yang terjadi belum lama ini, tepat di tempat tidur di samping istrinya, pria berkumis tebal itu membantah. “Enggak tahu, pulang subuh itu karena istri sakit,” kilahnya.

Ditegaskan Purwanto, pelaku tak hanya membantah semua keterangan korban, dia juga menolak menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP). “Tak masalah, toh kami sudah punya dua alat bukti,” sebut Purwanto.

Alat bukti itu berupa hasil visum et repertum (VER) dari rumah sakit. Meski berkilah, bukti saksi ahli cukup kuat. “Dilihat nanti di persidangan,” pungkasnya. (dra/rsh/k15/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Rentenir Dilarang Masuk Kampung
Rentenir Dilarang Masuk Kampung

Berita Sejenis

Penyerang di Polsek Wonokromo, Pemain Tunggal

Penyerang di Polsek Wonokromo, Pemain Tunggal

Seorang pria bernama Imam Musthofa nekat melakukan aksi penyerangan terhadap dua anggota polisi di kantor Polsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8).


Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun

Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun

, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 senilai total sekira Rp900 juta. "Meminta majelis hakim agar menyatakan terdakwa Mulyana terbukti


Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Usai membunuh Briptu Hedar, Senin (12/8), teror serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua terhadap personel kepolisian kembali terjadi di Kampung


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Sedikitnya lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, dilaporkan hilang saat melaut di perairan dekat Pulau Diaoyutai, Taiwan.


Sembilan Orang Digantung di Tengah Kota

Sembilan Orang Digantung di Tengah Kota

Polisi Meksiko menemukan sembilan mayat dalam kondisi tergantung di jembatan layang Kota Uruapan, Negara Bagian Michoacan, Kamis (8/8).


Kasus Pengemplangan Gaji Pekerja Migran di Jeddah Rumit

Kasus Pengemplangan Gaji Pekerja Migran di Jeddah Rumit

KJRI Jeddah tengah menindaklanjuti kasus pengemplangan gaji para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru-baru ini dilaporkan.


Polisi Endus Metode Baru Pengiriman Barang Haram

Polisi Endus Metode Baru Pengiriman Barang Haram

Bandar narkotika terus mencari cara menyelundupkan narkotika.


Hubungan Polri dan Masyarakat Masih Buruk

Hubungan Polri dan Masyarakat Masih Buruk

Kasus pengeroyokan empat anggota polisi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan menunjukan hubungan Polri dan masyarakat masih buruk.


Tersangka Suap Bakamla Bertambah

Tersangka Suap Bakamla Bertambah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) menetapkan empat tersangka baru.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!