Kriminal
Share this on:

Hanya Dituntut Delapan Tahun, Kelurga Korban Tak Terima

  • Hanya Dituntut Delapan Tahun, Kelurga Korban Tak Terima
  • Hanya Dituntut Delapan Tahun, Kelurga Korban Tak Terima

DIJAGA - Sejumlah personel dikerahkan untuk mengamankan sidang kasus pengeroyokan berujung pembunuhan korban Anang Tri Hidayat di PN Purwodadi, kemarin. (sirojul munir/radar kudus)

GROBOGAN - Keluarga korban pengeroyokan berujung pembunuhan Anang Tri Hidayat tidak terima. Ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Purwodadi Sri Wisnu Respati membacakan tuntutan di PN Purwodadi, Selasa lalu (24/4).

JPU hanya menuntut delapan tahun hukuman kepada tiga terdakwa. Mereka ditenggarai melanggar pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. Sidang penganiayaan yang menyebabkan Anang Tri Hidayat tewas di jalan MT Haryono ini untuk tiga terdakwa, yaitu Untung Prastyo, Dwi Yudha, Dwi Ariyanto. Selain tiga terpidana, satu terdakwa menjalani sidang di Mahkamah Militer Semarang.

Akibat rendahnya tuntutan dalam sidang tersebut, keluarga korban tidak terima. Bahkan, Fina, kakak perempuan korban guling-guling sembari berteriak-teriak.

Perempuan berkerudung tersebut juga melakukan adegan menginjak seseorang. Hal itu diduga dilakukan terdakwa kepada adiknya. Aksi tersebut mendapatkan penjagaan ketat dari aparat Satuan Sabhara Polres Grobogan.

Fina bersama keluarga tidak terima jika terdakwa hanya dituntut delapan tahun penjara, bukan 12 tahun penjara. Begitu juga dengan istri korban, Safigotun Nakma tidak terima tentang tuntutan JPU. Dia menangis dan meminta hakim menghukum seberat-beratnya.

”Tidak terima suami saya diinjak-injak sampai mati. Terdakwa harus dihukum seberat-beratnya,” kata Safigotun sambil mengaku hukuman tidak setimpal itu membuatnya menjadi janda dan mengurusi anak semata wayang.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban Evarisan mengatakan, tuntutan jaksa harus dimaksamalksan sampai 12 tahun penjara. ”Kami minta terdakwa dihukum semaksimal mungkin seperti pasal 170 KUHP, maksimal 12 tahun penjara. Kasus pembunuhan jelas seperti yang terungkap dalam fakta persidangan,” kata Evarisan.

Sementara itu, JPU Kejari Grobogan Sri Wisnu Respati mengaku, tuntuan sudah sesuai prosedur yang berlaku. Apalagi kedua belah pihak sudah dipertemukan. Namun, dari pihak keluarga korban menolak damai. ”Pasal dan tuntutan sudah sesuai prosedur untuk perbuatan yang dilakukan terdakwa,” ujarnya. (mun/ris/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Prabowo Tak Bisa Dipidana

Prabowo Tak Bisa Dipidana

Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Prabowo Subianto yang kemudian ditarik kembali.


Bandar Narkotika Dimiskinkan

Bandar Narkotika Dimiskinkan

Badan Narkotika Nasional (BNN) benar-benar total menindak bandar narkotika. Tidak hanya memenjarakannya, namun juga menjerat dengan tindak pidana pencucian uang


Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Lebih dari dua tahun, tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mangkrak tanpa ada kejelasan.


Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Hanya dua hari, Polres Pemalang berhasil meringkus lima pelaku perjudian togel yang meresahkan masyarakat.


Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).


Soal Lapas Rusuh, Jangan Hanya Cari Dalang Provokator

Soal Lapas Rusuh, Jangan Hanya Cari Dalang Provokator

Kerusuhan di lingkungan instansi pemasyarakatan jangan lagi terjadi di (Rutan) Klas II B Siak Sri Indrapura, Riau.


Komnas HAM Kumpulkan Data Kematian Ratusan Petugas TPS

Komnas HAM Kumpulkan Data Kematian Ratusan Petugas TPS

Ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertumbangan. Tidak hanya sakit, banyak di antara mereka sampai kehilangan nyawa.


WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Sibu, Serawak, Malaysia, Rabu (8/5) kemarin, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada seorang pria asal Indonesia, Maxi Banfantri (30).


Direktur WKE Dituntut Empat Tahun Penjara

Direktur WKE Dituntut Empat Tahun Penjara

Direktur Utama PT Wijaya Kusuma (WKE) Emindo Budi Suharto bersama-sama dengan istri, anak dan kerabatnya dituntut 4 tahun penjara


Jokdri Terancam Tujuh Tahun Penjara

Jokdri Terancam Tujuh Tahun Penjara

Bulan Ramadan hari pertama juga menjadi momen sidang perdana kasus-kasus yang selama ini ditangani Satgas Antimafia Bola.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!