Kriminal
Share this on:

Ibu Hamil Tertangkap Pesta Narkoba

  • Ibu Hamil Tertangkap Pesta Narkoba
  • Ibu Hamil Tertangkap Pesta Narkoba

BALIKPAPAN - Peredaran narkoba seakan tak ada habisnya. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan yang Rabu (4/7) lalu menangkap desertir polisi karena sabu, Sabtu (7/7) lalu kembali menangkap terduga pengedar narkoba. Bahkan salah satu calon tersangkanya merupakan perempuan yang sedang mengandung janin berusia empat bulan.

Kepala BNNK Balikpapan Kompol Muhammad Daud menjelaskan, ada lima orang yang diamankan saat penggerebekan di Jalan Sultan Hasanuddin RT 38, Gunung Bugis, Baru Ulu, Balikpapan Barat itu. Mereka adalah Nuraeni (42), Aima (42), Ruslan (25), Rudi (20), dan Aco (19). Mereka diamankan setelah duduk bareng dalam satu kamar di rumah Nuraeni yang diketahui sedang hamil.

“Kami terima laporan masyarakat ada pesta sabu di rumah saudari N (Nuraeni). Saat kami ke lokasi ternyata kondisi jalannya sedang macet. Gara-gara banyak orang yang lagi kumpul di rumahnya,” ujar Daud, Senin (9/7).

Daud menyebut jika di rumah Nuraeni diduga kerap dijadikan lokasi transaksi sabu. Bahkan dilakukan secara terbuka dan diketahui masyarakat sekitar. Yang paling membuat miris, sabu diduga dijual kepada remaja sekitar. Dan untuk mempermudah transaksi, pelaku membuat paket-paket hemat yang bisa dijangkau pembeli muda itu.

“Untuk transaksi terbaru mereka beli lima gram. Kemudian dipecah ke poket kecil. Dijual Rp 100 ribu,” jelas Daud.

BNNK selanjutnya masih melakukan pengembangan dalam kasus ini. Mencari pemasok dan bandar yang biasa memasok ke pelaku.

Sementara dari lima orang yang diamankan, dua orang dibidik menjadi calon tersangka. Mereka ada Nuraeni dan Ruslan. Karena saat penggerebekan, ada saksi yang melihat mereka berdua berusaha menyingkirkan barang bukti.

“Saat penggeledahan, dua atau salah satu dari N dan R (Ruslan) membuang dua poket sabu ke samping rumah. Barang buktinya sendiri berupa dua poket sudah kami dapatkan. Dan status mereka masih dalam proses assessment,” kata Daud.

Selain kasus ini, BNNK juga melakukan proses assessment terhadap pelaku narkoba yang juga sedang hamil. Bahkan dengan usia kandungan sudah sembilan bulan. Daud menyebut penggunaan narkoba pada ibu hamil (bumil) sangat berbahaya bagi perkembangan janin.

Selain akan mengganggu kesehatan, berpotensi cacat, juga bisa menurunkan kecanduan narkoba pada bayi yang dilahirkan.

“Sangat menyedihkan. Bagaimana seorang ibu mengandung namun masih nekat menggunakan narkoba. Ini yang harus menjadi perhatian bersama. Bagaimana menyelamatkan nasib generasi penerus bangsa ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Nuraeni mengelak jika disebut sebagai pengedar narkoba. Dia menyebut rumahnya memang biasa dijadikan tempat berkumpul. Namun tidak untuk transaksi sabu. Dia juga mengaku baru mengetahui jika hamil ketika menjalani operasi limpa, dua bulan lalu. Ditanya soal siapa pemasok, dengan mata merah dia hanya bungkam dibalik masker.

“Saya memang pakai (sabu). Terakhir dua bulan lalu sebelum operasi. Suami enggak tahu soalnya lagi kerja sopir,” singkatnya. (rdh/one/k18/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!