Kriminal
Share this on:

Incar Emas Emak-emak, Penjambret Bertato Tumbang dan Menangis Didor Polisi

  • Incar Emas Emak-emak, Penjambret Bertato Tumbang dan Menangis Didor Polisi
  • Incar Emas Emak-emak, Penjambret Bertato Tumbang dan Menangis Didor Polisi

DIBEKUK- Seorang pelaku spesialis jambret dibekuk oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes, kemarin. (dedi sulastro/radar brebes)

BREBES - Salah seorang pelaku spesialis jambret kalung emas di Pantura Brebes harus dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya. Tindakan tegas polisi itu dilakukan lantaran pelaku melawan saat akan dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes, kemarin.

Di hadapan polisi, pelaku menangis tersedu-sedu hingga sempat diminta petugas diam. Pelaku yang diketahui bernama Jamaludin (24), warga Desa Siwuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes ini sudah puluhan kali melakukan aksi jambret dengan sasaran ibu-ibu yang menggunakan perhiasan emas.

Kali terakhir, pelaku beraksi di wilayah Desa Grinting, Bulakamba. Kala itu, seorang ibu-ibu sedang membeli sarapan bubur di dekat kediamanya menggunakan sepeda. Di tengah perjalanan korban diikuti seorang pemuda bertato yang mengendarai sepeda motor Vixion.

Kemudian, tak lama pelaku memepet korban dan menarik kalung hingga korbam tersungkur. Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui KBO Reskrim Iptu Triyatno mengatakan, pelaku ditangkap Tim Resmob Gabungan Unit Reskrim Bulakamba dan Wanasari di tempat persembunyianya di Desa Siwuluh.

"Informasi yang diperoleh pelaku sudah beraksi sebanyak delapan kali di lokasi yang berbeda. Dan rata-rata korbannya adalah emak-emak," ucap Triyatno.

Untuk modusnya, pelaku mengincar korban ibu-ibu yang sedang berjalan kaki, naik sepeda ataupun naik sepeda motor seorang diri. "Kalau sudah lengah, pelaku menarik kalung emas yang dipakai oleh korban. Dan langsung melarikan diri," katanya.

Bahkan, beberapa korban di antaranya mengalami luka-luka akibat terjatuh saat menjadi korban jambret pelaku. Sedangkan hasil kejahatan berupa kalung emas dijual pelaku di sejumlah pedagang emas emperan kaki lima di wilayah Tegal.

"Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP dengan kurungan pidana 9 tahun penjara," tegasnya.

Sementara itu, pelaku Akhmad Jamaludin berkilah kalau dia lupa berapa kali melakukan aksinya. "Lupa berapa kali. Kurang lebih puluhan dan saya melakukannya sendirian," akunya.

Hasil kejahatan pelaku berupa sejumlah kalung emas, kata dia, dijual ke pedagang emas emperan di wilayah Tegal. Kemudian, uangnya digunakan untuk pesta-pesta dan bermain di tempat hiburan.

"Terakhir saya jual empat juta. Uangnya buat mabuk-mabukan dan pergi ke tempat hiburan," pungkasnya. (ded/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tembok Gereja Roboh saat Paskah , 16 Jemaat Tewas

Tembok Gereja Roboh saat Paskah , 16 Jemaat Tewas

Tiga belas orang tewas dan 16 lainnya luka-luka, tertimpa tembok gereja yang tiba-tiba runtuh.


Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Pasca pemungutan suara pada 17 April 2019 lalu, bermunculan akun-akun media sosial (medsos) berisi konten provokasi.


Kawal Pemilu, 9 Anggota Polri Gugur

Kawal Pemilu, 9 Anggota Polri Gugur

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menilai pelaksanaan pemilu serentak tahun ini berjalan aman.


Tangkap Ikan di Indonesia, Tujuh Kapal Tiongkok Disergap di Natuna

Tangkap Ikan di Indonesia, Tujuh Kapal Tiongkok Disergap di Natuna

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun langsung dalam operasi pemberantasan illegal fishing di Laut Natuna Utara Kepulauan Riau, kemarin.


 Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Maut bisa datang di mana saja dan kapan saja. Seperti dialami Rudi Hendrawan (44), warga Perum Armada Village RT 5 RW 5 Desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang.


Bawa Uang Rp490 Ribu, Tujuh Orang Timses Caleg Ditangkap Polisi

Bawa Uang Rp490 Ribu, Tujuh Orang Timses Caleg Ditangkap Polisi

Beberapa jam sebelum waktu pemungutan suara, Rabu (17/4) kemarin, tujuh orang tertangkap tangan polisi, Rabu (17/4) dini hari.


Menteri PPA Menangis di Depan Pelaku Bullying Audrey

Menteri PPA Menangis di Depan Pelaku Bullying Audrey

Menteri PPPA Yohana Yembise tak kuasa menahan air matanya saat bertemu dengan tiga tersangka kasus bullying Audrey di Ruang Kerja Pemkot, kemarin.


Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Kasus kebakaran enam kotak dan 1.818 lembar surat suara Pemilu 2019 di Jalan Sapi Nangoh, Pamol, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia 7 April lalu, belum terungkap.


BKN Catat Ada 990 Pelanggaran Netralitas ASN

BKN Catat Ada 990 Pelanggaran Netralitas ASN

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Kedeputian Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian (Wasdalpeg) mencatat sebanyak 990 kasus pelanggaran netralitas.


488 Kapal Ikan Ilegal Ditenggelamkan

488 Kapal Ikan Ilegal Ditenggelamkan

Kementerian Kelautan dan Perikanan serius mengamankan teritori laut Nusantara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!