Kriminal
Share this on:

Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

  • Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas
  • Indonesia Selidiki Bebasnya Penyiksa TKI Hingga Tewas

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terkejut atas keputusan pengadilan Malaysia membebaskan S Ambika, majikan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur bernama Adelina Jemira Sau, yang tewas disiksa pada Februari 2018 lalu. "Pemerintah Indonesia sangat terkejut dengan keputusan bebas murni terhadap majikan Adelina Lisao yang diputuskan Pengadilan Tinggi Pulau Penang pada tanggal 18 April 2019 lalu," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (22/4).

Menurut Iqbal, saksi dan bukti yang ada sangat kuat mengindikasikan bahwa Adelina tewas karena penyiksaan. "Sejauh catatan Pemerintah Indonesia, saksi dan bukti yang ada sangat kuat, namun hingga dijatuhkannya keputusan sejumlah saksi kunci belum dihadirkan dalam persidangan untuk didengarkan keterangannya," ujarnya.

Pernyataan itu diuatarakan Iqbal, menyusul laporan sejumlah media lokal Malaysia yang menyebutkan bahwa Pengadilan Tinggi Penang mencabut seluruh dakwaan pembunuhan terhadap Ambika pada pekan lalu tanpa menjelaskan alasannya. Iqbal menegaskan, Indonesia menghormati sepenuhnya hukum Malaysia.

Namun, Konsulat Jenderal RI di Penang telah menunjuk pengacara guna memantau proses penyelidikan dan persidangan selanjutnya. Ia juga menekankan, bahwa KJRI Penang telah melakukan berbagai upaya dan pendampingan sejak mengetahui kasus Adelina pada Februari 2018 lalu.

Selain mengupayakan hak gaji dan kompensasi, Iqbal mengatakan KJRI juga telah memfasilitasi pemulangan jenazah almarhumah hingga ke kampung halamannya di Kupang. "Kemlu dan KJRI Penang akan terus mengawal proses hukum kasus ini guna memastikan Adelina mendapatkan keadilan," ujarnya.

Seorang anggota parlemen Malaysia, Steven Sim, pun menganggap keputusan pengadilan tersebut sama tragisnya dengan kematian Adelina. "Kami telah menghubungi Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, yang sebelumnya berjanji menyelidiki kasus ini secara menyeluruh," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, mengutuk pembebasan Ambika dan menggambarkannya sebagai langkah yang jauh dari keadilan. Susilo memperkirakan, Ambika dibebaskan lantaran jaksa gagal mendapatkan saksi kunci, seperti orang tua Ambika, untuk bersaksi di pengadilan.

"Saya menuntut, pemerintah Indonesia untuk mengajukan protes kepada Malaysia terkait pembebasan Ambika," ujarnya.

Advokat hak asasi manusia di Malaysia, Eric Paulsen, menganggap keputusan pengadilan Malaysia itu mengejutkan dan tidak dapat diterima. "Ini adalah salah satu kasus pelecehan paling mengerikan yang pernah terpublikasi. Namun, kamar jaksa agung entah bagaimana memutuskan untuk membatalkan dakwaan," pungkasnya.

Proses penemuan Adelina bermula dari laporan tetangga Ambika yang mengatakan kepada aparat Malaysia bahwa TKI itu kerap disiksa dan dipaksa tidur di sebelah seekor anjing di garasi rumah majikannya di Penang. Adelina kemudian ditemukan polisi duduk tak berdaya di teras sebuah rumah di Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, pada 10 Februari 2018.

Saat ditemukan, kepala dan wajah perempuan kelahiran April 1989 itu bengkak, serta tangan dan kakinya terluka. Berdasarkan hasil post-mortem, kematian Adelina adalah "multiorgan failure secondary to anemia (possible neglect)" atau kegagalan multiorgan dan anemia. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri bakal bekerja ekstra memantau dan mengawasi pelaksanaan liga sepakbola Indonesia yang berlangsung tahun ini agar bersih dari match f


Indonesia Geram, Vanatu Libatkan Benny Wenda pada Forum PIF

Indonesia Geram, Vanatu Libatkan Benny Wenda pada Forum PIF

Vanuatu yang mengikutkan salah satu tokoh Papua Merdeka Benny Wenda sebagai peserta Forum Kepulauan Pasifik (PIF) di Tuvalu, 13-16 Agustus mendatang.


WNI di Hongkong Diminta Jauhi Lokasi Demonastrasi

WNI di Hongkong Diminta Jauhi Lokasi Demonastrasi

Konsulat Jenderal RI di Hong Kong mengimbau, seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Bandara Internasional Hong Kong agar tetap tenang.


Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Aparat penegak hukum Cina menahan 11 pelaut asal Indonesia, atas dugaan penyelundupan barang biasa.


Indonesia Darurat Siber

Indonesia Darurat Siber

Kebutuhan UU Keamanan dan Ketahanan Siber bagi Indonesia sangat dibutuhkan. Semua alat dan perangkat yang terhubung dengan internet, memiliki kelemahan dalam si


Dua WNI Curanmor di Malaysia

Dua WNI Curanmor di Malaysia

Kepolisian Malaysia menangkap dua pria warga negara Indonesia (WNI) terkait pencurian sepeda motor.


Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Lima ABK WNI Hilang di Perairan Taiwan

Sedikitnya lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, dilaporkan hilang saat melaut di perairan dekat Pulau Diaoyutai, Taiwan.


Tiga WNI Lolos dari Tiang Gantungan di Malaysia

Tiga WNI Lolos dari Tiang Gantungan di Malaysia

Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) terpidana mati, kasus narkoba mendapat pengampunan dari Raja Malaysia.


Tenteng Miliaran Uang Palsu, WNI Ditangkap di Malaysia

Tenteng Miliaran Uang Palsu, WNI Ditangkap di Malaysia

Kepolisian Tawau di Sabah, Malaysia, menangkap seorang pria warga negara Indonesia (WNI) yang kedapatan membawa sejumlah besar uang palsu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!