Kriminal
Share this on:

Indonesia Surga Para Bandar Narkoba

  • Indonesia Surga Para Bandar Narkoba
  • Indonesia Surga Para Bandar Narkoba

**JAKARTA ** - Peredaran narkoba di Indonesia tak pernah habis, walau polisi berulang kali mengungkapnya. Yang mengerikan, para mengedar makin berani dan targetnya hingga ke anak di bawah umur.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, para bandar narkoba jaringan Internasional sangat mengerti bahwa Indonesia adalah surga bagi bisnis ini. Pertimbangannya, karena jumlah penduduk yang besar dan para pecandu yang berlimpah. Selain itu, oknum aparat hukumnya pun mudah disuap, serta pemerintah tak serius akan bahaya peredaran narkoba.

"Ya, ini fakta yang ada. Jadi, tak heran situasi ini membuat para bandar maupun sindikat narkoba internasional menjadikan Indonesia sebagai bulan-bulanan dalam meraup keuntungan besar dari bisnis haram mereka," kata Neta melalui pesan tertulisnya kepada Fajar Indonesia Network, Rabu (10/7).

"Akibat Indonesia terbiarkan dalam kondisi darurat narkoba. Apalagi menjelang tahun baru di mana banyak orang ingin hura-hura, dan kini tempatnya pun ada dimana-mana, terutama di Jakarta. Tentu, menjadi sasaran empuk untuk bisnis narkoba tersebut," sambungnya.

Neta menyebut, dengan melihat situasi itu berbagai cara pun dilakukan oleh bandar dan jaringan Internasional, agar narkobanya bisa masuk ke ibukota maupun kota-kota besar lainnya. Bahkan, berbagai jenis narkoba pun mereka masukkan sebagai variasi untuk menikmati barang haram itu.

"Adanya jalur-jalur tikus ataupun produk baru. Itu hanya bagian kecil dari kerja besar para jaringan internasional narkoba untuk menghancurkan Indonesia, khususnya Jakarta sebagai pintu gerbang negeri ini," tuturnya.

Lebih jauh, Neta mengungkapkan, dengan keadaan seperti ini tentu yang jadi pertanyaan apa yang bisa diharapkan dengan aparat penegak hukum dalam menghadapinya? Yang jelas, Polri tidak bisa bekerja sendiri, tapi butuh dukungan dari Pemerintah juga.

"Pemerintah harus menyadari, bahwa darurat narkoba sudah makin mengerikan. Sebab itu, sudah saatnya pemerintah mencetuskan perang total dengan narkoba," tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya perang total terhadap narkoba, tentu ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, semua bandar yang tertangkap harus dihukum mati segera. Jangan ditunda-tunda karena bisa menjadi ATM oknum tertentu yang berdampak maraknya bisnis narkoba terlindungi dari penjara.

"Dengan adanya hukum mati dengan proses cepat, maka bandar jaringan internasional akan berpikir ulang untuk masuk ke Indonesia," ucapnya.

Kedua, Neta menegaskan, semua aparatur yang bermain-main dengan narkoba maupun bandar narkoba, seperti oknum polisi, jaksa, hakim, sipir penjara, bea cukai dan lain-lain juga harus terima hukuman mati. Tujuannya agar oknum lain berpikir dua kali berkolusi dengan para bandar narkoba.

"Ketiga, adalah pecandu yang menjadi budak narkoba harus direhabilitasi pemerintah. Sebab mereka menjadi tanggung jawab pemerintah. Dan mereka merupakan para korban, akibat pemerintah tak peduli dengan kondisi darurat narkoba negeri ini," tegasnya.

Intinya, Neta menambahkan, untuk memberantas narkoba dan melindungi bangsa dari narkoba itu tidak bisa lagi dengan gerakan sporadis, maupun sepotong-sepotong. Tapi segenap anak-anak bangsa juga harus bersatu padu berperang total dengan narkoba.

"Kita tidak bisa melawan narkoba hanya dengan mengandalkan aparat penegak hukum maupun pemerintah. Tapi masyarakat dan juga anak-anak bangsa perlu andil untuk bersama-sama lawan narkoba," pungkasnya.

Seperti diketahui, Selasa (9/7), Direktorat Narkoba Bareskrim Polri memusnahan barang bukti hasil penyelundupan narkoba yang berhasil diungkapnya, sejak Januari hingga Juni 2019, dengan total seberat 1,5 ton narkoba jenis sabu.

"Dari total 1,5 ton barang bukti narkoba, Tim NIC Direktorat Narkoba Bareskrim berhasil tangkap para tersangkanya sebanyak 27 orang. Mereka terdiri, dari beberapa WNA dari beberapa negara," kata Dedi, Selasa (9/7).

Polisi sendiri melakukan proses pemusnahan barang bukti narkoba inimenggunakan mesin khusus atau insimilator di Bareskrim Polri, dan disaksikan oleh beberapa pihak seperti kejaksaan dan bea cukai, serta awak media. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Novel Kembali Tagih Hasil TPGF
Novel Kembali Tagih Hasil TPGF

Berita Sejenis

Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Mabes Polri mengungkapkan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus kepolisian.


BTN: Kasus Korupsi Rp250 Miliar Telah Selesai

BTN: Kasus Korupsi Rp250 Miliar Telah Selesai

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN merasa kecewa dengan berbagai pemberitaan di Fajar Indonesia Network.


Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa menilai, pernyataan sikap lima pelapor khusus hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait


Potensi Sumber Daya Laut Indonesia Banyak yang Dicuri

Potensi Sumber Daya Laut Indonesia Banyak yang Dicuri

Potensi sumber daya laut Indonesia saat ini banyak yang dirampok oleh oknum dari dalam dan luar negeri.


Jaksa, Hakim, dan Penyidik Siap-siap Mulai Garap Karhutla

Jaksa, Hakim, dan Penyidik Siap-siap Mulai Garap Karhutla

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari setiap tahun selalu menjadi masalah di Indonesia.


Indonesia Diminta Cabut Status Tersangka Veronica Koman

Indonesia Diminta Cabut Status Tersangka Veronica Koman

Sekelompok ahli independen di bawah naungan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) mendesak pemerintah Indonesia mencabut, status te


Penunggak Pajak Bakal Ditangkap

Penunggak Pajak Bakal Ditangkap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengancam akan menangkap para penunggak pajak. Terlebih saat ini Pemperov DKI telah menggelar program keringanan pajak.


Empat WNI Pengantin Pesanan Dipulangkan dari Cina

Empat WNI Pengantin Pesanan Dipulangkan dari Cina

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kembali memulangkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pengantin pesanan dari Cina.


Kasus Makar Tokoh Oposisi Tetap Berjalan

Kasus Makar Tokoh Oposisi Tetap Berjalan

Polri menyebut kasus dugaan makar terhadap para tokoh pendukung calon presiden dan wakil presiden Probowo Subianto-Sandiaga Uno masih berlanjut.


Malaysia Ogah Ikut Campur Proses Hukum Karhutla Indonesia

Malaysia Ogah Ikut Campur Proses Hukum Karhutla Indonesia

Pemerintah Malaysia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia, terkait proses hukum tiga anak perusahaan asal Negeri Jiran, yang diduga terlibat dalam



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!