Kriminal
Share this on:

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

  • Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati
  • Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

JAKARTA - Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjatuhkan vonis hukuman mati dalam kasus penyelundupan narkotika terhadap seorang warga negara Prancis bernama Felix Dorfin, Senin (20/5) lalu. Vonis itu mengejutkan karena sebelumnya jaksa menuntut hukuman penjara 20 tahun.

Dorfin (35) ditangkap pada September lalu karena membawa koper berisi sekitar tiga kilogram narkoba termasuk ekstasi dan amfetamin di bandara di Lombok.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan undang-undang narkotika paling keras di dunia, termasuk hukuman mati oleh regu tembak bagi sebagian penyelundup narkotika dan telah mengeksekusi beberapa warga negara asing pada masa lalu.

Tim jaksa tidak menuntut terdakwa dengan hukuman mati, tetapi pengadilan di Indonesia dikenal kadang-kadang menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan. "Setelah terbukti bersalah secara hukum dan meyakinkan karena mengimpor narkotika, dia dijatuhi hukuman mati, kata Hakim Ketua Isnurul Syamsul Arif di pengadilan, Selasa (21/5) kemarin.

Hakim memberikan alasan mengenai keterlibatan Dorfin dalam sindikat narkoba internasional dan jumlah obat terlarang yang diselundupkannya sebagai faktor yang memberatkan. "Tindakan terdakwa berpotensi merusak generasi muda," ujarnya.

Sebelumnya, Dorfin mendapat sorotan setelah pada Januari lalu kabur dari kamar tahanannya di lantai dua gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda NTB melalui lubang jeruji jendela sel. Seorang polwan ditahan lantaran diduga menerima sejumlah uang guna membantu pelarian Dorfin.

"Dorfin terkejut. Dia tidak menyangka semua ini karena jaksa hanya menuntut 20 tahun penjara," kata kuasa hukum Dorfin, Deny Nur Indra.

Pengacara tersebut mengatakan bakal mengajukan banding, seraya menyebut kliennya adalah korban yang tidak tahu muatan yang dia bawa. "Jika dia tahu, dia takkan membawanya ke sini," ujarnya.

Selain Dorfin, sejumlah terpidana hukuman mati kasus narkoba kini menunggu eksekusi. Di antara mereka adalah warga Inggris, Lindsay Sandiford, dan warga Prancis, Serge Atlaoui. Terdapat pula delapan warga Taiwan yang divonis hukuman mati, tahun lalu, setelah ditangkap dengan barang bukti berupa satu ton methamphetamine. (der/bbc/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Lieus Sungkharisma Ditahan
Lieus Sungkharisma Ditahan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

29 Wanita WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke China

29 Wanita WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke China

29 perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban perdagangan orang yang melibatkan sindikat China dan Indonesia.


Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Empat Koruptor Kakap yang Masih Bebas Harus Ditangkap

Pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW).


Perempuan Indonesia Mulai Disasar Kelompok Radikal

Perempuan Indonesia Mulai Disasar Kelompok Radikal

Beberapa tahun terakhir ini aksi teror di Indonesia tidak hanya melibatkan laki-laki, melainkan juga perempuan.


20 tahun, 2.000 Pelaku Terorisme Ditangkap

20 tahun, 2.000 Pelaku Terorisme Ditangkap

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menangkap sekitar 2.000 pelaku terorisme di Indonesia.


Indonesia Siap Hadapi Gugatan Brasil

Indonesia Siap Hadapi Gugatan Brasil

Pemerintah Indonesia menyatakan siap menghadapi gugatan Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


Patroli Siber Whatsapp Group Picu Polemik

Patroli Siber Whatsapp Group Picu Polemik

Dibentuknya patroli siber di WhatsApp Group (WAG) oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menimbulkan pro dan kontra.


Ombudsmen Soroti Temuan Sel Tahanan Kejagung Tak Terkunci

Ombudsmen Soroti Temuan Sel Tahanan Kejagung Tak Terkunci

Ombudsmen Republik Indonesia menemukan 52 pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan publik selama libur Lebaran 2019.


Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Polri hingga kini belum menjelaskan kepada publik, terkait tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.


Vonis Karen Dianggap Ringan

Vonis Karen Dianggap Ringan

Tindak pidana korupsi bukan lagi sebagai kejahatan luar biasa. Setidaknya hal itu bisa terlihat dari vonis 8 tahun penjara Karen Agustiawan.


Divonis 8 Tahun, Karen Agustiawan Minta Banding

Divonis 8 Tahun, Karen Agustiawan Minta Banding

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara terhadap mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!