Kriminal
Share this on:

Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

  • Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri
  • Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

JAKARTA - Ombudsman berencana memanggil Polri pekan depan, pemanggilan itu terkait dengan insiden pada 21 dan 22 Mei lalu. Saat ini, Ombudsman memang bukan hanya menerima laporan terkait hal ini. Mereka juga tengah mendalami insiden tersebut.

Sejumlah pihak sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Untuk melengkapi data yang sudah mereka kantongi, dibutuhkan juga keterangan dari aparat kepolisian.

Anggota Ombudsman Ninik Rahayu menjelaskan hal itu ketika diwawancarai oleh awak media kemarin (10/7). Menurut dia, informasi maupun data terkait insiden 21 dan 22 Mei saat ini masih belum lengkap. Ninik menyampaikan bahwa seharusnya mereka mengambil keterangan dari Polri kemarin, namun rencana itu batal lantaran Polri ada agenda lain. Yakni HUT Bhayangkara ke-73.

"Mudah-mudahan bisa minggu depan," kata dia.

Menurut Ninik, ada beberapa hal yang perlu didalami oleh Ombudsman dari aparat kepolisian terkait insiden tersebut. Yakni perencanaan pengamanan, perlindungan masyarakat terkait persiapan demo pada 21 sampai 23 Mei lalu, dan pelaksanaan dari poin pertama serta kedua. Selain itu, penegakan hukum pasca kerusuhan juga akan didalami oleh Ombudsman.

"Bagaimana proses penegakan hukumnya dan perlindungan terhadap korban," terang dia.

Ninik memastikan, aparat kepolisian kooperatif. Sebab, Ombudsman bukan kali pertama mendalami isu yang terkait dengan Polri. Namun demikian, saat ini dia belum bisa membuka apa saja data dan informasi yang sudah mereka kantongi. Menurut Ninik, instansinya akan membuka data tersebut apabila semua langkah yang dilaksanakan oleh instansinya sudah rampung.

"Kami masih tahapan akan melakukan proses konfirmasi," ujarnya.

Selain data serta informasi dari Polri, Ombudsman juga sudah mendapat laporan dari masyarakat dan organisasi non pemerintah. Termasuk di antara mereka adalah keluarga korban. "Mereka datang kepada kami rata-rata bersama para pendamping," imbuh Ninik. Misalnya KontraS, dia menyebut, mereka mengantar masyarakat yang mengadu kepada Ombudsman terkait insiden 21 dan 22 Mei.

Ninik memastikan, semua pihak yang mengadu atau melapor kepada Ombudsman bakal didengarkan. Semua informasi yang mereka dapat juga dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Setelah itu, mereka akan membuka temuan-temuan yang diperoleh dari berbagai pihak. "Nanti ada proses konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait, terutama pihak kepolisian dan (setelah itu) baru kami launching," terangnya.

Kemarin, Amnesty International Indonesia juga datang ke Ombudsman. Mereka datang untuk menyerahkan video yang berisi rekaman dugaan kekerasan oleh aparat kepolisian dalam insiden 21 serta 22 Mei. Manajer Riset Amnesty International Indonesia Papang Hidayat menjelaskan bahwa video yang mereka serahkan kepada Ombudsman sudah diverifikasi.

"Bahan yang sama juga sudah kami serahkan kepada kepolisian," imbuhnya.

Sebelum datang ke Ombudsman, Amnesty International Indonesia memang sudah mendatangi Polri. Selain itu, mereka juga sudah mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Menurut Papang, pihaknya sengaja datang ke Ombudsman lantaran mereka juga punya fungsi pengawasan perilaku aparat negara. Termasuk aparat kepolisian.

"Melakukan kerja-kerja kajian dan menerima laporan dari pihak lain," imbuhnya. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polri Harus Intropeksi dan Evaluasi Diri

Polri Harus Intropeksi dan Evaluasi Diri

Kasus tragis yang menimpa anggota Polri di sejumlah peristiwa menunjukan kinerja korps berbaju cokelat tersebut harus dievaluasi.


Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Mabes Polri menolak usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan serangan balik terhadap Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua


Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

Jumlah titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (14/8) diklaim Polri telah mengalami penurunan yang signifika


Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Polri diminta untuk lebiih tegas dan berani dalam menindak para pelaku pembakar hutan, baik itu perorangan maupun korporasi.


Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri bakal bekerja ekstra memantau dan mengawasi pelaksanaan liga sepakbola Indonesia yang berlangsung tahun ini agar bersih dari match f


Anggota Polri Diculik dan Dibunuh KKB Papua

Anggota Polri Diculik dan Dibunuh KKB Papua

Dua anggota Polri dihadang kelompom kriminal bersenjata di sekitar kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8) kemarin.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.


Polri Usut Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang

Polri Usut Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang

Mabes Polri menegaskan tengah mengusut tumpahan minyak Pertamina di perairan Karawang, Jawa Barat.


Satgas Antimafia Bola Polri Dihiidupkan Lagi

Satgas Antimafia Bola Polri Dihiidupkan Lagi

Satgas Antimafia Bola kembali dibentuk untuk mengungkap kasus-kasus sepakbola Tanah Air dalam enam bulan ke depan.


Tim Teknis Kasus Novel Mulai Rapat

Tim Teknis Kasus Novel Mulai Rapat

Tim teknis lapangan Polri untuk kasus Novel Baswedan mulai rapat, Selasa (6/8), di Bareskrim Polri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!