Kriminal
Share this on:

Intelejen Buru Benny Wenda

  • Intelejen Buru Benny Wenda
  • Intelejen Buru Benny Wenda

JAYAPURA - Pendalaman terhadap dugaan keterlibatan pihak asing dalam aksi massa berujung rusuh di Papua masih terus berjalan. Aparat kepolisian, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), serta Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama mengumpulkan bukti.

Pada posisi tersebut, TNI-Polri diminta untuk tidak terlalu lunak terhadap tokoh sparatis Kemerdekaan Papua Barat khususnya Benny Wenda yang terus bermanuver menebar kebohongan atas kondisi Bumi Cenderawasih. Ya, problem Papua, akan terus melebar, jika toko-tokoh di balik kelompok sparatis itu tetap bebas menebar hasutan hingga kabar bohong yang diterima negara lain. Minimal cara ini, meredam kecemasan warga Papua atas pecahnya insiden 29 Agustus lalu.

"Papua merupakan bagian dari teretori kita. Maka gerakan separatis di sana (Papua, red) harus disikapi dan diperlukan langkah penindakan, secara hukum. Garis besarnya jelas. Jadi tiada ada kompromi soal itu," tegas Dewan Pengarah, Badan Pembina Idiologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi, dan aktivis mahasiswa di Kantor BPIP, kemarin (3/9).

Mantan Menteri Pertahanan itu menegaskan, setiap negara berhak atas kemerdekaan dan kedaulatannya. "Namun ini dalam kontek kolonial. Dan Papua sudah menjadi bagian dari NKRI. Ini diperjelas dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 27 Desember 1949. Kalau sekarang mau digangu lagi, jelas negara tidak bisa tinggal diam. Negara yang berdaulat boleh melakukan langkah militer. Itu hukumnya," paparnya.

Maka demikian, atas kondisi Papua, kearifan lokal harus tetap diperhatikan dan dikedepankan. Pendekatan secara persuasif menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada semua pihak. Khususnya masyarakat Papua. "Kita semua tahulah, tokoh sparatis itu ada tinggal di Inggris maupun negara lain. Dan kita jangan mau diadu domba apalagi terpancing dengan berbagai manuver yang dilakukan. Negara tetap harus bersikap. Warga Papua yang menjadi korbannya," tandas pria kelahiran Sampang 13 Mei 1957 itu.

Terpisah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto kembali menegaskan anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda turut menjadi provokator yang menyebabkan kericuhan di Papua. "Benny Wenda memang bagian dari konspirasi. Mereka provokasi, seakan kita (pemerintah, red) menelantarkan, melanggar HAM," kata Wiranto, kemarin.

Aksinya Benny menggalang dukungan dari dunia internasional, dan menyebarkan berita bohong ke negara luar. Menjadi salah satu bukti yang tepat bagi Indonesia untuk bersikap terhadap apa yang dilakukannya. "Informasi tidak benar yang disebarkan Benny Wenda dan kelompoknya itu, harus dilawan dengan fakta-fakta," tegas Wiranto.

Dalam kondisi ini, Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyarankan pemerintah Indonesia tidak perlu menanggapi persoalan tentang Benny Wenda yang sedang ramai dibicarakan saat ini. "Menurut saya pemerintah tidak perlu merespon terkait apa pun penghargaan yang diberikan kepada Benny Wenda," ucap Hikmahanto.

Terkait diberikannya penghargaan kepada Benny Wenda oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, Hikmahanto mengatakan, sebaiknya pemerintah tidak perlu memikirkan penghargaan itu, karena pemerintah Inggris sudah membuat pernyataan mereka mengakui integritas dari NKRI.

Selain itu, Pemerintah Inggris juga mengatakan jika Dewan Kota Oxford tidak mewakili suara dari pemerintah Inggris. "Jika pemerintah kita memberikan perhatian, justru memberikan ruang kepada Benny Wenda untuk bermanuver melalui cara-cara diplomasi," ujar Hikmahanto.

Hikmahanto mengatakan Benny Wenda telah mencoba beberapa cara diplomasi, di antaranya membawa resolusi pengakuan rakyat Papua ke PBB, namun gagal. Benny Wenda menggunakan cara diplomasi dengan memanfaatkan negara-negara Pasifik atau pun cara-cara yang dapat menarik perhatian dunia internasional. (tim/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Perdalam Kasus Proyek SPAM, KPK Buru Tersangka Baru

Perdalam Kasus Proyek SPAM, KPK Buru Tersangka Baru

Kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang tak pernah surut. Kini komisi antirasuah itu, memperdalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jakarta.


Polri Buru Penyebar Hoaks Rasis Papua

Polri Buru Penyebar Hoaks Rasis Papua

Dua kerusuhan terjadi lagi di Bumi Cendrawasih. Kali ini terjadi di Wamena, Jayawijaya dan di Expo Waena, Jayapura, Papua, Senin (23/9) kemarin.


Buru Veronica Koman, Polri Koordinasi dengan Interpol

Buru Veronica Koman, Polri Koordinasi dengan Interpol

Merujuk evaluasi situasi dan kondisi di Papua maupun Papua Barat, pemerintah menepati janji membuka pembatasan akses internet di kedua daerah tersebut.


Australia Diminta Intervensi Soal Papua

Australia Diminta Intervensi Soal Papua

Benny Wenda mendesak pemerintah Australia turun tangan mengutuk 'tindakan keras' Indonesia baru-baru ini terhadap demonstran di Papua.


Bintang Kejora Harus Diubah dengan Simbol NKRI

Bintang Kejora Harus Diubah dengan Simbol NKRI

Pemerintah Indonesia akan menangkap Benny Wenda. Hal Itu dilakukan apabila Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) tersebut masuk ke wilaya


Benny Wenda: Musuh Kami Bukan Orang Indonesia

Benny Wenda: Musuh Kami Bukan Orang Indonesia

Ketua Persatuan Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, mengatakan bahwa selama ini masyarakat Papua tidak pernah menganggap orang Indone


Buru Aktor Asing Kerusuhan Papua, Empat Warga Australia Dideportasi

Buru Aktor Asing Kerusuhan Papua, Empat Warga Australia Dideportasi

Polri bersama Kementerian Luar Negeri dan Badan Intelijen Negara (BIN) tengah memetakan dugaan pihak asing di serangkaian kerusuhan di Papua.


Polri Buru Penyebar Hoaks Penyebab Rusuh di Papua

Polri Buru Penyebar Hoaks Penyebab Rusuh di Papua

Mabes Polri tengah melakukan pengejaran terhadap sejumlah akun media sosial (medsos) yang diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks, terkait insiden kekerasan


Indonesia Geram, Vanatu Libatkan Benny Wenda pada Forum PIF

Indonesia Geram, Vanatu Libatkan Benny Wenda pada Forum PIF

Vanuatu yang mengikutkan salah satu tokoh Papua Merdeka Benny Wenda sebagai peserta Forum Kepulauan Pasifik (PIF) di Tuvalu, 13-16 Agustus mendatang.


Terkait Eksekusi Baiq Nuril, Jaksa Agung Tak Mau Buru-buru

Terkait Eksekusi Baiq Nuril, Jaksa Agung Tak Mau Buru-buru

Usaha Baiq Nuril, terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang ITE, sedikit demi sedikit menemui titik terang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!