Kriminal
Share this on:

Istri Bikin Status Nyinyir, Tujuh Tentara Dihukum

  • Istri Bikin Status Nyinyir, Tujuh Tentara Dihukum
  • Istri Bikin Status Nyinyir, Tujuh Tentara Dihukum

JAKARTA - Pencopotan jabatan disertai sanksi penahanan terhadpa Kolonel (Kav) Hendi Suhendi sebagai Dandim Kendari, mendapat banyak sorotan. Tak terkecuali kritik. Sebagian pihak menilai, Hendi tidak layak dicopot, karena nyinyiran istrinya, Irma Nasution di media sosial (medsos).

Namun, TNI punya aturan militer. Istri prajurit harus bisa menjaga diri. Sebab, perannya tidak bisa dipisahkan dari suami. Total tujuh prajurit dihukum gara-gara ulah istrinya.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan publik perlu mendapat informasi yang benar. Menurutnya, begitu ada anggota TNI merencanakan menikah, mereka akan mengajukan kepada kesatuan terkait izin pernikahan. Selanjutnya, para istri setelah menikah akan menjadi istri prajurit TNI AD. Para istri ini otomatis tergabung dalam organisasi yang disebut Persit atau Persatuan Istri TNI AD.

"Dalam anggaran dasar Persit, dinyatakan istri prajurit TNI AD tidak dapat dipisahkan dari Angkatan Darat. Baik dalam pelaksanaan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Aturan itu tidak asing lagi bagi istri prajurit TNI AD. Karena sejak menyatakan siap menikah dengan prajurit TNI AD, mereka harus menerima dan tahu konsekuensi menjadi istri prajurit serta jabatan di organisasi," tegas Andika di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (15/10)..

Dia mencontohkan, istri eks Dandim Kendari, Irma Nasution, juga memiliki jabatan di organisasi. Yakni Ketua Cabang Persatuan Istri Prajurit Angkatan Darat di Kendari. Sejak resmi menikah dan berstatus istri, mereka menjadi bagian dari kehidupan suaminya di TNI AD. "Para istri ini sudah diikat bahwa mereka harus jaga diri. Baik dalam dinas maupun pribadi," imbuhnya.

Sejumlah pihak meminta TNI tidak serta-merta mencopot jabatan anggota TNI yang istrinya nyinyir di Medsos. Direktur Imparsial, Al Araf menyatakan permasalahan yang dialami istri prajurit sebaiknya tidak berdampak pada penghukuman maupun pencopotan jabatan suami. "Apabila istri melakukan pelanggaran, maka pertanggungjawaban itu secara individual ditangung oleh istri, bukan suaminya. Istri yang dianggap bermasalah menggunakan medsos sebaiknya ditegur dan dibina oleh organisasi," kata Araf.

Andika menyebut hal itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di militer. Sementara istri yang bukan anggota TNI akan diproses secara hukum sipil. Mantan Komandan Paspampres itu menegaskan pencopotan Hendi bukan karena terpapar radikalisme. "Keputusan TNI AD murni karena mereka tidak bisa menjaga bagaimana bersosial media yang baik. Sehingga terjadilah penyalahgunaan," jelas Andika.

Dia menyatakan peristiwa yang membahayakan nyawa seseorang tidak boleh dianggap main-main. Penekanan ini bukan karena yang mengalami percobaan pembunuhan adalah Menkopolhukam Wiranto. Tapi lebih kepada kemanusiaan. "Ini menyangkut nilai kemanusiaan. Ada seseorang yang hampir kehilangan nyawa, kemudian dipermainkan. Itu sudah tidak patut," ucapnya.

Menurutnya, total ada 7 prajurit TNI AD lain yang mendapat hukuman serupa. Penyebabnya sama. Yakni postingan di media sosial. Enam di antaranya dilakukan sang istri. Andika memastikan, TNI AD tidak bermaksud mematikan karir prajurit tersebut. Dikatakan, hukuman disiplin adalah pembinaan. Hukuman disiplin militer adalah yang paling ringan.

Sebab, jika diajukan ke peradilan militer, hukuman atau konsekuensi yang dihadapi prajurit lebih berat. Karena bisa saja ada tambahan hukuman berupa pemberhentian dari TNI. Dia menghindari memberi hukuman lewat peradilan militer. Karena bisa berdampak pada karir. Dengan menggunakan dasar hukum disiplin militer, karir 7 prajurit tersebut tetap bisa diperbaiki usai menjalani hukuman dan pembelajaran.

"Saya melihat anggota kita adalah prajurit yang bagus. Karena itu, kami tidak ingin mematikan karir mereka," tukasnya.

Mantan Pangkostrad ini mengingatkan para prajurit agar bisa menjaga keluarganya. Sudah ada aturan dari pimpinan TNI hingga satuan-satuan di bawah agar prajurit dan keluarga bijaksana dalam menggunakan medsos.

Jenderal bintang empat itu menegaskan tidak bermaksud merusak karir Kolonel Kav Hendi Suhendi maupun prajurit lainnya. TNI AD, lanjutnya, akan kembali memberikan kesempatan kepada mereka. "Jangan gunakan media sosial untuk sebarkan info yang nggak benar alias hoax. Jangan sebarkan info provokatif, dan info yang menumbuhkan kebencian. Bermedia sosial adalah hak individu. Namu, harus ada batasannya," pungkasnya. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tentara Terluka, Warga Sipil Tewas

Tentara Terluka, Warga Sipil Tewas

Satu prajurit TNI terluka dan satu warga tewas dalam insiden di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Sabtu (9/11) lalu.


Istri Pertama Abu Bakr al-Baghdadi Ditangkap di Mesir

Istri Pertama Abu Bakr al-Baghdadi Ditangkap di Mesir

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan berhasil menangkap Asma Fauzi Muhammad al-Qubaysim.


Dituntut Tujuh Tahun, Bowo Sidik Terancam Dicabut Hak Politiknya

Dituntut Tujuh Tahun, Bowo Sidik Terancam Dicabut Hak Politiknya

Mantan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.


Tujuh Koruptor Divonis Bebas, Jampidsus Melawan

Tujuh Koruptor Divonis Bebas, Jampidsus Melawan

Tujuh terdakwa kasus korupsi pembobolan Bank Mandiri oleh PT Tirta Amarta Bottling (TAB) yang diduga merugikan negara Rp 1,8 trilun divonis bebas oleh Mahkamah


KPK Periksa Tujuh Pejabat Pemkot Medan

KPK Periksa Tujuh Pejabat Pemkot Medan

KPK memeriksa tujuh pejabat Pemkot Medan dan dua anak wali kota serta sopir Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin.


Ashanty Digugat Pengusaha Kosmetik asal Purwokerto

Ashanty Digugat Pengusaha Kosmetik asal Purwokerto

Pengadilan Negeri Purwokerto, Kamis (31/10) hari ini, akan menggelar sidang gugatan terhadap artis Ashanty, istri musisi Anang Hermansyah.


Istri Iman Nahrawi Minta Suaminya Didoakan

Istri Iman Nahrawi Minta Suaminya Didoakan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Shohibah Rohmah, istri mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.


Bunuh Istri dan Mertuanya, Suami Divonis Mati

Bunuh Istri dan Mertuanya, Suami Divonis Mati

Pembunuh istri dan mertuanya, Gunardi (36), divonis mati dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Kamis (24/10) kemarin.


Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Tujuh pelaku dari tiga sindikat peredaran sabu berhasil ditangkap Direktorat tindak pidana narkoba (Dittidnarkoba) Polri.


Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Fakta baru ditemukan dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Rupanya, Abu Rara dan Fitriana Diana meminta sang anak untuk melakukan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!