Kriminal
Share this on:

Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

  • Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka
  • Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

DATANGI - Nia Kurnia didampingi keluarganya menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporannya, Rabu (12/12). (andi ridwansyah/rk)

PONTIANAK - Masih ingat kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan istri Kapolresta Pontianak berinisial Mhn kepada Nia Kurnia? Ternyata Mhn sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan Mhn sebagai tersangka awalnya disampaikan Nia, Rabu (12/12) kemarin. Saat itu, anggota Bhayangkari ini menyambangi Mapolda Kalbar. Ditemani keluarganya, perempuan 43 tahun ini menemui penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalbar untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialaminya, Selasa (31/10) lalu.

Usai menemui penyidik, sekira pukul 11.00 WIB Nia pun keluar. Bersama keluarganya, dia menuggu jemputan di pintu masuk Mapolda Kalbar. Kepada Rakyat Kalbar, Nia menceritakan terkait perkembangan kasus penganiayaan yang dilaporkannya secara resmi ke Mapolda Kalbar pada Kamis (8/11) itu.

Istri anggota Polisi ini mengatakan, laporanya sebulan lalu itu sudah mengalami perkembangan. “Ternyata ibu Mhn telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah selesai proses gelar,” katanya.

Nia mendapatkan informasi tersebut dari penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar. Nia pun tampak senang. Da mengucapkan syukur atas proses hukum yang tidak tebang pilih.

“Alhamdulilah penanganannya baik dan perofesional sekali di sini. Kemudian Kapolda tidak tebang pilih, sangat puas dengan pelayanan dan penanganan, sehingga diproses dengan lancar,” tuturnya.

Atas penetapan Mhn sebagai tersangka, Nia berharap proses hukum di Mapolda Kalbar sampai ke meja hijau. Sebagai upaya dalam pencarian keadilan. “Kami selaku korban berharap pelaku (Mhn) ditindak secara hukum,” ucapnya.

“Selama kasus ini berjalan juga tidak ada itikad baik pelaku untuk meminta maaf,” timpal Nia.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo ketika dimintai konfirmasi tidak banyak berkomentar. Nanang hanya membenarkan status Mhn sudah ditetapkan menjadi tersangka. “Iya benar. Udah itu aja,” ucapnya kepada Rakyat Kalbar lewat sambungan telepon.

Nanang mengatakan, penetapan tersangka setelah dilakukan BAP di Polda Kalbar. Dia pun menegaskan untuk menunggu kasus tersebut di kejaksaan. “Benar gak kasus itu dinaikkan, gitu loh,” sebut Nanang.

Dikomfirmasi terpisah, Makmur M. Raona, penasehat hukum Mhn, membenarkan perihal penetapan kleinnya menjadi tersangka. "Iya benar. Namun kita belum menerima surat resmi. Dan hanya disampaikan via telepon melalui klien saya hari Senin," ungkapnya.

Dijelaskan dia, dalam pemberitahuan tersebut Mhn diminta datang menemui penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar, Senin (10/12) kemarin. "Namun kami minta waktu satu minggu ini, sehingga Senin depan kita baru akan memenuhi panggilan," paparnya.

Makmur menilai penetapan Mhn sebagai tersangka merupakan langkah yang sangat prematur dan terkesan dipaksakan. "Dasarnya apa dan alat buktinya apa?" tanyanya.

Sementara, menurutnya, hukum tidak boleh ditekan oleh pihak manapun. Tapi harus pada jalurnya. "Tidak boleh dong dipaksa-paksakan," tuturnya.

Walau begitu, dirinya mengaku belum menyiapkan langkah hukum selanjutnya. Tapi terlebih dahulu melihat perkembangan kasus tersebut. "Apa benar dijadikan tersangka? Kalau dijadikan tersangka alasannya apa, dan alat buktinya apa?" tanya dia lagi.

Sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Mhn pernah diperiksa penyidik. "Kurang lebih sebulan lalu lah," jelas Makmur. (and/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kivlan Zein Kirim Surat Perlindungan Hukum ke DPR

Kivlan Zein Kirim Surat Perlindungan Hukum ke DPR

Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zein mengirimkan surat perlindungan hukum ke Komisi II DPR.


Pidato Sofyan Jacob Belum Penuhi Kualifikasi Tersangka Makar

Pidato Sofyan Jacob Belum Penuhi Kualifikasi Tersangka Makar

Setelah mangkir, Senin (10/6) lalu, Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob akhirnya hadir di Polda Metro Jaya, Senin (17/6) kemarin.


Lima Komisioner KPU Kota Palembang Jadi Tersangka

Lima Komisioner KPU Kota Palembang Jadi Tersangka

Lima komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Palembang kini berstatus tersangka dalam laporan kasus pidana Pemilu 2019.


Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Polda Metro Jaya akan kembali melakukan panggilan kepada mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) M Sofyan Jacob, Senin (17/6) hari ini.



Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

Pemeriksaan terhadap tersangka dugaan makar Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Jumat (14/6), terhenti sementara.


Romy Akui Keterlibatan Lukman

Romy Akui Keterlibatan Lukman

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuzy alias Romy tak menyangkal kemungkinan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terlibat kasus dugaan suap di Kemenag.


Nasib Permohonan Perlindungan Hukum Kivlan Zein

Nasib Permohonan Perlindungan Hukum Kivlan Zein

Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zein meminta perlindungan hukum kepada Kemenenko Polhukam dan Kementerian Pertahanan (Menhan), Rabu (12/6


Mantan Dirut Pertamina Divonis Ringan, Kejagung Banding

Mantan Dirut Pertamina Divonis Ringan, Kejagung Banding

Perlawanan mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan untuk banding atas vonisnya dijawab Kejaksaan Agung (Kejagung).


KPK Tahan Penyuap Bupati Lampung Tengah

KPK Tahan Penyuap Bupati Lampung Tengah

Kasus fee yang menyeret mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa belum juga reda.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!